MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Episode 51


__ADS_3

Hari pun menjelang sore Farza dan teman-temannya masih saja berjalan mengelilingi kampus mereka.Saat sedang asik bercerita mereka di kejutkan dengan adanya Vano dan 2 teman nya.


"Stop...!!" Titan merentangkan tangan nya menghadang Farza dan yang lain.


"Gi-la serem amat mereka ya" bisik Naina di telinga Ratu


"Serem tapi bukan tandingan kita Na" jawab Ratu


Karena Farza sudah lelah menghadapi mereka, dia memilih diam dan bersembunyi di tengah diantara sahabatnya.


"Kalian mau ngapain lagi sih..?" tanya Audy kali ini masih dengan ucapan sopan.


"Kita hanya mau bantu kalian kok, kalian pasti belum dapat tanda tangan senior cowok kan..?" tanya Sony


"Ya udah nih kalau kalian mau bantu kita" jawab Audy dengan menyerahkan kertas pada Sony


"Eits.... gak gratis kali, kalian bertiga harus ngedate sama kita bertiga" ucap Titan sambil menunjuk Audy, Bella dan Farza, sedangkan yang ditunjuk hanya memutar bola mata mereka dengan jengah.


"Dih ogah banget" ucap Audy dengan sinis


Sedangkan Vano dari jauh hanya menatap Farza dengan senyuman licik nya. Membuat Farza merasa risih. Dia lebih memilih memainkan kuku-kukunya sambil menunggu teman-temannya meladeni ke dua pembuat onar tersebut.


"Ya sudah kalau kalian gak mau, kalian gak akan dapat tanda tangan dari kita" ucap Sony dengan sombong sambil melipat tangan nya di dada.


"Hey buaya kampus, lagian siapa coba yang minta tanda tangan kalian, gak udah sok ke PD an deh jadi orang, kampus di ini tu banyak kali cowok yang mau ngasih tanda tangan nya" ucap Ratu tegas yang sedikit berteriak.


"Udah guys gak usah di ladenin, mending kita pergi aja dari sini, buang-buang waktu aja" ucap Bella beranjak pergi namun tangan nya di tahan oleh Sony


"Ish... apaan sih loe, lepasin tangan gue gak..?!" ucap Bella marah


"Kalau gue gak mau loe mau apa...?" jawabnya dengan senyum licik


Dugh.....


Bella menendang junior Sony dengan lututnya, membuat Sony langsung meloncat-loncat kesakitan.


"Awwww.... pasti sakit tu" ucap Naina dengan gaya orang kesakitan


"Akh... masa depan gue... akh... sakit be-go" Sony memegang juniornya dengan menahan sakit.


"Kalian itu be-go atau gimana sih, kalian tu gak bercermin dari teman kalian ini ya, jangan-jangan kalian mau nyobain ya gimana rasanya burung kalian di tendang sama kita" ucap Audy


"Loe mau nyobain Tan..?" tanya Maya, sedang kan yang di tanya langsung memegang benda pusaka nya.


"Udahlah guys kita pergi aja dari sini, buang-buang waktu tau gak" ucap Farza yang kemudian melangkah pergi meninggalkan Vano cs.


"Mereka bener-bener bikin gue naik darah tau gak" ucap Ratu emosi


"Udah Tu gak udah di ladenin, orang kayak gitu mah cuma mau cari perhatian kita aja" jawab Naina menenangkan Ratu.


"Zaa loe harus hati-hati sama Vano, kayaknya dia masih ngincer loe deh" ucap Bella


"Iya Bell, gue ngerasa juga gitu" jawab Farza.


"Capek guys istirahat dulu ya" keluh Audy sambil berjongkok


"Eh Zaa bukan nya itu kak Mira ya..?" ucap Bella yang melihat Mira dari jauh sedang duduk sendirian di sebuah bangku


"Mana..?" Farza mengarahkan pandangan nya mengikuti pandangan Bella

__ADS_1


"Itu lho" tunjuk Bella


"Ah iya... kita samperin yuk" Farza melangkah pergi mendekati Mira.


"Eh... kok gue di tinggal sih" Audy berlari menyusul Farza dan lain nya.


...----------------...


"Kak Mira" sapa Farza yang sudah di depan Mira. Mira pun mendongak kan wajahnya.


"Kalian...! kok di sini..?" tanya Mira.


"Iya kak.. kan lagi ngerjain tugas, nyari idol kampus" canda Ratu


"Bisa aja... duduk sini jangan berdiri aja"


Akhirnya mereka berenam duduk bersama.


