
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun. Setelah setahun akhirnya Farza pun juga lulus sekolah dengan nilai terbaik begitu juga dengan teman-temannya. Setelah acara pelepasan siswa selesai Farza dan teman-teman nya berfoto bersama.
"Huft.... akhirnya kita lulus juga, dan sebentar lagi kita bakalan jadi mahasiswa" ucap Audy
"Selamat ya buat kalian semuanya" ucap Mira.
"Makasih ya kak Mira udah mau datang di acara wisuda kita" ucap Farza.
"Iya Zaa sama-sama lagian keluarga gue di sini kan cuma kalian, ya gak mungkin lah gue ngelewatin acara spesial kalian"
Setelah acara selesai semua nya pun pulang ke rumah masing-masing. Dan malam nya Farza dan keluarga nya mengadakan makan malam di sebuah hotel di Jakarta.
"Selamat ya adik ku tersayang.... akhirnya lulus juga" ucap Mirza memeluk adik nya.
"Curang...kenapa kalian baru datang sih... " ucap Farza melepas pelukan kakak nya dengan cemberut.
"Tanya aja sama kakak kamu yang satunya itu kenapa kita terlambat" jawab Mirza dengan menu juk Andra.
Dengan membawa sebuket bunga Andra mendekati Farza dan langsung memeluk adik kesayangannya.
"Selamat ya akhirnya kamu lulus juga dan sebentar lagi bakal jadi mahasiswa" ucap Andra lalu melepas pelukannya dan memberikan buket bunga pada Farza.
"Makasih ya kak, tapi kenapa kalian baru datang sih"
"Iya maaf ya kita baru sampai katera semalam Gisel masuk rumah sakit" jawab Andra membuat Farza terkejut.
"Hah...!! kok bisa sih, emang kak Gisel sakit apa kak..?" tanya Farza.
"Biasa Zaa hamil muda mual-mual terus sampai kurus tu anak..kasian " kini Mirza yang malah menjawab.
"Beneran...?kak Gisel hamil.. berarti bentar lagi aku punya ponakan dong" ucap Farza dengan senang.
"Iya Zaa" jawab Gisel tersenyum.
Farza pun mendekati Gisel dan langsung memeluknya dengan tersenyum.
"Selamat ya kakak... akhirnya yang ditunggu-tunggu jadi juga... si Andra junior"
"Iya makasih ya Zaa, doain ya biar dia gak rewel dan lancar semuanya"
"Pasti dong"
Setelah acara makan malam dan setelah keluarga nya pulang, Arjuna mengajak Farza jalan-jalan di sebuah taman kota.
"Kita mau kemana sih kak...?" tanya Arjuna.
"Mau jalan-jalan aja aku kangen sama kamu yank, kita kan sekarang jarang banget ketemu"
"Ya kan sekarang kamu sibuk kak, apalagi kamu anggota BEM kan dan sebentar lagi kamu pasti bakal sibuk-sibuknya malahan"
"Iya... nanti kalau di kampus kamu juga harus hati-hati ya yank, kan aku gak bisa selalu sama kamu, jadi kamu harus bisa jaga diri kamu sendiri kalau misalkan ada yang gangguin kamu"
Farza tersenyum dan menjawab " kamu tenang aja kan aku jago bela diri jadi Insya Allah aku bakalan jaga diri aku dari buaya-buaya kampus"
"Pinter nya pacar juna" ucap Arjuna mengelus rambut Farza.
...----------------...
Tak berapa lama akhirnya mereka berdua pun sampai. Arjuna dan Farza berjalan mengelilingi taman dengan bergandengan tangan.
"Tumben sepi ya" ucap Farza.
"Mungkin karena tadi cuacanya agak mendung yank makanya jadi sepi"
"Iya kali ya...."
Dengan bergandengan tangan, mereka terus berjalan mengelilingi taman kota yang memang sangat luas. Dan setelah dirasa capek Arjuna dan Farza duduk di salah satu bangku taman.
Setelah duduk Arjuna terus saja menatap wajah calon istrinya tersebut dengan tersenyum.
"Ngapain sih mandangin aku terus"
"Kamu cantik yank"
__ADS_1
"Udah dari dulu... aku tau itu" ucapnlnya dengan tersenyum.
"Narsis abiz.... " Arjuna mencubit hidung mancung Farza
"Ih... kakak sakit lah" jawabnya mengeluh dengan manja.
"Aku punya sesuatu buat kamu yank"
"Apa..? mana...?!" ucap Farza dengan kedua telapak tangan yang sudah mengadah kedepan
Arjuna pun memberikan sebuah kotak perhiasan berwarna merah kepada Farza.
"Ini apa..?" tanya Farza.
"Buka dong"
Farza pun membuka kotak perhiasan tersebut, dilihatnya sebuah kalung berinisial A dan juga cincin berinisial F.
