
Saat ini Farza sedang berada di resto milik Maya. Setelah menikah dengan David, Maya memutuskan untuk membuka restoran di banding harus menjadi dokter, karena nanti waktunya akan tersita panjang karena kurang memperhatikan keluarganya, menurut pandangan nya.
"Hay Zaa,Hay Mas Aldi " Sapa Maya yang sudah menunggu Farza di salah satu tempat yang cukup besar.
"Belum pada datang ya...?" tanya Farza duduk di samping Maya.
"Paling bentar lagi nyampe"
"Wah kamu udah nyiapin semuanya May..?" tanya Aldi yang melihat beberapa makanan yang sudah tersaji.
"Iyalah Mas biar gak nunggu"
Selang beberapa menit Audy dan Naina pun datang bersama juga Doni dan David karena mereka ber empat sama-sama bekerja di salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta. David dan Dino berprofesi sebagai dokter bedah, sedangkan Naina sebagai dokter anak dan Audy sebagai dokter kandungan.
"Hay semuanya" sapa Audy pada Maya, Farza dan Aldi.
"Lho Ratu belum sampai ya..?" tanya Naina yang belum melihat Ratu"
"Be--"
"Aku datang my friends" Ratu berteriak sambil mendekat,memotong ucapan Maya.
"Sory ya aku telat, biasa Zahra rewel gak mau di tinggal" imbuhnya lagi.
"Akhirnya kita bisa berkumpul juga,setelah sekian lama gak ada waktu karena kesibukan kita masing-masing" ucap Audy
"Iya ya tapi sayang personil kurang lengkap, dan gak akan lengkap" jawab Ratu sedikit bersedih.
"Sudah jangan di tangisi, dia tuh lagi lihat kita dari atas" Seperti biasa Dino akan selalu menghibur para sahabat nya di kala mereka bersedih.
"Sudah kita makan aja dulu, sebelum kita ngobrol-ngobrol"
"Zaa gimana kabar Livia...?" tanya Audy di sela-sela makan.
"Baik kok dia udah bisa jalan sama bicara sedikit-sedikit" jawab Farza.
"Kalian tau gak anaknya Farza bilang apa sama Livia" ucap Ratu menatap semua sahabatnya.
"Apa emang...?" tanya Dino balik.
__ADS_1
"Gini.... Via kalau sudah besar jadi pacar Varo ya" jawab Ratu sambil menepuk kening nya. Membuat semua sahabatnya melongo.
"Seriusan Ra si Boy bilang begitu...?"
"Iya.... tanya aja sama emaknya nih" Ratu menunjuk Farza dengan dagunya.
"Ya kan anak gue nurun suami lo Ra yang dari kecil suka gombalin anak tetangga" jawab Farza berbalik meledek Ratu.
"Emang dasar ya anak lo Zaa,jahil nya minta ampun sekarang udah belajar jadi playboy" kata Dino menggelengkan kepalanya.
"Emang si Boy masih jahil Zaa...?" tanya David.
"Iya lebih parah malah, kemarin si Rania sama Zahra bibir nya di cium sama dia" jawab Farza enteng.
"WHAT..... !!! " ucap Audy dan Maya bersamaan.
"Wah... wah.... nurun siapa sih, kelakuan anak lo Zaa"
"Nurun bapak nya" jawab Farza dan membuat semua sahabatnya langsung tertawa.
"Wah kayaknya kita harus menjauh kan anak kita deh May dari ciuman si Boy" ucap Audy sambil tertawa.
"Bener banget, nanti juga kalau udah gede yang ada dia malah menjaga saudara-saudaranya dari laki-laki buaya darat" ucap Dino menambahi.
"Ngomong-ngomong ada kabar Zaa dari kak Juna...?" tanya Maya.
"Ada.... nih baca" jawab Farza menyerahkan berkas yang di bawanya tadi.
"Ini berkas kerja Zaa bukan surat cinta" ucap Audy yang merasa heran sambil membolak-balik kan lembaran kertas tersebut.
"Baca aja dulu Dy.. " kata Aldi
Akhirnya Audy membaca berkas kerja sama milik perusahaan Farza dengan detail. Meski bukan wanita kantoran,Audy cukup mengerti sedikit tentang bisnis.
"Udah Zaa dan gak ada yang aneh dan gak ada nama Arjuna di sini" ucap Audy yang semakin merasa bingung.
"Coba kamu lihat halaman bekalang sendiri Dy, di pojok bawah, ada apaan" kata Aldi sambil sesekali menyuap makanan nya.
Sekali lagi Audy menuruti kata Aldi,namun kali ini Maya dan Naina juga ikut-ikutan melihat sesuatu yang ada di sana.Mata ketiganya langsung terbelalak saat sudah menemukan apa yang di katakan Aldi.
__ADS_1
"WHAT.....!!!! seriusan ini Zaa...?" tanya Audy sambil tersenyum kegirangan, begitu juga dengan Maya dan Naina yang ikut tersenyum.Dan Farza menjawab dengan mengangguk kan kepalanya.
"Kamu lihat apa sih Ma, sampai kegirangan gitu" tanya Dino merebut berkas yang di pegang istrinya dan ikut mencari sesuatu.
"I LOVE YOU" satu kata langsung terucap dari bibir Dino, membuat semua langsung menatap nya.
"Apanya yang I love you Din" tanya David.
"Ini ada coretan kek begini" tunjuk Dino pada David.
"Nah kalian bisa simpulkan sendiri kan siapa yang berani nulis coretan kayak begini, di proposal kerja sama lagi" kata Farza menjelaskan pada teman-teman nya.
"Waaah.... dia memberi petunjuk nya" jawab Dino sambil menjentikkan jarinya.
"Bagus dong... jadi kita gak perlu merahasiakan nya lagi" ucap David dengan santainya.
"Maksud lo" tanya Farza penuh selidik.
"Ya kita gak perlu lagi merahasiakan ke tiga curut itu Zaa, ah lebih tepat nya empat" jawab nya lagi.
"Jadi sebenarnya kalian berdua tau keberadaan Arjuna dan yang lain nya...?" kali ini Audy bertanya sambil berdiri berkacak pinggang.
"Bukan dua tapi tiga" jawab David.
"Siapa lagi satunya...?" tanya Farza.
"Noh... " David menunjuk Aldi dengan dagunya.Membuat Farza sekali lagi terkejut.
"Mas Aldi....! jadi selama ini Mas Aldi...?" Farza menyipitkan matanya dengan kegeraman.
"Hehehe... maaf Zaa... mas kan hanya menjalan kan tugas" Aldi hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tak gatal sambil tertawa dan sesekali meminta maaf.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....