
1 Bulan kemudian Andra dan Gisel pun kembali ke Singapura karena memang rumah dan pekerjaan Andra yang berada di Singapura. Farza dan keluarganya begitu juga dengan Arjuna dan keluarganya sama-sama mengantar mereka berdua menuju bandara.
Setelah sampai, Andra, Gisel dan juga Mirza berpamitan kepada keluarga masing-masing.Setelah itu mereka bertiga sama-sama meninggalkan keluarganya menuju pesawat.
...----------------...
...----------------...
2 bulan kemudian hari kelulusan tiba. Arjuna dan juga para sahabatnya berdebar-debar menunggu hasil pengumuman.Sambil menunggu mereka semua menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka.
"Jadi deg-degan deh nunggu hasilnya" ucap Doni.
"Semoga kalian semua lulus dengan nilai terbaik ya" kata Bella.
"Amin..... "
Tak berapa lama hasil kelulusan pun sudah keluar, Arjuna dan yang lain langsung pergi meninggalkan kantin menuju koridor kelas 12.Doni yang tak sabar langsung menyerombol para siswa dan siswi yg sedang bergerumbul melihat nama mereka masing-masing.
Doni mencari nama semua sahabatnya dan mereka semua dinyatakan lulus dengan nilai terbaik.
"Kita lulus guys... kita lulus" teriak Doni yang mencoba keluar dari kerumunan para siswa
"Alhamdulillah aku lulus" ucap Arjuna senang lalu memeluk Farza yang berada di sampingnya.
"Selamat ya kakak... " ucap Farza membalas pelukan Arjuna dengan senang.
Arjuna dan teman-temannya pun saling berpelukan. Mereka senang dan bahagia, akhirnya mereka semua lulus dengan nilai terbaik. Setelah dari sekolah mereka semua memutuskan pergi makan untuk merayakan kelulusan mereka semua.
"Yes... makan gratis kita hari ini" ucap Audy senang.
"Yang gratis aja loe semangat" ucap Nathan.
"Biarin... wleek"
"Sudah jangan pada ribut, ayo berangkat" ajak David.
...----------------...
...----------------...
Malam harinya keluarga Arjuna dan Farzana juga mengadakan makan malam untuk membahas acara pertunangan mereka berdua yang akan diadakan sehari setelah acara wisuda Arjuna.
"Juna selamat ya atas kelulusan kamu" ucap Papa Firman.
"Makasih Om"
"Setelah ini mau ambil fakultas apa kamu?"
"Insya Allah kedokteran Om"
"Lho kenapa gak bisnis aja,kan kamu anak laki satu-satunya ayah kamu"
"Gak lah om, kan cita-cita Juna mau jadi dokter bedah"
"Terus setelah ini siapa yang bakalan ngurusin perusahaan kamu mas kalau Juna jadi dokter" tanya papa Firman pada kakak nya.
"Ya tetap Arjuna lah Fir, kamu pikir dengan dia jadi dokter dia gak bisa apa ngurusin perusahaan, nanti juga berubah haluan dia" jawab Ayah Deny
__ADS_1
"Yakin...?" tanya nya lagi
"Yakin lah, kan saya bapaknya, untuk sekarang biar aja dia menggapai keinginannya karena dokter memang cita-cita Arjuna, aku gak mau menghalangi nya biar nanti takdir yang menjawab semuanya"
Arjuna hanya mendengar penjelasan dari ayahnya itu sambil menikmati makan malamnya. Setelah selesai makan malam Arjuna mengajak Farza menuju tempat favorit mereka berdua.
"Udah lama juga gak kesini" ucap Farza yang duduk di sofa.
Arjuna dan Farza saat ini sedang berada di roftop rumah Arjuna.Arjuna duduk di samping Farza, menyenderkan kepala nya di pundak sang kekasih sambil memejamkan matanya.
"Kamu kenapa..?" tanya Farza dengan mengelus rambut Arjuna.
Mendapat pertanyaan dari pacarnya dia merubah posisinya, kali ini Arjuna meletakkan kepalanya di pangkuan Farzana.
"Elus lagi yank kepalanya... "
"Ih... manja banget sih"
"Sama pacar sendiri gak papa dong"
Farza hanya membalas dengan senyuman, setelah itu dia kembali mengelus pucuk rambut sepupu sekaligus calon tunangannya tersebut. Sedangkan Arjuna memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan dari orang yang sangat di cintai nya.
"Kamu kenapa sih kak...?" tanya Farza yang melihat Arjuna dari tadi hanya diam dan malah memilih memejamkan matanya.
"Gak papa... aku cuma pingin manja aja sama kamu, kan bentar lagi kita bakal jarang ketemu.
" Gak usah bohong deh kak" ucap Farza menghentikan tangannya.
Arjuna membuka matanya, melihat Farza melipat tangannya di dada sambil memanyunkan bibirnya karena sebal. Melihat pacarnya yang merajuk Arjuna dengan sigap langsung bangun dan langsung mengecup singkat bibir sang kekasih.
Cup... cup... cup...
"Biarin...!!" ketus Farza
"Sini peyuk... " ucap Arjuna dengan merentangkan tangannya lalu memeluk Farzana.
