
Waktu berlalu begitu cepat, begitu juga dengan kehidupan manusia. Kini usia Varo sudah menginjak 7 tahun dan dia juga sudah masuk sekolah dasar. Hampir setiap hari rumah Arjuna dan Farza ramai dengan adanya anak kecil. Setiap hari Varo selalu mengajak saudaranya bermain di rumahnya. Kini Arjuna, Dave dan Doni telah memimpin perusahaan mereka masing-masing.Tempat perusahaan mereka pun berdekatan bisa di katakan sejajar. Sedangkan perusahaan milik Ayah Deny sudah sepenuhnya di pegang oleh Andra.
Farza memutuskan berhenti dari pekerjaan nya dan lebih memilih fokus untuk mengurus keluarganya. Dia juga membuka usaha toko kue bersama dengan Mira. Namun mereka berdua hanya menjadi pengawas, karena tugas sepenuhnya sudah di berikan kepada orang terpercaya.
Hari ini adalah hari dan tanggal di mana Arjuna di lahir kan. Farza mengadakan makan malam bersama keluarga besarnya hanya untuk sekedar merayakan ulang tahun sang suami.Roftop di rumah Farza sudah di desain sedemikian rupa agar terlihat sempurna untuk makan malam nanti.
"Kamu lagi apa...?" Arjuna tiba-tiba memeluk Farza dari belakang. Saat ini Farza tengah menikmati pemandangan dari atas roftop rumahnya.Jangan tanyakan Varo di mana, karena hari ini Varo memilih bermain di rumah Daniel.
"Lagi menikmati pemandangan aja, Mas kok tau aku di sini..?" tanya Farza.
"Tadi di kasih tau sama bibik" Arjuna membalik kan badan sang istri sehingga kali ini sudah berada di hadapan nya. Memeluk mesra pinggang sang istri sambil menatapnya dengan tersenyum bahagia.
"Makasih ya untuk semua yang sudah kamu berikan sama aku" ucap Arjuna sambil membelai rambut Farza.
"Apasih... sudah jadi tugas aku kan sebagai istri, harus selalu berada di samping kamu mau susah atau pun senang" jawab Farza dengan menempelkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"I LOVE YOU sayang" ucap Arjuna memeluk erat istrinya.
"Love you too" jawab Farza.
"Masuk yuk dingin,nanti kamu masuk angin lagi" Ajak Arjuna dan Farza pun mengangguk.
"Varo di mana yank...?"
"Di rumahnya Daniel"
"Huh.... jadi sepi deh kalau Varo sudah gak ada di rumah" ucap Arjuna sambil merebahkan tubuhnya di ranjang. Farza hanya tersenyum sambil menatap sang suami.
"Seandainya Varo punya adik pasti dia betah deh tuh di rumah" ucap Arjuna sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Sabar ya.... " ucap Farza sambil menyisir rambut suaminya dengan tangan nya.
"Emmm..... gimana kalau kita berusaha lagi yank...?" kata Arjuna sambil tersenyum penuh arti dan langsung menindih sang istri dan memulai ritual ranjangnya.
"Pelan-pelan ya, perut ku agak sakit kalau kamu terlalu kasar" ucapan Farza membuat Arjuna sedikit terkejut.
"Hah....!!! perut kamu sakit yank...tapi gak kenapa-napa kan...?" tanya Arjuna sedikit khawatir
"Iya gak papa kok... makanya jangan kasar-kasar"
"Iya deh aku bakal pelan-pelan" jawab Arjuna lalu melanjutkan aksinya lagi hingga menjelang malam tiba.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
"Papi.... mami.... " teriak Varo sambil menggedor pintu kamar orang tuanya, membuat Arjuna membuka matanya dan langsung turun dari tempat tidurnya tanpa memakai baju. Hanya berbalut celana boxer yang baru dia pakai.
Ceklek...
"Apa Boy .... " ucap Arjuna menatap anak nya yang sudah rapi dengan kemeja warna navy dengan di padukan celana jens panjang.
"Sudah sore pih, sebentar lagi kan acara papi di mulai" ucap Varo sambil menyembulkan kepalanya ke dalam kamar, melihat mami nya yang masih tertidur pulas.
"Mami masih tidur ya pi...? " tanya Varo dan di jawab anggukan oleh Arjuna.
