
Maaf langsung author skip ya karena author sedikit kehabisan ideðŸ¤ðŸ¤
Tetap semangat bacanya ya...
...Happy reading...
..........
.........
.......
...🌷🌷🌷...
5 tahun kemudian....
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun,dengan lucunya lari memasuki rumah yang sangat besar dan luas sambil berteriak memanggil nama Oma nya.
"Oma.... Boy pulang" ucap Varo dengan berjalan sambil menenteng tas dan sepatunya. Boy adalah nama panggilan Varo saat bersama dengan seluruh keluarganya termasuk para sahabat orang tuanya.
"Cucu oma sudah pulang" sambut bunda Rose dengan mendekati cucunya.
"Lapar Oma..?" ucap Varo sambil mengusap peluh di keningnya dan kemudian mengelus perutnya.
Bunda Rose tersenyum menatap cucunya yang sangat mirip dengan anak laki-laki nya yang entah dimana keberadaan nya.
"Cucu oma mau makan apa..?" tanya bunda Rose.
"Nasi goreng seafood oma" jawab Varo.
"Ya sudah, Boy mandi dulu ya sekalian panggil Rania ya ajak makan juga"
"Siap Oma" jawab Varo langsung memberi hormat pada omanya lalu pergi ke atas menuju kamarnya.
__ADS_1
Varo masuk kedalam kamarnya yang bernuansa biru angkasa. Dia mendekati ranjangnya dan mengambil bingkai foto yang berada di nakas mejanya. Di lihatnya foto seseorang yang hampir 5 tahun dia rindukan.
"Papi Varo pulang, Varo mau mandi habis itu Varo mau makan sama Rania dan setelah itu Varo mau ke rumah nenek, Papi cepat pulang ya Varo kangen sama Papi" ucap Varo kecil sambil mengusap air matanya setelah itu dia beranjak pergi ke kamar mandi.Begitulan cara Varo mengobati rasa rindunya pada papinya yang sudah sekian lama tidak bertemu dengan nya.
Setelah selesai mandi Varo pergi ke kamar saudara sepupunya yang berada di sebelah kamar om dan tante Varo.
"Rania ayo keluar" ucap Varo berteriak sambil menggedor pintu kamar Rania.
Ceklek...
Rania membuka pitu kamarnya dengan kesal.
"Boy...kebiasaan deh,Rania kan sudah bilang jangan menggedor pintu kamar Rania keras-keras" ucap Rania dengan cemberut.
"Hehehe... maaf" kata Varo menggaruk tengkuknya.
"Ayo makan oma sudah menunggu di bawah" ajak Varo menarik tangan Rania "Eh tunggu" ucap Varo menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Rania.
"Kenapa..? ada yang ketinggalan..?" tanya Rania dengan bingung.
"Apa..?" tanya Rania sekali lagi.
CUP...
Dengan secepat kilat Varo mencium bibir pink Rania yang kini usianya hampir sama dengan nya,hanya berjarak 3 bulan lebih tua dari Rania.
"Varooooo...... " Teriak Rania karena Varo sudah lari meninggalkan nya yang masih berdiri di depan kamarnya.
Dari dalam kamar,Gisel yang mendengar suara anaknya langsung saja keluar.
"Kakak... kenapa sayang...?" tanya Gisel yang melihat Rania memanyunkan bibirnya.
"Boy Ma.. huaaa......" rengek Rania dengan menghentak-hentak kan kakinya.
__ADS_1
"Boy...? kenapa lagi sama dia..?" tanya Gisel sambil mengelus perut nya yang besar karena kehamilan nya yang sudah menginjak 8 bulan.
"Bibir Rania di cium sama Boy ma" ucap Rania cemberut sambil memegang bibirnya.
Gisel yang mendengar penuturan anak perempuan nya menjadi tertawa karena kelakuan keponakan nya yang sama persis seperti adiknya waktu kecil yang juga sering menjahilinya.
#Batin Gisel#
Dek apa kamu gak kangen sama anak kamu..? dia jahil banget, sama seperti kamu. Kami semua merindukan mu dek, cepatlah pulang.
"Mama kenapa nangis..?" tanya Rania yang melihat mama nya justru menangis.
"Mama merindukan uncle sayang, kelakuan boy sangat mirip sama uncle Arjuna" ucap Gisel sambil menghapus air matanya dengan tersenyum.
"Mama jangan sedih dong, kasihan Boy kalau dia melihat mama sedih" ucap Rania sendu.
"Makanya Rania jangan marah ya kalau Boy jahilin Rania, mungkin itu bentuk Boy menghibur dirinya agar tidak bersedih" ucap Gisel dengan lembut.
"Baiklah- baiklah Rania gak akan marah sama Boy asal dia tidak mencium Rania"
"RANIAAAA...... " teriak Boy sekali lagi membuat Rania dan Gisel hanya bisa menghela nafas nya.
"Ayo sayang kita turun,Boy sudah nungguin di bawah, jangan sampai dia nyium kakak lagi" ucap Gisel menggoda anak perempuan nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....