
Farza terbangun dari tidurnya karena bunyi alarm ponselnya.
"Akh... " rintihannya karena merasa sangat pusing "kenapa aku pusing banget ya" ucapnya lagi lalu melihat kamarnya yang sudah berantakan dengan baju yang sudah berserakan di mana-mana. Dia beralih melihat dirinya yang tidak memakai apapun.
"A... apa yang sudah aku lakukan" ucapnya mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya dan Arjuna. Dengan bergetar Farza langsung menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Duduk bersandar dengan mata yang sudah berair.
"Hiks... hiks... hiks.. " Farza mulai menangis dan terus menangis hingga membuat Arjuna terbangun dari tidurnya.
"Zaa... " panggilnya kaget karena melihat Farza yang sudah menangis.
"Zaa... kamu kenapa sayang" tanya Arjuna yang langsung mendekap Farza.
"Farza hanya diam tanpa membalas pelukan Arjuna. Dia terus menangis dan menangis sampai akhirnya dia tersadar dan langsung mendorong kasar Arjuna.
" MENJAUH DARIKU...!!! JAHAT... KAMU JAHAT... KAMU JAHAT" ucapnya berteriak sambil menangis.
"Zaa... maafin aku Zaa"
"AKU MEMBENCIMU ARJUNA... AKU MEMBENCIMU HIKS... kamu sudah melakukan nya kak... aku membencimu hiks... huuuuwaaaa"
Karena kamar Farza kedap suara jadi tak ada seorang pun yang tau teriakan dan tangisan nya.
Farza berlari ke kamar mandi dan langsung menguncinya. Menyalakan shower dan terus menangis di bawah guyuran air.
"Hiks... kenapa kamu setega itu kak hiks... "
Cukup lama Farza berada di kamar mandi. Sedangkan di luar Arjuna merasa sangat kalut.
"Arggkh.. " teriak Arjuna dengan frustasi "Apa yang udah loe lakuin Jun... loe bodoh bener-bener bodoh Jun" ucapnya dengan memukul tembok.
Farza keluar dari kamar mandi hanya diam saja. Dia kemudian mengganti bajunya. Arjuna beralih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga.
"Zaa... " panggil Arjuna setelah dia selesai dari kamar mandi dan mengganti bajunya, Arjuna mendekati Farza yang sedang duduk di ujung tepian ranjangnya.
"Zaa maafin aku" Ucap nya lagi, kali ini Arjuna bersujud di bawah Farza sambil menggenggam tangan kekasihnya.
"Kenapa kamu melakukan nya...?" tanya Farza
"Maafkan aku... aku khilaf Zaa" ucapnya dengan penuh penyesalan.
"Tinggalkan aku" ucap Farza tiba-tiba membuat Arjuna tersentak dan lalu mendongak menatap Farza"
"Kamu ngomong apa sih Zaa, aku gak mungkin ninggalin kamu, aku akan menikahi kamu, mari kita menikah" ucap Arjuna memohon sekali lagi.
"Aku gak mau menikah denganmu, aku membencimu, tinggal kan aku atau aku yang akan meninggalkanmu" kini Farza sudah menitikan air matanya
"Zaa... "Arjuna hendak memeluk Farza tapi di tahan nya.
__ADS_1
" Jangan mendekatiku kak aku mohon hiks... menjauh lah dari ku hiks... hiks... hiks... " suara Farza kini melemah.
Dengan penuh penyesalan akhirnya Arjuna pergi meninggalkan Farza dengan menunduk kan kepalanya. Sedangkan Farza terus menangis dan menangis.
#batin Farza#
Kenapa semua ini terjadi hiks... aku sangat mencintaimu namun rasa kecewaku sungguh besar hingga mengalahkan rasa cintamu padaku hiks...
...----------------...
Arjuna turun kebawah menemui Ayah nya dan Papa Farza yang kebetulan sedang bersantai di ruang tengah.
"Pa... Ayah... " Sapa Arjuna kemudian duduk.
