MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 95 s2


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, akhirnya mereka semua sampai di depan pintu rumah Arjuna. Arjuna dan Farza turun dari mobil nya di ikuti oleh Mirza dan yang lain nya sambil membawa kado untuk Varo. Sedangkan Mira membawa kue untuk Daniel.


"Ayuk kita masuk, pasti mereka sudah menuggu di taman belakang" ucap Andra sambil melangkahkan kakinya, berjalan mendahului Farza dan yang lain.


Kali ini Arjuna, Doni dan Dave memutuskan untuk berjalan agak menjauh di belakang Farza dan yang lain nya. Mereka ingin memberi sedikit kejutan untuk keluarganya.


Setelah sampai di taman belakang, Farza sudah melihat keluarganya yang sudah berkumpul. Mereka tersenyum bahagia kala melihat Farza yang sudah kembali dari Amerika.


"Mami.... " teriak Varo yang langsung berlari kala melihat Farza.


Grep...


Varo memeluk Farza dengan sangat bahagia.


"Selamat ulang tahu anaknya mami, semoga panjang umur ya sayang, menjadi pribadi yang baik untuk keluarga ya sayang" ucap Farza sambil menciumi seluruh wajah Varo.


"Terima kasih mami,Varo sayang mami" ucap Varo dengan bahagia.


"Boy... " Sapa David.


"Daddy Dav... " jawab Varo yang kemudian beralih memeluk David yang sudah dianggapnya seperti papinya.


"Selamat ulang tahun ya Boy" ucap David sambil mengacak gemas rambut Varo.


Cup...Muach...


"Moza cantik kesayangan Varo" ucap Varo setelah mencium gemas pipi Moza, reflek Nadin dan Thalita langsung menutup kedua pipinya dengan menggunakan tangan nya lalu berdembunyi di belakang papa mereka masing-masing. Membuat semua yang ada di sana langsung tertawa karena melihat tingkah Nadin dan Thalita yang takut akan di cium Varo.


"Bagaimana di sana Zaa, lancar....?" tanya Ayah Deny.


"Alhamdulillah yah lancar" jawab Farza dengan tersenyum.


"Ya sudah ayuk sini kalian duduk, kita nikmati pestanya" jawab Bunda Rose menyuruh semuanya duduk. Mereka masih belum menyadari kehadiran Arjuna.


"Mami, kado Varo di mana...?" tanya Varo tiba-tiba menatap Farza dengan penuh harap.


"Ada kok, tuh di sana" ucap Farza sambil menunjuk sesuatu yang sedang berjalan mendekati mereka semuanya.Semuanya pun menoleh karena penasaran dengan kado yang di bawa oleh Farza.


"Varo menatap seseorang yang selama ini dia rindukan dengan penuh kasih, matanya sudah berkaca-kaca, tak kuasa menahan air matanya yang akan turun di pipi.


"Pa-pi... " ucap Varo terbata, membuat semuanya juga ikut merasakan apa yang dirasakan Varo terutama Bunda Rose yang sudah menangis bahagia karena putranya telah kembali lagi ke rumahnya.


"PAPI.... " teriak Varo langsung berlari mendekati Arjuna yang sudah merentangkan tangan nya, menyambut anak yang berlari mendekatinya. Setelah dekat,Varo dengan cepat memeluk Papinya, papi yang selama ini dia rindukan. Melingkarkan kedua tangan nya di leher Arjuna.


"Hiks... hiks... hiks... " Varo menangis tersedu-sedu di pelukan sang papi, begitu juga dengan Arjuna yang juga ikut meneteskan air matanya.


"Sayangnya papi, jagoan papi, anak papi" ucap Arjuna sambil terus memeluk anak nya,mencium dan sesekali mengelus kepala Varo. Arjuna berdiri sambil terus mengendong Varo yang masih setia memeluknya tanpa mau melepaskan nya. Arjuna mulai mendekati semua keluarganya. Dia tersenyum sambil terus menatap keluarganya.


"Assalamualaikum semuanya, maaf Juna terlam-" ucapan Arjuna terputus karena Bunda Rose yang sudah memeluk Arjuna dari samping sambil terus menangis.