"Kak Mira ngapain sih di sini, sendirian lagi,yang lain kemana..?" tanya Farza yang duduk di sebelah Mira.


"Ada tuh di sana" Mira menunjuk sebuah gazebo dimana Arjuna dan yang lain sedang asik dengan ponsel masing-masing.


"Kok gak ikut"


"Gak ah enak di sini sendiri, di sana paling di cuekin, pada mabar semua soalnya"


"Ow.... kak Dave juga..?" tanya Bella


"Kalau Dave lebih suka main rubik, gimana udah selesai tugasnya..?" tanya Mira


"Masih dapat 100 kak itupun senior cewek, tinggal senior cowok" jawab Maya


"La terus kok masih enak-enakan di sini sih, paling lambat jam 4 harus selesai lho"


"Besok itu giliran kita yang kalian cari dan itu gak gampang, apalagi besok ada acara pentas di kampus, kalian ingat ya ni kampus gede banget lo kalian gak bakalan bisa nemuin kita dalam waktu 3 jam, di jamin deh"


"Huwaaaa..... terus kita gimana kak..? masak iya kita harus ngrayu para cowok-cowok sih jijay banget tau gak" ucap Audy dengan berpura-pura menangis.


"Kak kalau misal kita minta bantuan anak-anak kira-kira mau gak ya..?" tanya Bella


"Ya percuma aja mereka cuma bisa nemenin doang gak bisa buat apa-apa, kalian akan tetap di goda sama senior kalian"


"Lah kok bisa..?" kali ini Naina yang bertanya


"Karena senior di sini udah di breafing sama anak-anak agar sedikit mengganggu jalan nya ospek kalian, dengan syarat tidak menggunakan kekerasan"


"Terus gimana dong"


"Gue bilang juga apa Zaa minta bantuan sama kak Dave" cetus Naina


"Ya bisa aja asal kalian bisa merayu dia, tadi udah banyak anak-anak yang minta bantuan dia gak ada yang berhasil satu pun, tapi kalau sampai kalian berhasil ngrayu dia berarti kalian hebat dan kalian pemenangnya"


"Pasti bisalah kak kan mereka ini pacar mereka orang"


"Meskipun mereka semua ini pacar, belum tentu mereka bisa ngrayu Dave Naina.... kita aja yang udah setahun temenan sama Dave aja masih sering di cuekin kok"


"Huft.... beratnya mau jadi mahasiswa di sini" keluh Bella menutup wajahnya dengan kertas.


"Sabar.... gue dulu juga gitu kok" Mira menepuk pundak Bella dengan pelan

__ADS_1


"Gimana Zaa....?" tanya Audy yang sudah pasrah


"Kita coba sendiri aja dulu, kalau gak berhasil kita minta bantuan kak Dave"


"Ya udah markicob, mari kita coba, semangat guys" ucap Naina menyemangati teman-teman nya.


"Kak kita pergi dulu ya bye" Farza cs pergi meninggalkan Mira


"Oke... semangat ya" ucap Mira berteriak.


Ting.....


Pesan masuk di ponsel Mira.


๐Ÿ’ŒCinta๐Ÿ’– \=> kenapa sendirian sih.. sini dong.


๐Ÿ’ŒMe \=> gak ah, entar kamu tinggal main lagi akunya


๐Ÿ’ŒCinta๐Ÿ’– \=> enggak.... udah sini jangan di sana ntar di culik orang repot akunya.


๐Ÿ’ŒMe \=> Dih.... iya.. iya..


Mira beranjak dari duduknya, berjalan mendekati Arjuna dan yang lain.


"Hai guys" sapa Mira dan langsung duduk di depan Doni


"Hai Mir, dari mana aja sih loe, baru nongol" tanya Dino


"Gue di sana kok duduk sendirian" jawab Mira


"Kenapa gak minta temenin Doni sih loe"


"Kan sibuk main game" ucap Mira menyindir Doni, sedang yang di sindir hanya terkekeh


Grep....


Doni memeluk Mira dari belakang, menempelkan dagunya di pundak Mira.


"Maaf ya... " ucapnya manja.


"Iya... gak papa" jawab Mira dengan lembut.


"Hmmm.... dasar bucin" ucap Dino.


"Sirik aja loe" ucap Doni sambil menutup matanya


"Enak aja loe bilang gue sirik"


"Udah deh jangan berdebat" ucap Mira menghentikan perdebatan si kembar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2