"Ya sudah kamu tunggu di bawah sana, papi mau mandi sama bangunin mami dulu"
"Okeh... " jawab Varo mengangkat jempolnya dan langsung pergi dari kamar papi nya.
Arjuna kembali masuk ke kamarnya dan langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah lengket karena pertarungan nya dengan sang istri siang tadi. Setelah selesai mandi dia langsung membangunkan istrinya yang masih tertidur pulang.
"Mami... bangun sayang, udah sore" ucap Arjuna sambil mengelus pipi Farza.Farza menggeliat dan langsung membuka matanya. Di lihatnya suaminya yang sudah rapi dengan kemeja yang senada dengan yang di pakai Varo.
__ADS_1
"Sudah rapi...?" ucap Farza sambil bangun dari tidurnya.
"Iya... anak kamu bangunin kita tadi, nyuruh kita siap-siap" jawab Arjuna dan Farza hanya tersenyum.
"Ya sudah aku mandi dulu ya"
"Yank, kamu kok pucat sih, sakit...?" tanya Arjuna yang melihat istrinya seperti tidak bertenaga.
"Gak papa kok mungkin karena bang--" Farza turun dari tempat tidurnya dan langsung lari menuju kamar mandi sambil memegangi mulutnya. Jangan lupakan keadaan nya yang masih telanjang,dan hanya berbalut selimut tidurnya.Melihat istrinya lari membuat Arjuna panik dan ikut menyusul sang istri.
"Hoek... hoek... " Farza memuntahkan seluruh isi perutnya yang hanya mengeluarkan cairan berwarna kuning.
"Sayang kamu kenapa...? kok bisa kayak gini sih" ucap Arjuna panik sambil memijat tengkuk Farza.
"hoek... hoek... hoek... " Farza masih mengeluarkan isi perutnya tanpa menjawab pertanyaan suaminya.
"Kita ke rumah sakit ya Zaa" ucap Arjuna dan di jawab gelengan oleh Farza.
"Aku gak papa Mas, mungkin cuma masuk angin aja" ucap Farza sambil mengelap mulutnya.
"Sudah kamu keluar sana, aku mau mandi dulu" ucap Farza sambil mendorong lengan Arjuna.
"Beneran gak papa....?"
"Iya mas, sudah sana kasian anak nya sudah nungguin sendirian" ucapnya lagi.
"Ya sudah aku tunggu di bawah ya, kalau ada apa-apa kami panggil aku ya"
"Iya... "
Akhirnya Farza melalukan ritualnya di kamar mandi. Dan Arjuna memutuskan pergi ke bawah menyusul Varo yang sudah di temani para saudara dan sahabatnya, siapa lagi kalau bukan anak Doni, Dino, Dave,David dan juga Aldi.
"Mama.... Bunda... " Sapa Farza pada Mama Maya dan Bunda Rose.
Mama dan Bunda Rose menoleh, melihat Farza yang sudah rapi dengan gaun yang berwarna senada dengan Arjuna dan Varo.
"Kok gak langsung ke atas sih Ma, Bunda... yang lain di mana...?" Tanya Farza.
"Sudah ke atas semua sayang" Jawab sang Bunda.
"Owh.... " Jawab nya dengan mengangguk kan kepalanya.
"Zaa kamu sakit...?" tanya Gisel.
"Hah... enggak kok kak, emang kenapa...?" Tanya Farza bingung.
"Kamu kelihatan pucat banget Zaa, kamu sakit...?" kali ini bukan Gisel yang bertanya, melainkan Mira.
"Aku gak papa kok, ya sudah kita ke atas yuk kasian yang lain pasti udah nungguin" Ajak Farza yang langsung berdiri.
"Loe sih lama, ngapain aja sih" Tanya Maya dengan sedikit menggoda.
"Ya elah May, kayak gak pernah ngerasain aja" jawab Naina terkekeh.
"Gimana keadaan kamu sama baby kamu Nai" tanya Farza. Ya, di tahun ini Naina, dan Maya tengah hamil anak ke dua mereka, sedangkan Gisel hamil anak ke tiganya.Dan itu membuat mereka senang, karena bisa hamil berbarengan.
"Alhamdulillah baik kok Zaa" ucap Naina sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Enak ya bisa hamil barengan gitu kalian" ucap Mira dengan tersenyum.
