
Masih di tempat yang sama Arjuna yang yang lain sibuk dengan pacar masing-masing, begitupun juga dengan Ratu yang lebih memilih menghubungi Mirza dari pada harus menjadi nyamuk teman-teman nya.
"Ngomong-ngomong... Dave loe gak ada niatan traktir kita gitu" tanya Doni tiba-tiba
"Enggak..!" jawab Dave singkat. Dia duduk bersandar di pundak Bella sambil memainkan ponselnya.
"Pelit amat" ucap Audy "Kalau gitu kak Akhmad aja, kan kalian berdua juga bari jadian" tunjuk Audy pada Akhmad dan Naina.
"Gue lagi kanker Dy" jawab Akhmad beralasan.
"Ck..! kalian berdua ini pelit amat, ya udah Bell mending loe tinggalin aja kak Dave, loe juga Na, ngapain pacaran sama orang yang gak mau berbagi kebahagiaan" cerocos Ratu yang kebetulan ikut mendengan percakapan mereka.
Bella hanya tersenyum mendengar ucapan Ratu.
"Boleh juga saran loe Tu" celetuk Bella tiba-tiba membuat Dave yang berada di sebelahnya langsung mendongak kan kepalanya, menatap tajam Bella.
"APA...!!?" tanya Bella dengan tatapan yang tak kalah tajam dari Dave.
"Kamu mau mutusin aku....?" tanya Dave datar
"Iyalah... " jawab Bella.
"Ya udah oke kita putus...!!!" ucap Dave tegas lalu berdiri meninggalkan teman-teman nya. Bella dan para cewek lainnya begitu kaget mendengar ucapan Dave, mereka hanya melongo melihat kepergian Dave.
Brakk....
Dave menutup pintu dengan keras membuat semuanya terkejut dan tersadar.
"Bell kak Dave Bell" ucap Farza menyadarkan Bella yang dari tadi hanya diam.
"Hah iya... kak Dave beneran marah gak ya..?" tanya Bella
"Lagian kalian ngapain sih ngerjain Dave, udah tau Dave itu gak bisa di ajak becanda" ucap Arjuna
"Kita kan gak tau kak" jawab Ratu
"Kak Dave marah beneran gak ya kak Juna..?" tanya Bella dengan khawatir
"Loe tau Bell, Dave kalau marah tu lama, Dave juga pantang menarik kembali omongan nya" ucap Doni
"Hah...!" Bella terkejut "Berarti dia beneran mutusin Bella dong" tanya Bella.
__ADS_1
"Bukan dia yang mutusin, tapi loe Bell" ucap Farza.
"Aduh... aku mau kejar dia aja deh" ucap Bella yang kemudian berdiri yang langsung keluar untuk mengejar Dave.
"Kita keluar juga deh Jun" ajak David
"Hemm" jawab Arjuna mengangguk.
Akhirnya semua pun keluar dari rumah pohon dan sama-sama mencari Dave. Sedangkan Bella terus mencari Dave tapi gak ketemu.
"Duh kak Dave kemana ya" ucap Bella yang kebingungan "Aku telfon aja deh"
Bella memencet nomor Dave lalu menghubunginya, tapi nihil Dave tak menjawab panggilan daru Bella.
"Di mati'in lagi, aku kirim pesan aja deh"
💌Me
Kak Dave dimana...?
Bella minta maaf😔😔
#batin Bella#
Mungkin aku udah jatuh cinta sama kak Dave makanya aku begitu sedih saat dia ninggalin aku.
"Bell.... " Farza menepuk pelan pundak sahabatnya.
"Zaa.... hiks" Bella akhirnya memeluk Farza "Hiks kak Dave gak mau jawab panggilan ku Zaa, dia juga gak mau balas pesan ku Zaa hiks.. huuuu..." Bella menangis di pelukan Farza.
"Loe tenang ya nanti kak Dave juga kesini" ucap Farza mencoba menenangkan Bella.
"Gak Zaa, dia marah sama aku Zaa hiks... hiks... hiks.. aku harus nyari dia Zaa"
"Dia gak ada di kampus Bell, dia pasti lagi pergi ke suatu tempat" ucap Doni
Bella melepas pelukan dan beralih menatap Doni, menghapus air matanya.
"Kak Doni tau di mana kak Dave..?" kini Bella bertanya namun Doni hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengetahuinya dan itu membuat Bella kembali murung dan menunduk kan kepalanya.
"Udah Bell sekarang kita ke lapangan aja, loe tenang aja nanti Dave pasti balik kok, loe beri dia waktu aja" tutur Arjuna.
__ADS_1
Akhirnya Bella nurut dan ikut kembali ke lapangan bersama yang lain nya.
Di lapangan kampus sudah berjejer para mahasiswa dan calon mahasiswa yang sedang melihat acara pensi di adakan. Melihat Arjuna dan yang lain datang para junior langsung berlarian untuk meminta tanda tangan terakhir dari panitia ospek mereka.
"Udah kayak artis aja ya cowok-cowok kita ini" ucap Audy yang melihat para cowok-cowok di kerumuni para calon mahasiswa
"Cowok kalian kan emang idola kampus" ucap Naina.
Farza yang duduk di sebelah Bella melihat sahabatnya yang hanya diam dengan menunduk kan kepalanya. Farza menggenggam tangan Bella.
"Jangan sedih dong Bell" ucap Farza.
"Aku sayang sama dia Zaa, ternyata gini ya rasanya kehilangan orang yang kita cintai" ucap Bella dengan menahan tangisnya.
"Maafin kita ya Bell, gara-gara kita loe jadi kayak gini, coba tadi kita gak bikin ulah pasti gak bakalan kyak gini jadinya" ucap Ratu dengan menyesal.
Bella hanya tersenyum kecut menatap para sahabatnya "kalian gak perlu minta maaf, mungkin ini udah takdir gue kali, udah jangan ikutan sedih"
"Aaaa...... peyuk... peyuk" Maya merentangkan tangannya dan mereka saling memeluk satu sama lain nya "Jangan sedih lagi ya, kalau kak Dave cinta sama loe pasti dia bakal balik sama loe " ucap Maya menenangkan Bella agar tidak bersedih.
"Iya... makasih ya kalian selalu ada buat gue, gue sayang kalian semua" Bella tersenyum sambil memeluk teman-teman nya.
Dari jauh Arjuna melihat para cewek-cewek berpelukan hanya tersenyum begitu juga dengan para cowok lain nya.
"Loe udah hubungin Dave Jun" tanya David yang duduk di bangku di sebelah Arjuna sambil mendatangani kertas para junior mereka.
"Ponselnya gak aktif, udah biarin aja, nanti juga dia balik, dia kan harus bubarin ospek hari ini" ucap Arjuna.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1