"Ini buat aku yank...?" tanya Farza tnpa mengalihkan pandangannya.
"Iya dong, selama kita pacaran kan aku belum pernah ngasih kamu apa-apa, jadi tadi sengaja aku beli ini buat kamu.Gimana kamu suka gak..?" jawab Arjuna dengan merapikan rambut kekasihnya.
"Suka.... suka banget malahan" jawabnya tersenyum "Makasih ya...aku sayang kamu"tambahnya lagi dengan langsung memeluk Arjuna.
"Iya sayang, aku juga sayang sama kamu, sini aku pakein" ucap Arjuna melepas pelukan nya dan langsung memakaikan kalung pemberian nya.
"Cantik gak..?" tanya Farza.
"Pasti cantik dong yank, pacarnya Juna gitu loh"
Cup....
Arjuna mencium kening Farzana dengan penuh sayang. Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang karena Farza ingin menginap di rumah Arjuna.
...----------------...
...----------------...
"Kenapa sih kita gak kasih tau anak-anak aja tentang hubungan kita" tanya nya pada pacar cowok nya.
"Gak bisa yank.... aku gak suka ngumbar hubungan aku sama seseorang, kalau memang nantinya tau biar mereka tau dengan sendirinya tanpa kita kasih tau" jawab nya santai sambil memainkan game di hp nya
"Tapi sampai kapan....?" tanya nya lagi dengan lesu.
"Ya sampai mereka tau sendiri" jawab nya lagi.
"Huft.... ya sudahlah serah kamu saja Don, aku udah capek bujukin kamu terus" ucapnya kali ini dengan kesal lalu pergi ke kamarnya.
"Mir...Mira... jangan marah dong yank" teriak Doni pada Mira yang berlalu meninggalkannya.
Doni pergi menyusul Mira yang sedang kesal padanya.
Ceklek....
Doni membuka pintu kamar Mira, di lihatnya orang yang selama ini menjalin hubungan dengannya sedang melipat tangan nya di dada sambil memajukan bibirnya.
Doni tersenyum melihat Mira yang selalu marah setiap kali membahas hubungan yang mereka sembunyikan. Doni mendekatinya, duduk di bibir kasur tepat di depan Mira yang sedang marah padanya.
"Udah donk jangan marah yank, kamu jelek kalau marah"
"Bo-do" jawab nya cuek.
Cup....
Cup....
Doni mencium bibir dan kening Mira. Kemudian memeluknya dengan erat. Sedangkan Mira masih tetap di posisi nya tanpa membalas pelukan Doni.
"Aku sayang kamu Mir, udah dong ya jangan marah aku gak kuat kalau harus kamu cuekin" ucap Doni.
__ADS_1
"Gak sadar sendirinya nyuekin aku" gumam nya pelan tapi bisa di dengar Doni.
"Itu kan beda yank, aku cuek nya kan kalau di kampus aja, tapi kan aku masih perhatian sama kmu sayang"
"Perhatian dari mananya, kamu itu beda banget ya sama saudara kamu, Dino romantis banget kalau sama Audy, andai aku punya pacar seperti dia, pasti aku bahagia" ucap Mira spontan.
Mendengar perkataan Mira, Doni langsung melepas pelukannya dan pergi begitu saja meninggalkan Mira.
"Eh... yank kamu mau kemana..?" tanya Mira yang melihat Doni pergi dari kamarnya.
Brakkk....
Doni menutup pintu kamar dengan kasar, membuat Mira terkejut.
"Astagfirullah... " ucap Mira sambil memegang dada nya.
"Kenapa dia..?apa aku salah ucap ya..?ah sudahlah nanti saja, aku susulin dia aja lah"
Mira beranjak dari ranjangnya lalu pergi keluar menyusul Doni, namun saat sudah di bawah Mira tak menemukan Doni.
"Apa dia pulang ya..? tapi kok gak pamit sih" ucapnya kesal.
Ting.....
Sebuah pesan masuk.
π Cintaπ
Aku pulang.
π Me
Ih... kok gak pamit dulu sihπ€
π Cintaπ
Kan ini udah pamit...
***π Me
Gak gitu.... kan biasanya sebelum pulang kamu kiss aku dulu lah ini enggak.. kenapa sih..? apa aku ada salah sama kamu ππ
π Cintaπ
Gak ada kok, udah ya aku lagi nyetir,kamu bobok ya udah malam,kan besok ada kelas pagi,Besok aku jemput.
π Me
Iya... yasudah kamu hati-hati ya...
AKU SAYANG KAMU...
always.... πππ***
π Cintaπ
ππππ₯°π₯°
Mira tersenyum mendapat balasan emoticon cium dari Doni.
"Entah kenapa meskipun kamu sedingin salju aku tetap sayang sama kamu Don" ucapnya tersenyum lalu pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1