"Hiks.. anak bunda hiks... sudah kem- hiks.... bali" ucap Bunda Rose sambil terbata karena tangisan nya pecah saat melihat Arjuna kembali.


"Iya bunda Arjuna sudah kembali, bunda jangan nangis dong, malu tau sama cucunya" kata Arjuna sambil terkekeh.


"Anak ganteng sama mami dulu ya sayang" ucap Farza hendak mengambil Varo dari gendongan Arjuna tetapi Varo malah menolak.


"Gak mau Mi, Varo mau sama papi"


"Iya... nanti dulu, papinya mau salim dulu sama oma dan opa, juga kakek dan nenek sayang" jawab Farza dengan lembut.

__ADS_1


"GAK MAU...!!" jawab Varo dengan sedikit nada tinggi.


"Udah yank gak papa kok" kata Arjuna menghentikan Farza.


"Ayah.... " sapa Arjuna sambil mencium tangan ayah Deny dan memeluknya dari samping.


"Selamat datang kembali Boy, bagaimana kabarmu baik kan di sana...?" tanya Ayah Deny setelah melepas pelukan anak nya dan setelah menghapus jejak air di sudut matanya.


"Alhamdulillah Juna sehat yah, berkat doa semua keluarga di sini juga" jawab Arjuna dengan tersenyum.


Setelah bersalaman dengan ayahnya, Arjuna beralih mendekati Mama Maya dan Papa Firman. Saling melepas rindu satu sama lain nya.Jangan lupakan Varo yang masih stay di gendongan sang papi.


"Ar.... " panggil Gisel di belakang Arjuna sambil menggendong bayi lelaki yang mungil.


"Kakak.... " pekik Arjuna yang langsung menghampiri Gisel dan langsung memeluknya.


"Ini ponakan gue kak" tanya Arjuna dan Gisel mengangguk.


"Gantengnya... " Arjuna mencium pipi gembul milik Zidan.


"Boy.. gak mau turun dari gendongan papi...?" tanya Opa Deny pada Varo, sedangkan Varo hanya menggeleng.


"Lagi kangen sama papi ya sayang" tanya kakek Firman.Boy mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata, dia terus memeluk Arjuna.


"Boy... Rania kan juga pingin di gendong uncle" ucap Rania cemberut.


"No...!! gak boleh" jawab Varo ketus.


"Pelit banget sih" Rani melipat tangan nya di dada sambil memajukan bibirnya.


"Biarin wlee.... " jawab Varo dengan menjulurkan lidahnya. Membuat Arjuna terkekeh.


"Nanti ya sayang kita main sama-sama ya" ucap Arjuna sambil mengelus kepala Rania.


"Dave, Doni... kalian juga datang" sapa Ayah Deny yang kini mendekati mereka berdua.


"Iya Om... " jawab Doni yang ikut menyalimi Ayah Deny.


"Bagaimana kabar Om dan keluarga semuanya...? sehat kan...?" tanya Dave.


"Alhamdulillah kita di sini semua sehat, ayo-ayo kalian duduk, Om sudah sangat kangen dengan kalian semua" ucap Om Deny dengan semangat.


"Emmm... permisi apa saya bisa bertemu dengan Livia...?" ucap Dave tiba-tiba. Membuat mama Maya langsung berdiri mendekati Dave sambil mengendong Livia.


Dave menatap wajah Livia yang hampir menyerupai mendiang sang istri. Dave yang tak kuasa menahan air matanya langsung mengambil Livia dari gendongan mama Maya. Memeluk anaknya yang selama hampir 2 tahun dia tinggal.


"Anak papa... cantik nya, papa kangen sama kamu sayang" ucap Dave sambil menangis. Livia yang masih belum mengerti apa-apa hanya diam sambil terus menatap Dave dan sesekali memegang pipi Dave.


"Pa-pa... " ucap Livia.


"Iya sayang ini papa, Livia kangen gak sama papa...?" tanya Dave.


"Anen, ndak... " ucap Livia sambil menggelengkan kepalanya dan kemudian mengangguk kan kepalanya.


