MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 22


__ADS_3

Setelah selesai dengan ritualnl nya di kamar, Farza turun ke bawah bergabung bersama keluarga Arjuna untuk sarapan.


"Selamat pagi semua" sapa nya kemudian duduk di sebelah Arjuna.


"Pagi sayang" jawab Bunda Rose.


"Pagi Zaa" sapa Gisel.


"Pagi ponakan Om yang cantik" sapa Ayah Deny.


Dan Arjuna menjawab dengan kerlingan mata nakal nya,yang membuat Farza melebarkan matanya juga.


"Zaa tolong olesin roti dong, dua ya yang selai coklat ya" ucap Arjuna dengan senyuman.


"Iya" jawabnya lalu menggambil tiga helai roti, dua untuk Juna dan satu untuk nya.


"Zaa kamu ikut kan ke bandara" tanya Gisel di sela-sela makan nya.


"Aku mau di rumah saja deh sama Kak Juna, lagi mager mau kemana-mana" jawab nya dengan memberikan roti nya ke Arjuna.


"Yah,kok gak ikut sih Zaa, apa kamu gak mau ngucapin salam perpisahan buat kakak kamu"


"Jangan lebay deh Sel, orang pergi cuma dua bulan aja habis itu balik lagi juga, udah biarin napa sih Farza gak ikut" kata Arjuna dengan mengunyah roti nya karena Arjuna tau ini hanya alasan Farza untuk menghindari Andra.


"Terus kalau Mama,Papa kamu nanya gimana Zaa" tanya Gisel yang masih kekeh ngajakin Farza.


"Ya tinggal jawab lah,Farza lagi pacaran sama Arjuna gitu aja kok repot" Jawab Arjuna lagi sehinggan membuat Gisel memukul lengan nya.


"Aduh...! apaan sih Sel main pukul-pukul aja" Arjuna mengaduh sambi mengelus lengan nya.


"Kamu itu yang apaan, ngomong ngada- ngada aja" ucap Gisel dengan kesal.


"Siapa yang mengada-ngada sih, lagian ya lebih baik tau Farza gak ikut" jawab Arjuna.

__ADS_1


"Labih baik pala lu ya,kakak nya mau ke luar negeri Jun gimana sih".


"Ya terus apa masalah ny toh cuma dua bulan, habis itu balik kesini lagi".


"Gak...!! pokok nya Farza harus ikut" ucap Gisel dengan sedikit tegas.


"Tapi Farza lagi males banget kak, kakak sampein aja ya sama kak Mirza, hati-hati di jalan" ucap Farza tak enak hati menolak permintaan Gisel.


"Zaa kamu ini gak punya perasaan banget sih sama kakak kamu, kamu ini kan adik nya harus nya kamu itu nganterin dia dong ke bandara,apa kamu gak mau ikut karena ada Andra,apa kamu masih cinta sama dia" ucap Gisel menyindir Farza.


"Maksud kak Gisel apa sih, aku gak ngerti kok kak Gisel bisa ngomong kayak gitu" ucap Farza yang akhirnya tersulut emosi.


"Ya siapa tau aja kamu itu masih gak rela kalau Andra itu menikah sama aku, aku masih melihat cinta di mata kalian saat kalian berpelukan kemarin dan itu membuat ku sakit Zaa" kata Gisel yang sudah tidak bisa menahan emosi.


"Waaah....ternyata begitu ya pandangan Kakak terhadap ku" ucap Farsa tidak percaya.


"Lagian kamu kenapa ngotot sih hah ngajakin Farza ke bandara, kamu mau nunjukin salam perpisahan kamu sama calon suami kamu itu ke Farza, apa kamu mau bikin Farza down lagi hah, kamu sadar gak sih siapa disini yang gak punya perasaan" Ucap Arjuna sudah berapi-api.


"Maksud kamu apa sih Jun ngomong gitu ke aku,kok kamu jadi belain Farza" Jawab Gisel.


"Gak Yah,biar Arjuna jelaskan siapa di sini yang gak punya perasaan" ucap nya sambil menatap tajam Gisel.


"Disini yang gak punya perasaan tu kamu, kamu sudah merebut Bang Andra dari Farza tanpa memberi mereka kesempatan untuk bersama,bahkan sebentar saja. Kamu gak tau gimana rasa nya mereka LDR selama dua tahun dan pas ada waktu bertemu, tiba-tiba mereka harus mutusin hubungan mereka saat itu juga. Apa kamu mikir sampai di situ Gisel, kamu gak tau gimana sakit nya Farza,orang yang dia cintai selama dua tahun harus dia relakan untuk menikah dengan sepupu nya,dan apa kamu juga tau gimana sakit nya Farza ketika melihat Bang Andra memasangkan cincin di jari orang lain, apa kamu pernah rasain itu Sel, gak kan,dan kamu masih menganggap Farza gak punya perasaan,siapa yang sebenarnya gak punya perasaan"ucap nya menggelengkan kepala lalu mengajak Farza pergi meninggalkan semua nya.


.


.


.


Arjuna mengajak Farza pergi ke rooftop, tempat favorit mereka berdua. Setelah sampai,Arjuna mendudukkan nya di sofa lalu memeluk nya, memeluk dalam orang yang dicintainya itu.


"Kalau kamu mau nangis, nangis saja" ucap nya dengan memeluk Farza.

__ADS_1


Farza membalas pelukan Arjuna, mengusap pelan punggung orang yang selalu mendukung nya.Setelah itu dia melonggarkan pelukan nya, menggenggam tangan Arjuna.


"Aku sudah gak papa kak, aku kan sudah bilang kemarin sakit nya cuma tinggal dikit, bisa dibilang tinggal bekas nya saja" ucap nya menatap intens Arjuna.


"Beneran..? aku gak habis pikir kenapa Gisel bisa bicara seperti itu" Arjuna berucap masih dengan emosi nya


"Sudahlah jangan di pikirin lagi ya, beneran,aku sudah gak papa kok, lagian kan sudah ada kamu di sini" Farza menunjuk dada Arjuna "Sedangkan Kak Andra hanya ada di udara" jawab nya terkekeh.


Arjuna tersenyum,tersipu malu karena Farza mengatakan sekarang dialah yang ada di dalam hatinya bukan lah Andra lagi.


"Kenapa muka nya merah gitu, bisa malu juga ya" ucap nya meledek Arjuna.


"Kamu ya... kenapa bikin aku jatuh cinta secepat ini sih" Arjuna menggelitik Farza.


"Ahahaha..... hahah ... Ampun Kak,ampun,stop Kak, geli hahaha" ucap nya tertawa.


Arjuna menghentikan tangan nya. Menatap netra mata Farza dengan tersenyum.


"Kenapa gitu banget sih lihat nya, aku colok ya" ucap Farza yang sebenar nya dia sedang gugup karena di tatap intens oleh Arjuna.


"Jahat banget" Arjuna memegang tangan Farza, mendekatkan wajah nya dan..


CUP....


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2