MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 85 s2


__ADS_3

Setelah menempuh jarak yang begitu lama akhirnya Farza dan yang lain telah tiba di salah satu bandara terbesar di Amerika.


"Al apa kamu sudah memesan kamar hotel...?" tanya Mirza yang mengira akan menginap di sebuah hotel.


"Belum bang" jawab Aldi santai.


"Kok belum sih... " ucap Mirza dengan sedikit kesal karena dia mengira akan mengurus penginapan terlebih dahulu yang menurutnya lama.


"Ayo kita langsung ke luar, kita sudah di jemput" ucap David tiba-tiba.


"Di jemput...?" kata Mirza membeo.


"Daddy cerewet banget deh, udah ikutin aja kenapa sih" jawab Ratu jengah.


"Kok Daddy sih mom kan dad-"


"Stop..!! udah pertanyaan nya di simpan buat nanti aja, nanti kakak juga bakalan bertanya terus tak ada habisnya" ucap Farza memotong ucapan Mirza. Dan pada akhirnya Mirza pasrah dari pada dia harus berdebat dengan istri dan adek nya yang memang satu frekuensi.


Setelah sampai di depan, ternyata dua orang yang memang tadi di tugaskan untuk menjemput Farza dan yang lain sudah menunggu kedatangan mereka.


"Selamat pagi tuan" sapa salah satu dari mereka pada David.


"Pagi Bil, Fan, bagaimana kabar kalian..?" tanya David basa-basi.


"Baik tuan " jawab Billy.


"Semuanya sudah siap tuan" ucap Irfan yang memang tadi sibuk memasuk kan koper ke dalam bagasi.


"Baiklah ayo kita langsung pulang" ajak David.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil masing-masing. Farza satu mobil bersama Aldi, Naina, Ratu dan Aldi. Sedang kan di mobil satunya ada David, Maya, Dino dan Audy dan juga Moza.


"Bagaimana kabar bos kamu Bill...?" tanya Dino yang duduk di depan bersama Billy.


"Kacau bos" ucap Billy, membuat Dino memicingkan matanya.


"Kacau...? maksud kamu...?" tanya Dino.


"Ada karyawan yang korupsi dengan jumlah yang sangat fantastis,dan langsung di ketahui oleh bos besar" jawab Billy tanpa menatap Dino karena sedang menyetir mobil.


"Lalu...?" kali ini David yang bertanya.


"Ya kalian tau sendiri lah apa yang bakalan terjadi, apalagi orang yang pertama tau bos besar, apa gak habis itu orang" jawab Billy yang memang sudah mengetahui watak dari ketiga atasan nya tersebut.

__ADS_1


"Kalian ini ngomongin apa sih, gak ngerti tau kita ini" ucap Audy yang memang bingung dengan pembicaraan para lelaki.


"Urusan pekerjaan Ma" jawab Dino.


"Sudah seminggu bos marah-marah, semua karyawan kantor habis kena marah"


"Memang berapa kerugian nya..?" tanya Dino.


"Hampir 1M " jawab Billy.


"Sedikit itu mah,sekejab juga bos kamu bisa dapat lagi tuh duit" jawab David dengan terkekeh.


"Iya,kalau buat pak Doni dan pak Dave mah sedikit, tapi kalau buat pak Arjuna mah banyak itu, saya jadi takut kalau harus satu mobil sama pak Juna" jawab Billy.


"Takut kena marah kamu..?" tanya David.


"Iyalah pak, tau sendiri kan pak Juna kalau marah gimana, pak Dave sama pak Doni aja gak ada yang bisa ngademin hawa panasnya"


"Ya sebentar lagi ada yang ngademin kok" ucap Maya tiba-tiba menyambar obrolan para lelaki di dalam mobil.


"Iyakah..? emang ibu tau...?" tanya Billy yang melihat Maya dari kaca spion.


"Ibu-ibu,gue bukan ibu lo ya,enak aja panggil ibu" ucap Maya kesal.


"La terus saya panggil apa dong... tante..?" tanya Billy dengan polosnya sehingga membuat David tertawa.


"Oh...sama kayak mbak Mira ya Pak..?"


"Iya...karena mereka emang satu geng" ucap David.


"Maaf Mbak Maya saya kan gak tau" ucap Billy meminta maaf dengan melihat Maya dari kaca spion.


"Ya sudah saya maafkan,karena kamu juga baru ketemu kita" jawab Maya.


"Mereka masih muda ya Pak" ucap Billy.


"Seumuran sama saya Bill,hanya jarak setahun dua tahun lah" jawab Dino.


"Emang kamu umur berapa Bill..?" tanya Maya penasaran.


"Dia baru lulus kuliah, Billy ini asisten pribadinya Arjuna, kalau Irfan asisten pribadinya Doni" jawab Dino.


"Lalu kak Dave...siapa asisten pribadinya..?" tanya Audy.

__ADS_1


"Ada namanya Willy adik kembarnya Billy" jawab Dino.


"Oh... kok gak ikut jemput kita...?" tanya Audy.


"Willy lagi bantuin Pak Arjuna menstabilkan perusahaan yang lagi kacau.


Tak seperti mobil yang di tumpangi David, di mobil satunya hanya ada keheningan, karena di awal David sudah memberitahu Irfan agar tidak membahas soal Arjuna dan yang lain. David meminta Irfan agar sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan yang mengarah pada pembahasan Arjuna.


"Al sebenarnya ini kita mau di bawa ke mana sih...?" tanya Mirza yang memang sudah benar-benar penasaran.


"Kita mau ke penginapan lah bang" jawab Aldi.


"Ya tapi kemana..?" tanya Mirza lagi dan kali ini Aldi hanya diam tak menjawab.


"Kita akan ke mansion utama pak, karena kalian akan menginap di sana, dan itu juga perintah bos kami" ucap Irfan sambil melirik Aldi sambil mengedipkan matanya.


"Owh... kamu namanya siapa..?" tanya Mirza.


"Saya Irfan pak, asisten pribadi bos D" jawab Irfan.


"Kalau boleh tau nama bos kamu itu siapa sih sebenarnya..?" tanya Mirza.


"Maaf pak saya tidak bisa memberitahukan sekarang, tapi nanti bapak akan bertemu saat sudah sampai mansion" jawab Irfan.


Mirza hanya bisa mendengus kesal mendengar jawaban dari Irfan.


"Zaa kamu gak papa...?" tanya Aldi yang melihat Farza memejamkan matanya.


"Gak papa aku cuma pusing aja sama capek banget" jawab Farza.


"Sebentar lagi kita sampai kok Bu" ucap Irfan


"Hmmm... " jawab Farza dengan masih memejamkan matanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...Bersambung.......


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2