"Aku sayang banget sama kamu Zaa, makasih ya kamu udah hadir dalam hidup aku, aku bahagia dan aku bersyukur bisa punya kamu... cup... cup... cup.. " Arjuna menghujani Farza dengan ciuman di pucuk rambutnya.
"Iya sama-sama kakak, aku juga bahagia dan bersyukur bisa punya kamu, tapi aku sebel karena kamu gak mau terbuka sama aku" ucap Farza yang kembali merajuk.
Arjuna tersenyum "iya... iya.. maafin aku ya sayangku, cintaku, pacarku, tunangan ku, calon istri dan calon ibu dari anak-anak ku"
Bugh.....
Farza memukul punggung Arjuna karena dia malah menggodanya.
"Aduh... kok aku dipukul sih yank" ucapnya lalu melepas pelukannya.
"Habisnya kamu nyebelin...!"
Arjuna berdiri dari tempat duduknya, bejalan ke depan dengan memasuk kan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
Farza yang masih duduk di sofa menatap punggung pacarnya. Melihat penampilan Arjuna dari belakang.
"Kamu keren yank pakai kemeja kayak gitu, udah kayak CEO nya Sanjaya grup"
Arjuna tersenyum miring "Bukan dokter bedah termuda ya.. " ucap Arjuna tanpa membalik kan badannya.
__ADS_1
Farza mendekati Arjuna. Memeluk Arjuna dari belakang dengan manjanya.Sekarang giliran Farza yang menyandarkan kepalanya di punggung Arjuna, menghirup aroma parfum yang menempel pada kemejanya sambil memejamkan matanya.
"Kamu pasti mikirin perkataan ayah kamu tadi pas lagi makan malam, iya kan..?" tebak Farza
Arjuna tersenyum "Pacarku pinter juga ya... udah bisa tau isi pikiran aku"
"Apa sih yang kamu pikirin..?" tanya Farza sambil melepas pelukannya dan berdiri di samping Arjun dengan melipat tangannya di dada.
"Aku bingung yank..., apa aku ganti jurusan aja nanti pas kuliah, biar nantinya aku bisa nerusin perusahaannya ayah"
"Kan cita-cita kamu jadi dokter kak, kok mau pindah jurusan"
"Aku tau yank, tapi kan suatu saat nanti aku bakalan ngurusin perusahaan"
"Itu kan nanti kak gak sekarang, emang kamu rela merusak cita-cita kamu sendiri" tanya Farza
"Ya sebenarnya gak rela lah yank, dokter udah jadi cita-cita aku dari dulu, tapi masalahnya kalau aku nanti jadi dokter kan aku gak mungkin bisa bagi waktu aku untuk ngurusin perusahaan, dan pasti aku bakalan kecewain ayah" jawab Arjuna dengan sedikit menunduk kan kepalanya.
Farza menoleh pada Arjuna yang sedang menunduk kan kepalanya. Sekarang dia sudah berdiri tepat di depan sang pacar dengan menempelkan bokongnya pada pagar balkon yang memang tingginya sepantat Farza.
Farza menarik dagu Arjuna agar dia bisa melihat sepupunya tersebut. Dilihatnya Arjuna yang nampak sedih, seperti ada beban pada dirinya.
Sedangkan Arjuna menatap kekasihnya yang sedang tersenyum manis padanya.
"Kamu gak perlu memikirkan itu semua yank, kita sebagai manusia hanya mampu merencanakan tapi Tuhan yang menentukan nasib kita nantinya akan jadi apa, kalaupun nanti jamu bakalan jadi dokter ya memang itu udah jalannya kamu begitu juga dengan sebaliknya. Aku juga gak tau takdir aku kayak apa nantinya, apakah aku bakalan jadi istrinya dokter atau CEO atau mungkin aku bakalan jadi istrinya polisi" ucap Farza mencoba menggoda Arjuna agar tidak terlalu sedih.
Dan benar saja, mendengar kalimat terakhir yang di ucapkan Farza membuat Arjuna langsung mendelik kan matanya.
"GAK BOLEH..!!! " sentak Arjuna yang langsung menarik tangan Farza sehingga jatuh ke pelukan Arjuna lagi.
"Kamu cuma akan nikah sama aku titik gak pake koma..!!" tambahnya lagi dengan tegas membuat Farza menjadi tersenyum.
"Iya.. iya.. aku bakalan nikah sama kamu kok, kakak sepupu yang dari dulu suka jahilin aku dan kaka sepupu yang tak pernah terpikirkan bakalan jadi calon suami aku" ucap Farza menatap Arjuna.
Arjuna menarik tengkuk Farza dan langsung mencium lembut bibir milik Farzana.
"Mmpt.... " Arjuna ******* bibir Farza dengan lembutnya. Sedangkan Farza yang sudah terbiasa pun langsung membalas ciuman Arjuna.
"Mmmpt.... mmmpt... "
Cukup lama mereka berciuman hingga dirasa cukup akhirnya Arjuna melepas ciumannya.
"Love you cintanya aku... cup.. " ucap Arjuna setelah mereka saling melepas bibir mereka.
"Love you too rangganya aku" balas Farza dan kemudian kembali memeluk Arjuna.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Hai sahabat maaf ya aku baru up cerita lagi, karena aku baru dapat ide nulis lagi, semoga kalian tetap suka sama cerita novel abal-abal aku ya...
Happy reading kawan.... 🥰🥰***