"Pia... gak jelas deh... " cetus Zahra sambil menepuk keningnya. Membuat semuanya tertawa.


"Makasih ya tan, karena sudah mau merawat Livia, dan maaf karena saya dulu meninggalkan nya begitu saja" ucap Dave dengan sedikit rasa menyesal.


"Sudah yang lalu biarlah berlalu, sekarang kamu sudah ada Livia, kamu harus merawat warisan yang sudah di tinggalkan Bella" jawab Mama Maya menasihati Dave.

__ADS_1


"Iya tante, Dave bakal rawat anak Dave dengan sebaik mungkin, bolehkan Dave merawat nya tan" tanya Dave.


"Boleh dong, dia kan anak kamu, tapi kalau nanti tante kangen sama Livia, kamu jangan larang tante buat bawa Livia ya"


"Pasti tante"


"Sudah ayo duduk, jangan berdiri saja" ucap Papa Firman menyuruh semuanya duduk kembali.


"Mommy.... " Zahra berlari mendekati Ratu dan Mirza.


"Sayangnya mommy... " Ratu mengendong Zahra dan menciumi anak nya.


"Kangen sama mommy sayang...?" tanya Mirza yang berada di sebelah Ratu.


"Kanen lah, alo natal Dad" ucap Zahra dengan cadel.


"Enak aja bilang Varo nakal" ucap Varo dengan ketusnya.


"Kok gak ada yang nanyain Niel ya" ucap Daniel dengan tiba-tiba, membuat semuanya menoleh pada Daniel.


"Eh... ini siapa kok ganteng banget" ucap Gisel mendekati Daniel.


"Namaku Daniel, tante" ucap Daniel bersalaman.


"Daniel, katanya kamu mau kenalan sama Rania" ucap Varo. Membuat Rania langsung mendelik pada Varo.


"APA...!!"


"Oh ya.... Daniel mau kenal sama Rania...?" tanya Gisel, dan Daniel mengangguk kan kepalanya dengan malu-malu.


"Lebay banget anak loe Don, tadi aja PD abis, kenapa sekarang jadi malu-malu kucing" ucap Aldi dengan terkekeh.


"Rani ayo dong kenalan sama Daniel" ucap Andra


"Gak ah, nanti Rania di cium lagi" jawab Rania.


"Gak kok, aku gak akan nyium kamu, aku cuma mau kenal sama kamu" Daniel mendekati Rania dan tanpa meminta ijin langsung menjabat tangan Rania.


"Baiklah aku mau berteman sama kamu asal kamu gak nyium aku" jawab Rania sambil membalas jabatan tangan Daniel. Daniel tersenyum, namun senyuman yang penuh dengan kejahilan.


" Makasih ya Rania,Daniel sayang sama Rania.... cup... muach" dengan jahilnya Daniel mencium Rania dan kemudian langsung berlari meninggalkan Rania.


"DANIEL......!!! teriak Rania karena dengan mudahnya dia ketipu oleh Daniel yang ternyata sama jahilnya dengan Varo.


" Astaga.... Daniel..." kata Doni sambil menepuk keningnya.


"Ajaran loe Ar, anak gue jadi kayak gitu" kata Mira menabok lengan Arjuna. Sedangkan yang di tabok malah tertawa bersama dengan Varo yang juga ikut tertawa


Akhirnya malam ini, semua merasakan kebahagiaan karena mereka sudah kembali berkumpul. Arjuna, Doni dan Dave memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sedangkan perusahaan sudah di serahkan pada Willy, Billy dan juga Irfan. Arjuna memilih tinggal terpisah dari kedua orang tuanya, karena sebelumnya dia sudah membeli rumah untuk dia tinggali bersama keluarganya saat dia kembali.Dave, Doni, David, Dino dan Aldi juga sama, mereka sepakat membeli rumah yang berada satu kompleks dengan Arjuna. Dan tujuan mereka satu agar mereka selalu bersama. Dan anak-anak mereka tumbuh juga bersama.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...Bersambung..... ...


__ADS_2