
Setelah menyelesaikan kegiatan nya di kamar, Farza dan Arjuna kembali turun ke bawah untuk bergabung dengan para sahabat nya.Farza dan Arjuna berjalan menuju lift, namun saat akan masuk mereka berpapasan dengan Dave yang juga akan ikut turun ke bawah.
"Dave....!? loe gak papa kan...?" tanya Arjuna dengan sedikit khawatir.
"Gak papa Ar, loe tenang aja" jawab Dave dengan sedikit tersenyum.
Mereka masuk ke dalam bersama-sama dengan Farza yang berada di tengah-tengah mereka.Ada sedikit kecanggungan dalam diri Farza kala berdekatan dengan Dave.Dia mengingat apa yang telah dia lakukan kepada Dave selama beberapa tahun ini dan itu membuatnya sangat menyesal.
Ting.....
Pintu lift terbuka mereka bertiga keluar dan langsung berjalan mendekati para sahabat nya.
"Zaa.... loe gak papa kan...?" tanya Ratu dan Farza hanya menggeleng.
"Dave loe kok udah turun aja, kenapa gak istirahat di kamar aja" ucap Doni yang juga merasa khawatir dengan keadaan Dave.
"Gue udah gak papa Don... kenapa kalian pada takut gini sih" jawab Dave dengan satai.
"Ar maafin gue karena tadi udah mukul loe" ucap Mirza berdiri menjabat tangan Arjuna.
"Iya bang, Juna juga minta maaf bang karena tadi tega nampar adik abang" jawab Arjuna membalas jabatan tangan Mirza.
"Emmm.... Zaa apa loe bisa telfon Varo lagi...?" tanya Dave membuat Farza sedikit kaget.
"Kak Dave gak marah sama aku...?" tanya Farza dengan sekilas menatap matanya.
"Ngapain aku marah sama orang yang sudah merawat anak ku, maafin aku Zaa karena dulu aku...... " ucal Dave menggantung.
"Sudahlah kak, gak perlu di bahas lagi, aku juga minta maaf atas perbuatan ku selama ini, aku gak tau kalau kakak sudah melewati hal yang paling sulit dalam hidup kakak" kata Farza dengan tulus. Sedangkan Dave hanya mengangguk dengan tersenyum lalu mereka saling menjabat tangan.Sedangkan para sahabat kepompong bisa bernafas lega dan tersenyum bahagia karena kali ini sudah tidak ada perselisihan di antara mereka.
"Zaa.... gimana,bisa gak telfon Varo sekarang...?" tanya Dave lagi kali ini dengan sedikit memohon.
"Gimana ya kak... masalah nya Boy lagi marah, dan dia kalau sudah marah lama pulih nya" jawab Farza.
"Persis dong sama bapak nya" ejek Doni melirik Arjuna dengan terkekeh.
"Su-ek loe Don"
"Ayolah Zaa, gue pingin lihat anak gue, gue sebenarnya kangen banget sama dia, gue pingin jemput dia, tapi gue takut" ucap Dave dengan sendu.
"Sebentar ya coba aku hubungi bunda" ucap Farza yang langsung menekan nomor ponsel Bunda Rose.
Tut... tut... tut...
"Hallo Assalamualaikum Zaa... ada apa sayang...?" tanya Bunda di seberang telfon.
"Bun,Livia sudah pulang belum...?"
"Belum... dia lagi main sama Zahra, Rania dan Boy, kenapa Zaa...?"
"Emmm..... Farza kangen sama Livia bun"
"Bukan nya tadi kamu sudah menghubungi Varo ya"
"Iya.. tapi tadi keputus bunda" bohong Farza.
"Ya sudah sebentar ya, bunda kasihkan ke Varo dulu"
"Iya bunda makasih"
10 detik kemudian.
"Hallo Zaa... "
"Iya bun kenapa...?"
"Varo gak mau nerima telfon dari kamu...! emang kalian ada apa...?"
"Gak papa bun, mungkin tadi karena keputus langsung jadi Boy marah deh, ya sudah bun kalau begitu Zaa tutup dulu ya, salam buat anak-anak ya bun, dan juga buat semuanya"
"Iya... kamu hati-hati di sana, semoga pekerjaan kamu cepat selesai ya"
"Iya bun makasih, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
...----------------...
"Tuh Varo lagi marah kan" ucap Farza.
"Lama Zaa kalau marah...?" tanya Dave lagi.
"Gak tau kak, tergantung yang merayu sih" ucap Farza.
__ADS_1
"Ar... loe rayu noh anak loe, siapa tau aja dia mau" ucap Aldi menyuruh Arjuna.
"Emang bisa, orang emak nya aja gak bisa apalagi gue" kata Arjuna dengan sedikit meledek Farza.
"Coba deh loe telfon dia Jun, siapa tau aja di angkat" kata Dave.
"Huft.... ya sudah bentar" Arjuna langsung menekan nomor ponsel milih anak dan juga tidak lupa mengaktifkan pengeras suara.
"Hallo... " jawab Varo.
"Hallo Boy, ini papi"
"Papi... " teriak Boy semangat sebelum akhirnya dia menutup mulutnya karena keceplosan "ups... "
"Siapa Boy...?" Arjuna mendengar suara Rania di seberang.
"Ini Daddy David" ucap Boy ngasal.
"Daddy Dav kok dipanggil Papi sama Boy..?"ucap Rania.
"Tadi Varo kepikiran papi, makanya salah panggil"
"Bisa banget ngelesnya" ucap David terkekeh karena mendengar jawaban Varo.
Rania aku mau ke kamar sama Livia ya, daddy kangen sama Livia" ucap Varo pada Rania.
"Telus Ala sama siapa dong...?"
