MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 94 s2


__ADS_3

Dua minggu kemudian waktu Indonesia, semua keluarga sedang mempersiapkan acara ulang tahun Varo yang di gelar secara outdor di halaman belakang rumah Ayah Deny. Varo nampak bahagia karena di hari ulang tahun nya dia akan bertemu dengan orang yang sangat dia rindukan.


"Ye... ye... ye... na... na... na... " sambil menuruni tangga Varo terus bersenandung dengan bahagianya.


"Senang sekali anak mama hari ini" sapa Gisel yang melihat Varo bernyanyi.


"Iya dong ma, karena besok mami Varo pulang" jawab Varo yang kemudian duduk di samping Gisel yang sedang menyusui Zidan.


"Kakak ganteng lagi minum susu ya ma" tanya Varo sambil mengelus pipi tembem Zidan.


"Iya sayang, Varo sudah makan nak..?" tanya Gisel.


"Sudah ma, ma kak Rania kemana...kok Varo gak lihat..?" tanya Varo yang tidak melihat Rania.


"Di taman belakang sayang, lagi ikut nyiapin acara buat Varo besok, Varo senang gak nak..?"


"Senang dong ma, karena Varo bakalan dapat kado spesial dari Mami" jawab Varo semangat.


"Mama ikut senang kalau Varo senang" jawab Gisel tersenyum sambil mengelus kepala Varo.


"Ya sudah ma, Varo ke taman belakang ya, daa mama daa kakak ganteng cup.. muach.. " ucap Varo lalu pergi meninggalkan Gisel yang masih berada di ruang keluarga.


Varo berjalan menuju taman belakang dengan kembali bernyanyi dengan nyanyian yang entah apa artinya.



"Wah... bagusnya" Varo melihat taman belakang yang sudah di sulap sedemikian rupa. Varo memang tidak begitu menyukai desain anak-anak. Dia lebih suka desain yang sederhana tanpa pernak pernik ulang tahun.


"Oma, Opa... " sapa Varo mendekati oma Rose dan Opa Deny.


"Varo... sudah bangun sayang...?" tanya Opa Deny.


"Sudah dong Opa, Varo juga sudah mandi" jawab Varo sambil tersenyum yang mengembang.


"Varo senang gak sayang mau ketemu sama Mami...?" tanya Oma Rose.


"Senang dong oma, apalagi mami bawa kado spesial buat Varo" ucap Varo antusias.


"Ya sudah besok sama-sama kita sambut kedatangan Mami ya" ucap Oma Rose sambil membelai rambut Varo yang berwarna pirang. Entah dari mana asalnya padahal semua keluarga dan saudara sepupu Varo rambutnya berwarna hitam.


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Sedangkan di Amerika,Farza dan yang lain nya sudah bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia begitu juga dengan Willy, Billy dan Irfan, yang juga ikut serta karena ajakan dari Arjuna. Sedangkan kantor sudah di serahkan kepada kepercayaan Arjuna, Doni dan Dave.


"Sudah siap ketemu Livia,Dave...?" tanya Arjuna yang baru masuk ke ruang kerja Dave.

__ADS_1


"Siap lah Ar, masak ketemu anak sendiri gak siap" jawab Dave tersenyum miring.


"Loe sendiri siap gak ketemu bokap loe" tanya Dave balik.


"Siap lah, masak ketemu orang tua gak siap sih" jawab Arjuna yang sudah duduk di depan Dave sambil memainkan pena miliknya.


"Ya tapi kali ini loe bertemu mereka bukan hanya sebagai anak Ar" seakan tau maksud daru perkataan Dave, Arjuna hanya menyunggingkan senyumnya.


"Mereka pasti bangga sama loe Ar, apalagi bokap loe" ucap Dave menatap serius Arjuna.


"Ya sepertinya begitu Dave, dan gue udah gak sabar pingin ketemu mereka, terutama bunda dan jagoan gue"


"Baiklah kita pulang Ar, sebentar lagi kita harus berangkat ke bandara kan" ucap Dave dan di angguki oleh Arjuna.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan dan menyerahkan tanggung jawab kantor pada orang terpercaya, Dave dan Arjuna langsung pergi meninggalkan kantor dan langsung menuju bandara, karena semua sudah menunggu mereka.Dan kali ini mereka menggunakan Helikopter milik pribadi Arjuna, Dave dan Doni. Daniel sangat senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan Varo dan juga saudara yang lain nya.


