MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Pernikahan Ansel 2


__ADS_3

Setelah semua acara selesai,Andra mengajak Gisel pergi menuju kamar hotelnya.


"Capek juga ya" ucap Gisel di depan cermin sambil melepas semua acesoris di kepalnya.


"Mau aku pijitin" Ucap Andra dengan memijit kedua pundak Gisela


"Emm.. kak Andra aku mau ganti baju dulu ya" ucap Gisel hendak pergi namun di cegah oleh Andra.


Andra membalik kan badan Gisel agar menghadapnya.


"Cantik" ucapnya saat melihat Gisel sudah di depannya.


"Paan sih" Gisel menunduk kan kepalanya karena malu "Aku gerah mau mandi dulu ya" tambahnya lagi.


"Nanti aja aku mau itu..... boleh kah..?" ucap Andra meminta izin


"Tapi jorok kakak aku bau keringat" ucap Gisel mencoba mencari alasan, karena sebenarnya saat ini dirinya sangatlah gugup.


"Tapi aku suka sayang" jawab Andra yang tanpa basa basi langsung mengangkat Gisel dan menidurkannya di ranjang.


Andra melancarkan aksinya, melakukan penyatuannya dengan Gisel. Mencumbui istrinya berkali-kali hingga sampai menjelang subuh.


"Makasih ya sayang" ucap Andra dengan mencium kening Gisel setelah melakukan ritual malam pertamanya.


"Emmm... " jawab Gisel mengangguk dengan mata yang sudah hampir terpejam karena kelelahan.


Andra menarik selimut hingga menutupi badan Gisel, menjadikan lengannya sebagai bantalan dan ikut memejamkan matanya karena dia sendiripun juga lelah.


Drrt... drrt... drrt...


Ponsel Andra berdering, membuat Gisel terbangun dari tidurnya. Saat membuka mata dilihatnya seseorang yang sangat dia cintai sedang tertidur pulas. Gisel tersenyum seraya membelai wajah suaminya tersebut, memandangnya dengan penuh kebahagiaan.


"Jangan di lihatin mulu, nanti kamu tambah jatuh cinta lagi" ucapan Andra membuat Gisel terkejut.


"Sudah bangun..? sejak kapan..?" tanya Gisel


"Sejak ponselku terus berbunyi, tolong ambilkan dong" ucapnya menyuruh Gisel.


Gisela mengambil ponselnya di atas meja, dilihatnya sebuah panggilan dari Farza. Dia pun memberikannya pada Andra.


"Hallo" ucap Andra masih dengan khas suara bangun tidurnya.


"KAKAKKKKKKKKK.. " teriak Farza dari seberang telfon, hingga membuat Andra menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Sayang coba kamu loadspeker" ucapnya memberikan ponselnya pada Gisel.

__ADS_1


Gisel segera menekan tombol pengeras suara.


"Ya Zaa ada apa..?" tanya Gisel.


"Apa kalian berdua gak lapar setelah bertempur semalaman" ucap Farza menggoda Gisel dengan tawanya


"Zaa.... " ucap Gisel malu-malu


"Apa sih dek..? pagi-pagi udah gangguin kita berdua aja" ucap Andra yang sudah tersadar dari tidurnya.


"Pagi apanya, ini sudah siang kakak, memangnya kalian tidur jam berapa sih"


"Subuh tadi kakak baru tidur" ucap Andra tersenyum sambil melirik Gisel


"Pantes, cepatlah turun kita sarapan bersama, semua sudah menunggu kalian"


"Iya... iya... 1/2 jam lagi kita turun"


"Cepetan dan jangan bertempur lagi, ingat..!! "


"Iya... bawelnya adik kakak ini"


"Cepetan woy kita udah lapar tau, 1/2 jam belum turun gue datengin kamar lo ya" ucap Mirza, setelah itu panggilan terputus.


"Ayuk yang kita mandi sebelum kakak beradik itu ngamuk dan grebek kita lagi" ucap Andra bangun dari tidurnya


"Iya.. "


Gisel bangun dari tidurnya hendak mandi, tetapi saat akan turun dari ranjang dia merasakan perih di area sensitifnya, sehingga membuatnya mengaduh kesakitan.


"Aww... " ucap Gisel merintih kesakitan.


"Kenapa yang..?" tanya Andra yang melihat Gisel kesakitan.


"Itu ku perih kak, jadi agak susah jalannya"


"Iyakah..? apa sesakit itu yang?apa perlu diperiksa dokter?"ucap Andra dengan khawatir


Gisel menangkup kedua pipi Andra " tidak perlu kak, nanti juga sembuh dengan sendirinya"


"Beneran..? maaf ya aku sudah membuatmu kesakitan"


"Tak perlu meminta maaf, kan itu memang sudah kewajiban ku sebagai seorang istri"


"Makasih ya sayang.. aku akan terus berusaha membahagiakan mu cup... cup... cup.. " ucap Andra dengan mencium istrinya berkali-kali

__ADS_1


"Iya sama-sama suamiku tercinta"


Andra turun dari ranjangnya dan langsung menggendong Gisel menuju kamar mandi. Gisel yang telanjang hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu.


"Gak usah malu, pemandangan ini bakal kakak liat tiap hari" ucap Andra menggoda istrinya.


Gisel memukul pelan dada Andra " apaan sih"


...----------------...


Setengah jam Gisel dan Andra sudah berkumpul di restoran hotel.


"Lama banget sih, udah keroncongan ni perut kita semua" ucap Farza


"Maklum Zaa pengantin baru maunya lama" cetus Arjuna dengan sedikit menggoda


"Kalian ini dari tadi godain kakak mulu ya" ucap Andra dengan menjewer telinga Farza dan Arjuna


"Aaaaa.... ampun kak.. ampun" ucap Arjuna dan Farza dengan memegangi telinganya


Semua keluarga yang melihat perdebatan antara anaknya hanya bisa tersenyum bahagia.


#Batin Papa Farza#


Teruslah bahagia sayang, maaf kan papa karena sudah memisahkan mu dengan Andra.


"Sudah-sudah ayo kita makan dulu habis itu kita pulang" ucap Deny menyudahi perdebatan anak mantunya.


"Kak Gisel gimana rasanya" ucap Farza berbisik.


"Apanya...?" tanya Gisel bingung.


"Naeananya" jawab Farza dengan tertawa.


"Kamu ini ya... dasar" ucap Gisel menggetok Farza dengan sendok makannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2