"Arjuna... " balas Ayahnya
"Farza mana Jun" tanya Papa Farza.
"Farza di kamar Pa" jawab Arjuna lesu.
"Ada apa..? ada yang ingin kamu sampaikan kak..?" tanya Ayah Arjuna yang bisa menebak gelagat anaknya.
Tanpa pikir panjang, Arjuna langung berjongkok diantara keduanya, menunduk kan kepalanya.
"Maafin Arjuna yah... maafin Arjuna pa" ucapnya penuh penyesalan.
"Kau sudah melakukan nya kak..?" tanya Ayahnya dan dijawab anggukan saja oleh Arjuna.
"Lalu...?" tanya Ayahnya lagi.
"Farza ingin Arjuna meninggalkan nya yah, tapi Arjuna gak mau, Arjuna akan menikahinya, Arjuna sangat mencintainya Yah, maaf kan Arjuna" ucapnya lagi.
"Lalu tinggalkan saja dia" tiba-tiba papa Farza bersuara, membuat Arjuna langsung mendongak dan Ayah Arjuna menoleh pada adiknya.
"Maksud kamu apa Fir" tanya Deny pada adik nya.
"Gak yah Juna gak akan pernah ninggalin dia" jawab Arjuna tegas.
"Tinggalkan dia setelah kalian menikah, papa tau ini sulit untuk mu tapi kamu harus melakukan nya nak"
"Tapi kenapa Juna harus meninggalkan nya pah..?"
"Farza sangat keras kepala, kalau sudah seperti ini dia gak akan pernah melihat cinta, di matanya hanya rasa benci dan kecewa,tapi nanti seiring berjalan nya waktu dia akan menyadari kesalahan nya, kalau kamu tetap di sini yang ada dia akan terus membencimu tanpa menyadari kesalahan nya"
"Turuti saja apa kata papah kamu kak mungkin ini yang terbaik untuk kalian ke depan nya"
"Tapi berapa lama Juna harus meninggalkan nya pah..?" tanya Arjuna.
__ADS_1
"Selama mungkin hingga Farza sendiri yang memintamu untuk kembali" jawab Firman.
"Kamu tenang saja kami akan menjaganya di sini" Deny menepuk pundak anak nya, berusaha memberinya kekuatan.
"Huuh.... baiklah kalau itu yang terbaik" Ucapnya sudah pasrah.
...----------------...
Malam harinya semua keluarga sudah berkumpul di meja makan begitu juga dengan Arjuna dan Farza. Namu mereka sama-sama diam. Di sana juga sudah ada Ratu yang tadi datang bersama Mirza. Sebelumnya papa dan ayah Arjuna sudah menceritakan semua yang terjadi pada Farza dan Arjuna.
"Kak katanya ada yang mau di omongin...?" tanya Mama Maya mengawali pembicaraan.
"Ah iya... jadi rencananya Mirza mau melamar dan menikahi Ratu dalam waktu dekat" ucap Mirza menatap semua keluarganya satu persatu.
"Ratu emang mau sama anak Mama..?" tanya Mamanya mencoba menggoda Ratu
"Hah... " Ratu merasa terkejut dengan pertanyaan orang tua Mirza.
"Mama.... kenapa ngomongnya gitu sih" Ucap Mirza dengan kesal
"Ya kan mama cuma mau nanya ada gak salah dong"
"Lalu rencana nikahnya kapan kak" kini giliran sang papa yang bertanya.
"Ya mungkin 1 atau 2 bulan lagi Pa" jawab Mirza.
"Hmmm.... " jawab Papanya dengan mengangguk kan kepalanya.
"Lalu Juna kapan..?" tanya Deny pada anak nya
"Seminggu lagi yah" jawab Arjuna singkat.
Farza mengehentikan makan nya saat mendengar perkataan Arjuna. Sekarang yang ada dalam dirinya hanyalah kebencian nya saja terhadap Arjuna. Farza menghentikan makan nya dan langsung meninggalkan meja makan tanpa mengeluarkan suaranya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1