"Kita doain biar kak Mira cepat hamil juga jadi bisa bareng deh" Ungkap Maha tulus.Dan di amini oleh semua.
__ADS_1
Setelah sampai atas,acara pun di mulai. Tak ada yang istimewa, hanya doa yang di panjatkan oleh keluarga untuk kesuksesan Arjuna dan juga seluruh keluarganya. Setelah selesai berdoa mereka semua langsung makan malam bersama-sama sambil sesekali berbincang-bincang.
Setelah selesai masih di tempat yang sama, di roftop atas Arjuna dan yang lain masih memutuskan untuk berbincang-bincang. Sedangkan anak-anak lain nya sibuk bermain dengan sendirinya.
"Papi... " Panggil Varo pada papinya, membuat atensi seluruh keluarga pun tertuju pada nya.
"Iya nak ada apa...?" Jawab Arjuna menoleh pada Varo.
Varo mendekati Arjuna sambil membawa sebuah kotak kecil. Dia langsung duduk di pangkuan sang Papi.
"Ini buat Papi.... " Ucap Varo sambil memberikan kotak tersebut.
"Apa ini Boy...?" tanya Arjuna sambil memicingkan matanya.
"Gak tau, itu dari mami" jawab Varo singkat. Arjuna menatap seseorang yang berada di sampingnya sambil tersenyum bahagia.
"Apa ini yank...?" tanya Arjuna sekali lagi.
"Buka aja" jawab Farza. Arjuna pun mulai membuka kotak yang berbentuk persegi panjang tersebut. Tetapi sebelum di buka Arjuna sempat menggoyang kan kotak tersebut sambil berfikir tentang isi di dalamnya.Setelah di buka Arjuna sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam kotak itu. Dia mendelik tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
"Yank.... ini... " ungkap Arjuna tak percaya sambil menoleh pada istrinya yang sudah tersenyum bahagia.
"Apaan sih isinya Ar...?" tanya Gisel yang juga penasaran.Dengan tangan yang gemetar, Arjuna mengambil isi kotak tersebut dan di lihatnya sekali lagi.
"Zaa.... kamu hamil...?" tanya Gisel kaget begitu juga dengan yang lain nya menatapnya dengan bahagia. Sedangkan Farza langsung mengangguk, membuat semuanya senang dan langsung memberi selamat pada Farza.Arjuna yang begitu bahagia karena di hari ulang tahun nya mendapat hadiah yang sangat istimewa dari sang istri langsung memeluk Farza dengan erat sambil menghapus jejak ari di sudut matanya.
"Makasih sayang.... ini adalah kado teristimewa buat aku" ucap Arjuna sambil mencium pucuk kepala Farza berkali-berkali.
"Iya... sama-sama" jawab Farza sambil mengelus punggung suaminya.
"Boy kamu mau punya adik Nak" Ucap Arjuna senang sambil memeluk anak pertamanya yang sebentar lagi akan menjadi kakak.
"Serius.... beneran pi, Boy mau punya adik...?" tanya Varo antusias.
"Iya sayang di perut mami ada dedek bayinya" Jawab Arjuna. Membuat Boy langsung girang.
"Yeyeye.... aku mau jadi kakak... yeyeye" Boy berteriak kesenangan karena sebentar lagi akan memiliki adik.
"Selamat ya sayang, jaga baik-baik ya kandungan kamu, jangan terlalu capek, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi Mama dan Bunda ya" ucap Mama Maya sambil memeluk Farza.
"Iya Ma, makasih ya selalu ada buat Farza"
"Iya sayang sama-sama"
"Zaa.... akhirnya kita barengan hamilnya, seneng deh" ucap Ratu kegirangan dan langsung memeluk sahabat sekaligus adik iparnya.
Semuanya pun tersenyum bahagia karena tahun ini mereka hamil berbarengan. Kecuali Mira yang sedikit bersedih, pasalnya semenjak kejadian beberapa tahun silam, membuatnya menjadi susah untuk hamil. Tetapi tak mengurungkan semangatnya untuk memiliki anak lagi. Mira dan Doni selalu berdoa dan terus berusaha agar bisa memiliki anak lagi. Karena kata dokter masih besar peluang untuk Mira bisa hamil lagi.
.
.
.
.
.
...Bersambung........
__ADS_1