
"Aku dimana ini...?" Farza mengedarkan pandangan nya,dia melihat sekeliling nya,tempat yang sangat indah, dan banyak bunga-bunga bermekaran.
"Apa aku sudah di surga ya..? kenapa tempat ini indah sekali namun juga sangat sepi" Farza terus bertanya-tanya di mana dia berada kali ini, sampai akhirnya ada yang memanggilnya.
"Farza....!?"
Farza pun menoleh, di lihatnya sepasang suami istri yang mendekat ke arahnya namun mereka berhenti di jarak satu meter tepat di depan Farza.
"Kalian siapa..?" tanya nya bingung. Sedangkan mereka berdua hanya tersenyum.
"Kami orang tua Arjuna sayang" jawab salah satu dari mereka.
"Hah...!" bukan kah orang tua kandung kak Juna sudah meninggal, tapi kenapa kalian malah ada di sini"
"Kami titip anak dan cucu kami ya Zaa, jaga dan sayangi mereka karena mereka satu-satunya harta yang kami miliki, semoga kalian bahagia" setelah mengucapkan kalimat tersebut sepasang suami istri itu langsung pergi meninggalkan Farza yang masih bingung.
"Tunggu....! kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku" teriak Farza dengan kencang sampaj akhirnya dia terbangun dari tidurnya.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Farza mengerjapkan matanya, sayup-sayup dia mencoba membuka matanya. Di ciumnya bau yang sangatlah dia hafal. Farza meraba perut nya yang sedikit membuncit.
#batin Farza#
Syukurlah tidak terjadi apa-apa padanya. Maafin mami sayang karena sebelumnya mami belum bisa menerimamu, mami janji mulai detik ini mami akan menjagamu sesuai keinginan alm kakek dan nenek kamu.
Farza mengusap air matanya dan langsung memanggil sang mama.
"Ma..... " Ucap Farza dengan suara serak.
Mendengar ada yang memanggilnya Mama Maya pun lantas menoleh dan melihat anak nya yang sudah membuka matanya.
"Farza.... " bunda Rose dan mama Maya mendekati Farza.
"Ada yang sakit sayang...? bunda panggil dokter dulu ya" ucap bunda Rose hendak pergi namun di cegah oleh Farza.
"Farza cuma laper bunda" jawab Farza yang sudah mengumpulkan kesadaran nya secara penuh dan mencoba untuk duduk.
__ADS_1
Bunda Rose dan mama Maya sama-sama membantu Farza untuk duduk, mereka tersenyum melihat anak mantunya yang kali ini mau meminta makan.
"Kamu mau makan apa sayang" tanya mama Maya sambil menyisir rambut panjang anak nya.
"Farza mau nasi goreng Ma" jawab Farza sambil mengedarkan pandangan nya mencari seseorang.
"Diluar ada siapa bunda kok rame banget" tanya Farza penasaran.
"Semuanya sayang, mereka nungguin kamu bangun"
Tak berapa lama semua pun masuk keruangan Farza, karena ruangan nya yang begitu besar jadi semuanya bisa masuk bersama.
"Farza.... "Ratu, Bella, Audy, Mira dan Naina langsung berhambur memeluk sahabatnya itu.
" Zaa mana yang sakit biar kita panggil dokter ya" ucap Audy heboh. Sedangkan Farza hanya mengulas senyum indahnya.
"Gue gak papa Dy, cuma laper aja"
"Lo mau makan apa Zaa..?" tanya Bella.
"Gue mau makan nasi goreng Bell"
Farza nampak berfikir sejenak sambil melihat sekeliling keluarganya.
#batin Farza#
Sebenarnya aku mau kak Juna yang beliin, tapi sepertinya dia tidak ada di sini, aku sudah mengingat kejadian tadi pagi, maaf kan aku kak sudah membuatmu marah.
"Siapa aja boleh deh yang penting enak" jawab Farza dengan tersenyum manis semanis madu.
Semua yang ada di ruangan merasa bersyukur karena pada akhirnya Farza bisa kembali ceria tanpa memikirkan masalah yang sedang menimpanya.
"Wah.... lagi rame ya..?" ucap dokter adel dengan tersenyum. Adel mendekati Farza dan memeriksa Farza.
"Apa ada keluhan Zaa..?" tanya dokter Adel dan Farza hanya menggeleng.
"Apa kandungan ku baik-baik saja kak..?" tanya Farza
__ADS_1
Dokter Adel tersenyum "Dia sehat Zaa dan sangat kuat" jawab dokter Adel.
"Syukurlah, dan kapan aku bisa pulang kak...?" tanya Farza tidak sabar.
"Tunggu kamu kuat dulu dek, kamu masih lemas kan" jawab Mirza sambil mengelus rambut adik kesayangan nya.
"Tapi Farza udah sembuh kak" jawab Farza manja.
"Dua hari lagi ya" ucap dokter Adel.
"Lama banget kak"
"Iya Zaa tunggu di boy kuat dulu, karena dia juga masih butuh nutrisi yang cukup" jawab dokter Adel.
"Boy...?" tanya Farza bingung.Kemudian dokter Adel menggiring tangan Farza agar menyentuh perut buncitnya.
"Boy... " ucap dokter Adel sekali lagi.
Farza mengelus perutnya dengan tersenyum
"Jadi anak aku laki-laki ya kak" tanya Farza tanpa mengalihkan pandangan nya dari perut buncitnya.
"Jaga dia ya Zaa, jangan sampai terulang lagi, kasihan, dia sudah cukup bertahan sampai di titik ini, jangan membuatnya menyerah ya"
"Maafin mami ya sayang, karena mami sudah membuatmu menderita" ucap Farza dengan menangis.
Semua yang ada di ruangan merasa sangat bahagia melihat Farza yang sudah mau menerima kehamilan nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....