
Setelah tiga hari berada di rumah sakit, akhirnya Gisel di perbolehkan untuk pulang. Dengan hati-hati Andra mendorong kursi roda hingga sampai di parkiran mobil.
"Mas,Rania kok gak ikut ke sini sih...?" tanya Gisel saat sudah berada di dalam mobil.
"Dia tadi lagi asik sama Livia dan yang lain nya sayang"
"Huh... kan aku kangen sama dia" ucap Gisel dengan sedikit cemberut.
"Sebentar lagi kan kamu ketemu sama Rania sayang dan juga sama jagoan kecil kita ini" kata Andra sambil mengelus pipi bayi kecil yang berada di gendongan Gisel.
"Makasih ya Mas, kamu sudah hadir dalam hidupku" ucap Gisel menoleh pada suami nya yang saat ini sedang menyetir mobil.Sedangkan Andra hanya bisa tersenyum sambil menggenggam tangan Gisel dan sesekali mencium punggung tangan istrinya.
//Dan aku juga sangat berterima kasih sama kamu Zaa, karena kamu sudah mengorbankan cinta pertamamu, semoga kamu dan Arjuna selalu bahagia Zaa// Gumam Gisel dalam hati.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Setengah jam kemudian Andra sampai di depan rumah nya. Di sana juga sudah berjejer beberapa mobil dari saudara dan juga kerabat terdekat nya yang sudah menunggu kepulangan Gisel dan juga bayi mungil yang kini berada di gendongan sang Mama.
Gisel memasuki rumahnya dengan di sambut oleh seluruh keluarganya dan juga teman-teman dari Farza yang juga memang sudah sepertu keluarga baginya.
"Mamaaaa...... " teriak Rania dengan berlari mendekati Gisel.
"Sayang nya mama.... " ucap Gisel sambil mengelus rambut Rania. Andra pun langsung menggendong anak perempuan nya yang kini sudah menjadi kakak.
"Pa, Rania mau cium dede bayi dong" ucap Rania.Andra pun langsung membantu Rania mendekat pada adik kecil nya dan langsung menciumnya.
"Dedek besar nanti main sama kakak Rani ya" ucapnya sambil mengelus pipi gembul adik nya.
"Ma nama nya adek siapa...?" tanya Rania.
__ADS_1
"Oh iya kalian kan belum kasih mana anak kalian" ucap Bunda Rose.
"Duduk dulu sayang" ajak Andra menggiring istrinya untuk duduk di sofa ruang tamu, bergabung dengan keluarga yang lain nya.
"Papa udah nyiapin nama buat anak kita...?" tanya Gisel.
"Udah dan namanya ZIDAN HILMA SANJAYA" Jawab Andra dengan tersenyum.
"Wah bagus sekali namanya, semoga kamu menjadi anak yang sukses ya nanti nya sayang" ucap Bunda Rose sambil mencium pipi baby Zidan.
malam harinya...
"Boy.... " ucap Farza masuk ke dalam kamar Varo.
"Iya Mi... " jawab Varo masih sibuk dengan ponselnya.
Farza berjalan mendekati Varo dan langsung duduk di sebelah anak nya di atas kasur.
"Sudah mi" ucap Varo.
"Sayang, minggu depan mami mau ke Amerika, Varo di rumah ya sama Oma dan Opa dan juga Papa" ucap Farza sambil mengelus rambut Varo.
"Sendiri....?" tanya Varo.
"Enggak, mami sama Daddy dan Mommy, terus ada Mona, Mody, Moya dan juga dad Al, dad Dav sama dad Din" ucap Farza menyebutkan nama sahabatnya satu persatu.
"Varo gak diajak Mi...?" tanya Varo lagi dan Farza menggelengkan kepalanya.
"Varo kan sekolah dan lagi mami ke sana ada pekerjaan sayang , nanti mami pulang sebelum perayaan ulang tahun Varo"
__ADS_1
"Ya udah deh gak papa, tapi janji ya mami harus pulang sebelum acara ulang tahun Varo" jawab Varo.
"Iya, dan mama bakalan bawa kado spesial buat anak mami ini" ucap Farza yang kini sudah memeluk anaknya.
"Papi ya Mi.. " cetus Varo semangat.
"Eh... kok papi sih, tapi mami usahain ya nanti mami hubungin papi biar bisa pulang" jawab Farza dengan tersenyum.
"Yeeeeeee...... makasih mami" ucap Varo mencium pipi Farza.
"Tapi mami gak janji ya sayang, Varo gak boleh sedih ya kalau nanti mami gak bisa bawa pulang papi" kata Farza yang langsung membuat Varo sedih.
"Iya Mi... " jawab Varo menunduk kan kepalanya.
"Sayang.... " Farza kembali membelai rambut Varo.
"Varo ngantuk Mi, mau istirahat" jawab Varo langsung membaringkan tubuhnya.
"Ya sudah, yuk tidur sama Mami, mami kangen sama anak Mami ini" ucap Farza yang langsung memeluk Varo begitu juga dengan Varo yang juga memeluk Mami nya. Dan akhirnya mereka tidur bersama.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....