
"Selamat pagi semuanya" ucap seorang gadis sambil mencium pipi kedua orang tuanya dan juga ke dua kakak nya, siapa lagi kalau bukan Calista.Remaja yang kemarin tepat berumur 17 tahun.
"Pagi sayang, ayo sarapan dulu" ucap sang Mami.
Calista duduk di depan Farza. Tepat berada di sebelah Arjuna. Di samping Calista ada Zio dan di depan Zio ada Varo.
"Papi nanti Lista ijin ya mau ke mall sama Davina dan Dian" ucap Calista di sela-sela makan nya.
"Mau ngapain sih ke mall segala...?" tanya Arjuna menatap anak perempuan bontotnya tersebut.
"Cuma mau jalan-jalan aja kok"
"Bohong tuh Pi, paling juga mau cuci mata" cetus Zio dan langsung mendapat pukulan di lengan nya.
"Iya emang kenapa, aku mau nyari cowok buat Dian, cowok yang baik, setia dan gak bikin Dian nangis terus" Jawab Calista dengan menyindir Zio, pasalnya Dian adalah pacar Zio. Mendengar ucapan adiknya membuat Zio langsung melotot kan matanya tepat di depan mata Calista juga.
"APA.....!!!" Ucap Calista yang sama-sama mendelik.
Tak... tak...
Varo menggetok kepala kedua adiknya memakai sendok yang bersih.Membuat mereka berdua langsung meringis dan memegang kepala mereka masing-masing.
"MAKAN....!!!" perintah Varo dengan tegas. Membuat Zio dan Calista langsung melanjutkan makan mereka tanpa bersuara. Sedangkan Arjuna dan Farza malah terkekeh saat melihat ke dua anak nya yang begitu takut dengan Varo.
"Calista... kamu nanti ke mall di temani Zio dan Endy, tidak ada bantahan" ucap Varo sekali lagi dengan tegas. Membuat keduanya kembali terdiam. Calista hanya bisa memanyunkan bibirnya setelah mendengar perkataan kakak sulungnya. Niat nya ingin pergi bertiga saja agar tapi ternyata gagal.
__ADS_1
"Kenapa manyun gitu dek..?" tanya Arjuna sedikit terkekeh.
"Gak papa Pih .. " Jawab Calista lirih.
"Lagian kan enak sayang kalau ke mall di temani kak Zio dan kak Endy, kan ada yang jagain" ucap Farza mencoba memberi pengertian pada Calista.
"Gak enak Mi, apa lagi kalau ada kaka Zio, ribet banget, mau ini gak boleh, itu gak boleh, beli ini gak boleh, beli itu gak boleh" ucap Calista menyandarkan punggung nya sambil melipat tangan nya di dada.
"Iyalah, soalnya kamu kalau di mall suka jajan sembarangan, makanya kakak gak suka" jawab Zio santai.
"Apaan deh, masak makan junkfood gak boleh"
"Gak boleh Cal, gak baik" Kali ini Varo yang menyauti.Membuat Calista kembali memanyunkan bibir nya.
Ting...
📩 Kak Endy 💕
Sayang aku di depan.
📩 Me
Iya tunggu ya, aku keluar dulu.
Calista langsung memasuk kan ponselnya kembali ke dalam tas nya. Dan bersiap-siap.
__ADS_1
"Lista duluan ya, kak Endy sudah di depan" ucap nya lalu berdiri,mencium tangan Papi dan Mami nya dan juga Varo yang di selingi juga mencium pipi mereka secara bergantian.
"Assalamualaiku... " ucap nya lalu pergi.
"Waalaikumsalam... " Jawab orang tua dan kakak mereka.
"Zio gak berangkat juga...?" Tanya Arjuna.
"Sebentar lagi Pih" jawab Zio yang masih melanjutkan makan nya.
Tak berapa lama Zio pun berpamitan dan berangkat ke sekolah menggunakan mobil kesayangan nya yang berwarna merah.
Sedangkan di meja makan hanya tinggal Arjuna, Farza dan juga Varo yang masih dengan santai nya menikmati sarapan mereka masing-masing.
"Abang ada miting gak...?" tanya Arjuna sambil menyesap kopinya.
"Ada Pih, tapi di luar kantor, karena kliennya yang minta" jawab Varo dan Arjuna hanya mengangguk kan kepalanya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
...Bersambung.... ...