MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 19


__ADS_3

Selesai mandi Farza keluar dari kamar mandi, Dia yang melihat Gisel senyam senyum sendiri langsung mendekatibnya.


"Kak Gisel kenapa senyum-senyum sendiri sih" tanya Farza duduk di samping Gisel.


"Aku seneng banget Zaa hari ini" jawab nya dengan senyum yang mengembang.


"Kenapa..? Kak Gisel habis dapat durian runtuh ya" ucap Farza menggoda.


"Ih... Farza kok kamu malah ngledekin kakak sih" jawab nya dengan memajukan bibir nya.


"Ahahaha... iya... iya maaf, ya sudah kakak cerita deh kenapa hari ini bahagia banget" ucap Farza yang sudah siap untuk menjadi pendengar.


"Aku senang Zaa karena tadi Andra sudah mulai perhatian sama aku" ucap Gisel membuat Farza sedikit terkejut.


"Oh ya.. memang Kak Andra habis ngapain kak Gisel? nyium"


"Farza ih." Gisel menepuk lengan Farza,membuat nya sedikit terkekeh.


Gisel menceritakan apa yang di alaminya hari ini, gimana posesif nya Andra saat melihat Gisel digoda oleh pemuda. Dan entah kenapa Farza yang mendengarkan cerita Gisel justru dia merasa ada kelegaan dalam diri nya, dia merasa Andra sudah bisa melupakan nya. Farza tersenyum kepada Gisel.


#*S**emoga apa yang diceritakan kak Gisel menjadi nyata Ya* **Allah**#


"Astagfirullah... " ucapan Gisel membuyarkan lamunan Farza.


"Kenapa kak" tanya Farza kaget dan juga bingung.


Gisel memegang tangan Farza "Zaa maafin aku ya, aku gak seharus nya cerita ke kamu tentang kejadian tadi siang, aku lupa kalau kamu... " ucap nya menggantung karena Farza sudah berbicara duluan.


"Kak Gisel ni ngomong apa sih, aku justru bahagia kak, itu tanda nya Kak Andra sudah mulai bisa menerima kak Gisel" Farza berbicara dengan bahagia.


"Beneran Zaa" tanya Gisel yang takut akan melukai hati nya lagi.

__ADS_1


"Iya... Kakak gak usah khawatir ya, emm... satu lagi Kak Andra memang agak posesif kalau sama orang yang di cintai nya,jadi Farza kasih nasehat agar kakak menjaga jarak ya sama teman cowok kakak ya" ucap Farza menjelaskan tentang sifat posesif nya Andra.


"Iya Zaa pasti... makasih ya kamu sudah ngasih tau aku, oh iya Zaa makanan kesukaan Andra apa sih" tanya Gisel selanjut nya.


"Kak Andra paling suka tumis kangkung sama udang balado dan kak Andra gak bisa makan keju dan coklat, dia alergi jadi kakak harus ingat ya"


Gisel mengangguk kan kepalanya. Dia akan selalu mengingat pesan-pesan dari Farza.


"Ya sudah aku balik ke kamar Kak Juna ya kak" ucap Farzana berpamitan.


"Ok"


Farza kembali ke kamar Arjuna. Saat membuka pintu dia sudah melihat Arjuna duduk bersandar di ranjang.


"Lho kak Juna udah bangun" tanya Farzana mendekat.


"Sudah" jawab Arjuna cuek.


Farza duduk di sebelah Arjuna


Bukan nya menjawab Arjuna justru balik bertanya.


"Kamu dari mana sih Zaa, aku kan bilang sama kamu, aku mau di temenin eh ini kamu malah enak-enakan bahas mantan pacar kamu sama Gisel, ternyata kamu itu egois ya Zaa apa kamu gak mikirin perasaan Gisel,pakek sok-sok an cerita makanan kesukaan bang Andra segala, sekarang aku jadi ilfil sama kamu, kalau bukan karena amanah, sebenar nya aku juga ogah tunangan sama kamu" ungkap Arjuna panjang lebar, entah mengapa Arjuna sangat emosi saat mendengar Farza bercerita tentang Andra tadi di kamar Gisel, dia mengira Farza sengaja mengatakan itu agar Gisel tau bahwa hanya Farza yang mengerti Andra.


Dan entah mengapa kali ini perkataan Arjuna membuat nya sedih dan sakit hati. Farza berdiri meninggalkan Arjuna, Dia memasuk kan baju seragam nya ke dalam tas.Sebulir air menetes begitu saja dari matanya tanpa permisi. Farza segera menghapus nya.


"Aku pulang ya,Kak Juna moga cepat sembuh" ucap Farza berpamitan pulang dan berjalan menuju pintu.


Arjuna yang masih emosi tak menanggapi perkataan Farza. Dia terlalu cemburu karena Farza masih saja belum bisa melupakan mantan pacar nya itu.


Farza keluar dari kamar Arjuna dan menutup kembali pintu kamar nya. Entah dari kapan Farza sudah menangis menahan sesak di dadavnya. Kata-kata Arjuna benar-benar membuatnya sakit hati.Gisel yang saat itu akan turun untuk makan melihat Farza menangis.

__ADS_1


"Zaa .... " panggil Gisel mendekat.


Farza buru-buru menghapus air mata nya dan mencoba untuk tersenyum dan sebiasa mungkin.


"Kak Gisel" jawabnya tersenyum.


"Kamu habis nangis?" tanya Gisel.


"Enggak kak ini cuma klilipan" jawab nya bohong.


"Zaa aku bukan anak kecil yang bisa di bodohi, kamu kenapa,apa Arjuna menyakitimu".


"Enggak kok Kak, Aku pulang dulu ya kak sudah sore, nanti mama nyariin aku, ***alamualaikum" pamit nya meninggalkan Gisel begitu saja dan lari menuruni tangga.


"Tapi Zaa... waalaikum(u)salam".


Gisel masuk ke kamar Arjuna dengan penuh tanda tanya.


"Ar, Farza kamu apain sih tadi dia nangis loh" tanya nya pada Arjuna yang sedang bersandar sambil memejamkan mata nya.


"Gak aku apa-apain , dia nya aja yang lebay" sarkas Arjuna.


"Lebay gimana sih, perasaan tadi dari kamar aku dia senang banget,tapi kok pas kakak mau turun liat dia nangis keluar kamar kamu lagi"


"Udah deh Sel aku lagi malas bahas dia, lagian kamu ngapain sih perduliin orang yang gak ngertiin perasaan kamu, dia udah terang-terangan cerita mantan nya,cerita makanan kesukaan nya dan yang gak disukai nya depan kamu, eh kamu masih aja tetep belain dia,dia itu sebenar nya ikhlas apa enggak sih mutusin pacar nya, atau hanya rencana nya aja biar gak ketauan kalau mereka masih punya hubungan"ucap Arjuna jengah.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2