"Ye... Daniel bakal ketemu Rania ya Aunty" ucap Daniel bersemangat. Membuat Doni menepuk keningnya karena perkataan Daniel.


"Gak ada hal lain apa Niel selain Rania" tanya Doni jengah.


"Gak ada pah, Daniel cuma mau ketemu Rania" jawab Daniel santai.


"Udah Don jodohin aja mereka berdua" goda Dino pada saudara kembarnya.


"Gak ada jodoh-jodohan, gue gak mau ank gue jadi korbar ke egoisan orang tua, biarin aja mereka memilih jalan masing-masing" jawab Doni dengan tegas.


Farza berjalan beriringan dengan para sahabatnya dengan dia yang di rangkul oleh Arjuna di pundaknya.Setelah sampai di depan,Farza sudah melihat Andra dari kejauhan begitu juga Andra yang sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya. Andra berjalan cepat mendekati Farza dan yang lain nya.


"Arjuna... " pekik Andra dengan keterkejutan nya.


"Apa kabar bang.. " ucap Arjuna tersenyum lalu mendekati Andra dan langsung memeluk ala pria.


"Ar... ini beneran kamu Ar... " ucap Andra tak percaya sambil memegangi lengan Arjuna.


"Iya bang ini gue Arjuna... " jawab Arjuna dengan tersenyum.


"Ya Allah... akhirnya loe pulang Ar" ucap Andra tersenyum sambil menepuk pundak Arjuna.


"Zaa... jadi kamu ke Amerika.... " ucap Andra menggantung.


"Sebenarnya Doble DA itu perusahaan milik Mas Arjuna, kak Dave sama kak Doni kak" ucap Farza yang membuat Arjuna menoleh tak percaya dengan nama panggilan baru dari istrinya.


"Jadi Ar.... kamu... "


"Iya bang, sebenarnya gue yang ngirim berkas itu,lebih tepatnya orang suruhan sih" jawab Arjuna sambil terkekeh.

__ADS_1


"Kalian benar-benar buat aku syok tau gak" kata Andra yang masih tidak percaya. Andra juga memeluk Doni dan juga Dave.


"Kamu apa kabar Dave...?" tanya Andra.


"Alhamdulillah sudah lebih baik bang" jawab Dave. Andra tau kalau Dave tidak mungkin melupakan anak kandungnya dan dia yakin kalau suatu saat dia akan menjemput Livia, dan itu sudah terbukti saat ini.


"Mir, loe juga sudah tau ini sebelumnya...?" tanya Andra, sedangkan Mirza menggelengkan kepalanya.


"Gue juga sama terkejut nya kayak loe Ndra" jawab Mirza.


"Ya audah ayuk kita pulang yang lain sudah menunggu kalian" ucap Andra.


"Bang jangan kasih tau mereka dulu ya, gue mau kasih kejutan buat mereka" kata Arjuna dan di jawab anggukan oleh Andra. Tetapi saat akan melangkah Andra menatap sosok laki-laki kecil seumuran dengan Varo.


"Eh sebentar..." ucap Andra yang langsung berjalan mendekati Daniel.


"Hai Boy... " sapa Andra lantar berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Daniel.


"Siapa nama kamu...?"


"Daniel Om" jawab Daniel sopan sambil mencium tangan Andra.


"Dia anak gue bang" jawab Doni.


"Ow... kamu ganteng kayak Varo ya" kata Andra membuat Daniel tersenyum.


"Iyakah om, kira-kira nanti Rania suka gak sama Niel" kata Daniel yang langsung membuat Andra tersentak kaget, pasalnya di menyebut nama anak nya.


"Dia naksir sama anak loe bang" jawab Doni terlebih dahulu sebelum di tanya. Membuat Andra langsung tertawa renyah.


"Jadi kamu suka sama anak Om ya" tanya Andra dan Daniel langsung mengangguk dengan PD nya.


"Baiklah mari kita bertemu Rania Boy, pasti dia senang punya teman seperti kamu" imbuhnya dengan langsung menggandeng tangan Daniel. Dan pada akhirnya mereka semua pulang bersama menuju rumah orang tua Arjuna.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2