"Kamu sama Rania sana ke kamarnya mama aja lihat Zidan"
"Ya sudah, Lani ayuk ke kamal nya Idan"
"Ya sudah ayuk"
"Livia ke kamar kakak Varo yuk" ajak Boy pada Livia dan masih di dengar oleh semua nya.
"Oteh... "
"Papi jangan dimatikan dulu telfon nya ya" ucap Boy.
"Iya... "
"Ternyata kalahnya sama bapak nya" ucap Maya terkekeh.
"Oma... Varo tidur sama Livia ya jangan diganggu" teriak Varo dari atas.
"Hallo papi"
"Iya Boy papi di sini"
"Via itu papi dek, kamu dada dong sama papi"ucap Varo sambil melambaikan tangan Livia.
"Api... api.. " celoteh Livia sehingga membuat Arjuna dan yang lain nya tersenyum.
"Pih, mamih mana...?" tanya Boy.
"Ada kok ini di samping papi"
"Kalian kapan pulang sih, Boy capek tau nungguin" ucap Boy dengan sedikit marah.
"Sabar ya, dua minggu lagi, Boy ada yang mau papi kenalin sama kamu nak" ucap Arjuna yang lalu memanggil Daniel, dan juga Dave.
"Siapa pih ...?"
"Ini kenalin namanya Daniel, dia anak nya om Doni dan tante Mira" ucap Arjuna memperkenalkan Daniel.
"Hai Varo aku Daniel" ucap Daniel sambil melambaikan tangan nya
"Hai juga" jawab Varo yang juga membalas lambaian tangan dari Daniel.
"Varo nanti kalau kita bertemu, kenalin aku sama Rania ya" ucap Daniel semangat.
"Astaga anak loe Don.... " ucap Dino menggelengkan kepalanya.
"Ponakan loe juga kan" jawab Doni.
"Kamu suka sama Rania...?" tanya Varo to the point.
"Ah kamu tau aja sih Varo, kenalin ya nanti" jawab Daniel sambil tersenyum bahagia.
"Ya bisa di atur, asal kamu mau nemenin aku main PS"
"Oke nanti aku bakal temenin kamu main PS, kan sebentar lagi kita bakal tinggal bersama"
__ADS_1
"Oh ya...?"
"Iya, tanya aja sama papi kamu"
"Beneran Pih...?" tanya Varo pada Arjuna.
"Iya, sudah ya nanti kita bicarakan lagi, sekarang papih mau ngenalin kamu sama OM Dave papa nya Livia" ucap Arjuna yang langsung membuat Varo memicingkan matanya.
"Papa...?" tanya Varo
"Iya Boy, papa kandungnya Livia" jawab Arjuna.
"Kok Boy gak tau...dan Boy juga baru denger namanya sekarang, memang kemarin kemana,kenapa gak nanyain Via,kenapa baru sekarang.....?" tanya Boy penuh selidik, membuat Arjuna bingung sendiri.
Sedangkan Farza yang mendengar anaknya penuh dengan pertanyaan hanya bisa menahan tawanya sambil sesekali mengejek Arjuna.
"Mih bantu jawab dong" ucap Arjuna sambil berbisik. Sedangkan Farza malah menggelengkan kepalanya. Dave yang berada di samping Farza langsung merebut ponsel nya dan memperlihatkan wajahnya di layar ponsel.
"Hai Boy... " ucap Dave sambil tersenyum.
"Hai... om siapa..?" tanya Boy.
"Om Dave, aku om kamu papa kandungnya Livia"
"Tapi kok Varo gak pernah lihat" tanya Varo.
"Masak sih, om saja pernah lihat kamu kok"
"Kapan...?" tanya Varo.
"Waktu pemakaman bunda" jawab Dave dengan sendu.
"Iyakah...Varo lupa"
"Tidak apa... oh ya om mau lihat Livia boleh..?" tanya Dave.
"Boleh, tapi harus ada imbalan nya" jawab Boy.Saat ini Boy sudah berada di atas kasurnya bersama Livia yang sedang bermain.
"Kamu mau minta apa nanti om turutin" ucap Dave.
"Beneran...?" ucap Boy semangat.
"Iya, sudah sekarang Via nya mana..?"
Boy pun akhirnya mengarahkan videonya pada Livia yang tengah asyik bermain.
"Dek lihat sana itu ada papanya Via" ucap Varo sambil menegak kan kepala Livia.
"Apa... " ucap Livia sambil tersenyum.
"Iya itu Apanya Livia dada dong"
"Apa... apa... api... ami... " ucap Livia dengan cadelnya sambil bertepuk tangan.
"Hallo anak papa, sehat-sehat ya sama kakak di sana, papa kangen sama kamu nak" ucap Dave menatap anaknya sambil berkaca-kaca namun dengan segera dia menghapus air di sudut matanya karena takut Varo akan marah.
"Om kangen ya sama Livia...?" tanya Boy dan Dave mengangguk.
"Kenapa gak di jemput Livia nya..?"
"Karena dulu Om sakit sayang dan baru sembuh, makanya gak bisa jemput adik Via" kali ini Farza yang menjawab.
"Oh..." Varo hanya ber oh ria.
"Ami... ami... tatak ami... ami... " celoteh Livia lagi sambil menunjuk layar ponsel.
"Hallo sayang nya mami, jadi kangen deh mami, ya sudah mami tutup dulu ya Boy, Via waktunya tidur kamu kasih Oma gih" ucap Farza yang sudah melihat Livia menguap karena ngantuk.
"Ya sudah Varo tutup ya daa mami, papi , om Assalamualaikum.
" Waalaikumsalam"
Setelah selesai Farza dan yang lain nya langsung kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....