MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 17


__ADS_3

Setelah melewati jalanan kota Jakarta, Andra dan Gisel sampai di sebuah warung pecel langganan Andra, warung makan kecil tapi rasa makan nya tidaklah mengecewakan.


Andra memarkirkan mobilnya di depan warung. Sebelum dia turun dia sempat melihat dari dalam mobil, mengingat dulu setiap pulang pasti akan pergi ke sini bersama Farza.


"Kenapa kak" tanya Gisel yang melihat Andra melamun


"Ah... gak papa, udah turun yuk" ajak nya membuka pintu mobil dan turun.


Mereka pun masuk ke dalam warung tersebut. Andra langsung memesan 2 porsi pecel ayam. Sambil menunggu pesanan datang mereka berdua saling berbicara. Gisel yang cantik dengan riasan yang sederhana dan rambut yang di kuncir kuda membuat nya menjadi pusat perhatian pembeli di sana.


"Mbak,baru pertama kali kesini ya" tanya pembeli laki-laki yang berada di sebelah nya.


"Iya mas" jawab nya halus.


"Mbak cantik banget,boleh minta nomer wa nya gak" goda pembeli lain.


Andra yang geram meliha tnya langsung menyuruh Gisel bertukar tempat dengan nya.


"Sel tukar tempat" ucapnya tegas, membuat Gisel takut.


"I.. iya mas" jawab Gisel spontan memanggil Andra dengan sebutan mas.


Pembeli disebelah Gisel tak gentar, walaupun sudah berpindah tempat dia masih saja menggoda Gisel.


"Yah... mbak kok pindah sih, kan belum kenalan" ucap nya berani berbicara padahal sekarang dia berada di sebelah Andra.


Gisel yang takut dengan tatapan tajam Andra hanya diam dan tidak berani menjawab.


"Mas itu adek nya ya, kenalin dong" ucap pembeli yang tadi menggoda Gisel.


"Kenapa kamu pengen kenalan sama dia" tanya Andra dingin.


"Abis nya dia cantik mas" ucap pemuda itu sambil menatap Gisel dengan senyum nakal nya.


"Dia Istri saya, mau kamu kenalan sama dia" ucap Andra yang membuat Gisel langsung terbengong, pasal nya Andra dengan terang-terangan mengatakan kalau Gisel itu istri nya bukan calon tunangan nya.


"Ya ma-" ucapan nya terhenti "Istri, di dia istri nya mas" tanya pemuda tadi terbata.


"Iya,dia istri saya dan dia sedang hamil anak saya" tatapan Andra yang tajam membuat nyali pemuda itu menciut dan pergi menjauh tanpa mengucapkan sepatah kata.


#A******pa dia sudah bisa menerimaku ya, huft posesif banget******# Gumamnya dalam hati Gisel


Pesanan mereka akhirbnya datang dan mereka berdua langsung memakan nya tanpa berbicara lagi.


.

__ADS_1


.


.


Di sekolah,di sebuah kantin, Farza dan teman-teman nya sedang berkumpul bersama. Maya yang dari awal sudah mengagumi Arjuna dengan berani mengajak nya pulang berdua.


"Kak Juna nanti aku pulang nebeng kakak ya" ucap Maya PD.


"Maaf aku gak bisa" jawab nya sewot.


"Kenapa..?" tanya Maya pura-pura sedih.


"Gak papa, aku gak suka aja" jawab nya dingin dan Maya hanya diam saja.


Arjuna tiba-tiba berdiri dan pergi meninggalkan teman-teman nya yang masih berada di kantin.


"Mau kemana Ar" tanya David yang melihat nya melangkah pergi.


"Kelas" jawab Arjuna tegas.


Setelah kepergian Arjuna....


"Zaa kak Juna kenapa sih" tanya Ratu.


"Juna sekarang berubah" ucap Ahmad tiba-tiba.


"Berubah gimana Mad, jadi ironman gitu" ucap Doni ngasal.


"Dasar dudul" Dino menimpali sambil memukul kepala Doni.


"Dia lebih pendiam dan gak slengek an kayak dulu lagi" ucap David.


"Sudahlah biarkan saja, lagi ada masalah kali dia" ucap Ahmad lalu berdiri "Ayuk balik kelas bel sudah bunyi ni" tambah nya lagi dan mengajak semua nya kembali ke kelas masing-masing.


.


.


.


Di parkiran sekolah,saat ini Arjuna sedang menunggu Farza keluar dari kelas nya. Bel pulang sudah berbunyi semua siswa berhamburan meninggalkan kelas masing-masing.


Arjuna yang mendadak di landa pusing dengan buru-buru langsung lari menuju mobil nya. Dia ingin mengistirahatkan kepala nya sambil menunggu Farza keluar dari kelas.


Sedangkan di kelas, Farza yang sedang membereskan buku nya mendengar notifikasi di hape,dia pun langsung membukanya.

__ADS_1


📩 Arjuna


Yang q tunggu di mobil ya cepetan.


📩 Me


Iya bentar lagi keluar.


Isi pesan singkat Arjuna mampu membuat Farza tersenyum malu, karena Arjuna sudah memanggil nya dengan sebutan sayang.


Setelah membereskan buku,Farza lalu pergi menuju parkiran menemui Arjuna yang sudah menunggu nya.


"Guys gue duluan ya,Ka Juna sudah nungguin" pamit nya pada teman-teman nya.


"Lho elo pulang bareng Kak Juna Zaa" tanya Ratu.


"Iya.... udah ya bye👋 kalian hati-hati ya pulangbnya" ucap nya lalu pergi meninggalkan teman-teman nya.


Sampai parkiran Farza langsung masuk mobil milik Arjuna. Di liatnya Arjuna sedang memegangi kepala nya sambil menutup mata.


"Kak Juna kenapa..?" tanya Farza khawatir.


"Aku pusing Zaa, pulang ke rumah ku ya Zaa, aku udah gak tahan" ucap nya lemas.


"Sini aku aja yang nyetir" Farza menawarkan diri nya.


"Emang kamu bisa" tanya Arjuna menoleh.


"Bisa lah, sudah ayo" ucap nya kemudian keluar mobil dan berpindah ke kursi kemudi,sedangkan Arjuna berpindah di kursi belakang.


Farza mengemudikan mobil Arjuna dengan hati-hati. Melewati jalanan panjang kota Jakarta. Sejak duduk di bangku SMA Farza memang sudah bisa mengemudikan mobil, hanya saja di tak mau membawa mobil sendiri.


Sambil mengemudikan mobil nya,sesekali Farza melihat Arjuna yang tertidur pulas di jok belakang dari kaca spion depan.


"Kak Juna kenapa ya..? kok aku khawatir banget" gumamnya pelan.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2