
Malam harinya Varo dan Rania sedang asik bermain bersama di ruang keluarga di temani dengan Oma dan Opa nya begitu juga dengan Gisel.
"Mah papa kapan sih pulang" tanya Rania sambil memainkan bonekanya sedangkan Varo lebih memilih bermain mobil-mobilan nya.
Belum sempat menjawab terdengar suara yang sangat familiar.
"Assalamualaikum" ucap Andra dan Farza secara bersamaan.
"Waalaikumsalam" jawab seluruh keluarga.
"Papa.... " ucap Rania dengan senang dan langsung berlari ke arah papa nya. Lain dengan Varo yang justru lari ke atas menuju kamar nya. Farza yang melihat Varo berlari ke kamarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kalian sudah pulang..?" tanya Ayah Deny pada kedua menantunya. Andra dan Farza langsung mendekati kedua mertuanya dan langsung mencium kedua tangan mereka.
"Capek ya" tanya Gisel pada suaminya yang terlihat kelelahan.
"Enggak kok, capek nya udah ilang" jawab nya sambil mencium Rania dengan gemas.
"Anty(aunty) Boy nakal" adu Rania pada Farza.
"Oh ya... memangnya Boy habis ngapain Rania..?" tanya Farza sambil duduk.
"Boy nyium bibir Rani anty" ucap nya dengan cemberut, membuat semuanya tertawa.
"Ya sudah anty lihat Boy dulu ya nanti anty marahin dia" ucap Farza dengan bercanda.
"Jangan anty, jangan marahin Boy, Rani gak mau lihat Boy menangis, kata mama mungkin Boy merindukan Uncle maka dari itu Boy selalu menjahili Rani agar dia terhibur, jangan marahin adik Rani ya anty" kata Rania dengan polos
__ADS_1
Farza hanya tersenyum tanpa mau menjawab ucapan Rania.
"Yah, bund, Farza ke kamar Boy dulu ya" ucap Farza beranjak pergi ke atas menuju kamar anak laki-lakinya.
Sedangkan di bawah Gisel, Andra dan juga orang tuanya masih betah duduk di ruang keluarga.
"Apa ada informasi tentang Arjuna, Mas..?" tanya Gisel
"Belum ada sayang" jawab Andra.
"Aku kasihan mas sama Boy, dia pasti sangat merindukan Arjuna" ucap Gisel bersedih
"Iya sayang mas juga sama, tapi kita mau gimana lagi,kamu tau kan Arjuna selalu memberi kabarnya setiap kita merayakan ulang tahun Rania dan Boy dan setelah itu informasinya tertutup lagi, entahlah mas juga gak tau kenapa sangat sulit mencari keberadaan Arjuna" kata Arjuna yang juga ikut bersedih.
"Ya sudah Gisel kamu ajak suami kamu ke kamar, dia pasti capek" ucap bunda Rose
"Ya sudah bunda kita ke kamar dulu ya, kakak ayo kita ke kamar sayang" ucap Gisel mengajak Rania.
...🌷🌷🌷...
Sedangkan di kamar Farza sedang membujuk anak laki-laki nya yang sedang merajuk sambil tidur tengkurap.
"Sayang.... kenapa tadi malah ninggalin mami sih..? anak mami gak kangen ya sama mami nya..?" ucap Farza sambil mengelus punggung Varo dan Varo hanya menggelengkan kepalanya.
"Jadi sedih deh mami karena Boy gak kangen sama mami" kata Farza sekali lagi dengan nada bersedih.
Varo langsung bangun dari tidurnya dan langsung memeluk orang yang sudah merawatnya selama 5 tahun.
__ADS_1
"Varo kangen sama mami, tapi Varo juga kangen sama papi, mi" ucap Varo kali ini dengan menangis.
"Kapan sih mi,papi pulang, apa papi gak kangen sama Boy..? apa papi udah gak sayang sama Boy sehingga papi gak pulang" ucap Boy dengan sedikit marah.
"Boy gak boleh begitu sayang, papi itu sangat sayang sama Boy, kalau papi gak sayang gak mungkin kan papi selalu ingat hari ulang tahun Boy"
"Tapi kenapa papi gak pulang..?"
"Sayang... mungkin papi masih belum bisa pulang, Boy yang sabar ya sayang, sebentar lagi kan ulang tahun Boy siapa tahu aja papi pulang" Farza mengelus rambut hitam anak laki-laki nya dengan kasih dan sayang.
"Boy capek mi, Boy gak akan berdoa lagi buat papi, Boy marah sama papi, Boy juga gak akan mau menerima kado dari papa lagi"
"Ya sudah terserah Boy saja, mami gak akan maksa Boy lagi" ucap Farza akhirnya juga ikut menyerah.
"Jadi ke rumah nenek gak..?" tanya Farza mencoba menghibur Boy lagi.
"Jadi dong mi, Boy udah kangen sama Via"
"Ya sudah Boy siap-siap ya, mami mau mandi dulu ya" ucap Farza mengacak rambut Boy dan kemudian pergi menuju kamarnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....