
Arjuna mendaratkan bibir nya ke bibir Farza, Hanya kecupan singkat setelah nya dia mencium kening Farza dan memeluk nya.
"Aku akan selalu ada untuk mu Zaa, aku akan selalu siap jadi sandaran kamu" ucap nya dengan tersenyum.
"Makasih ya" Jawab nya membalas senyuman Arjuna.
"Kita ke bawah yuk,aku gak enak sama Ayah sama Bunda" Farza mengajak Arjuna karena dia takut akan terus terjadi salah faham.
"Gak ah aku males, kita ke mall aja gimana ngilangin stres"
"Tapi kan ini masih pagi Kak emang kamu mau bantuin ngepel mall" ucapnya tertawa.
"Sudah ayuk,males juga di rumah" jawab nya yang lalu berdiri menggandeng tangan Farza.
.
.
.
.
Sedangkan di bawah Ayah,Bunda dan Gisel masih syok dengan kata-kata Arjuna.
"Baru kalia ini Bunda lihat Arjuna marah" ucap Bunda Rose tak percaya.
"Ya siapa sih Bunda yang gak marah kalau pacar di tuduh yang engak-engak" Ucap Ayah Deny setengah menyindir Gisel.
"Ayah nyindir Kakak....?" tanya Gisel sedikit tak terima.
"Ya kamu merasa kesindir gak...?" tanya balik Ayah Deny dengan santai nya.
"Kita juga terlalu fokus untuk perjodohan Gisel, sampai kita lupa kalau sebenar nya ada hati yang masih terluka" tambah nya lagi.
"Gisel jadi merasa bersalah sama Farza,Gisel terlalu takut Andra akan balik lagi sama Farza, Gisel nyesel udah marahin Farza tadi" ucap nya berdiri hendak pergi.
"Kamu mau kemana kak" tanya Ayah Deny.
"Gisel mau minta maaf sama Farza,Yah"
"Jangan sekarang, apa kamu gak ingat tadi gimana marahnya adik kamu"
"Tapi kan Gisel merasa bersalah Ayah,Bunda"
"Iya nanti saja, sekarang ayuk kita berangkat keburu siang" Jawab Ayah Deny yang kemudian berdiri,bersiap untuk pergi ke bandara.Dan saat mereka bertiga hendak keluar,mereka berpapasan dengan Arjuna dan Farza yang juga akan keluar rumah.
"Bunda udah mau berangkat ya" tanya Farza yang melihat mereka berjalan ke luar rumah.
"Zaa... " Gisel menoleh dan langsung mendekati nya dan memeluk nya.
"Zaa... huuuu.. maafin aku zaa huuu... " Gisel menangis dalam pelukan Farza.
"Iya,Farza sudah maafin kak Gisel kok" ucap nya melepas pelukan Gisel dengan tersenyum.
__ADS_1
Sedangkan Arjuna hanya melewati Gisel begitu saja.
"Kakak tenang saja pasti besok juga sudah baik, dia gak mungkin bisa marah lama-lama sama kakak".
"Ya sudah ayuk berangkat, sayang kami berangkat dulu ya" bunda Rose berpamitan
.
.
.
Arjuna melajukan mobil sport nya melewati macetnya jalanan kota Jakarta. Setelah hampir lima belas menit, mereka pun sampai di salah satu mall terbesar di Jakarta. Arjuna berjalan bersama masuk ke dalam mall.
"Kita mau kemana dulu yang" tanya nya sambil mengandeng tangan Farza.
"Jalan-jalan ajalah keliling mall".
Arjuna merangkul pundak Farza.
"Kamu pendek juga ya" ucap nya mengacak rambut Farza.
"Enak aja, kamu nya saja yang ketinggian".
Arjuna dan Farza terus berjalan mengelilingi mall tanpa arah dan tujuan.Sambil berjalan mereka saling berbagi cerita.
"Kak ... " panggil Farza.
"Apa masih marah sama kakak Gisel".
"Hmmm.... ".
"Kak..... jawab dong".
"Apasih Zaa,aku males bahas Gisel,sudah kamu jangan banya omong lagi" jawab Arjuna dengan kesal .
"Kenapa jadi kesal sama aku,kan aku cuma nanya aja,Kak Gisel kan kakak kamu,gak seharusnya kamu marah lama-lama sama Kak Gisel"
"Iya,tapi aku gak suka cara nya dia marahin kamu,dia nuduh kamu lo yang"
"Sudah ah jangan marah terus,ganteng nya ilang tau" ucap Farza menggoda Arjuna.
"Mana ada ganteng ku ilang,yang ada itu aku bertambah ganteng lagi" jawab nya membanggakan diri nya
"Pede nya" ucap Farza menepuk kening nya sendiri.
"Jadi gimana,masih marah gak sama kak Gisel...?" tanya Farza sekali lagi.
"Aku gak pernah marah sama Gisel, aku hanya kecewa saja dengan mereka semua Zaa".
"Duduk yuk" Farza mengajak Arjuna duduk di bangku yang disediakan di mall.
"Apa kamu gak pernah marah Zaa sama mereka" tanya Arjuna.
__ADS_1
Farza tersenyum kecut "sebenarnya aku sama seperti kamu kak, marah, bahkan sangat marah, tapi aku bisa apa, aku gak mau durhaka sama orang tuaku"
"Bang Andra..?"
"Sama, kak Andra juga sebenarnya kecewa dan marah tapi dia bisa apa, dia terlalu menghormati Papa sama Mama yang sudah merawat nya setelah orang tua nya meninggal".
"Berarti bang Andra belum cinta dong sama Gisel"
"Sama seperti aku, dia gak akan mudah melupakan itu tapi aku yakin lambat laun dia bakalan melupakan ku kok"
"Aku boleh minta sesuatu gak sama kamu kak" tanya Farza menatap Arjuna yang berada di samping nya
Arjuna mendekatkan diri nya, merangkul pinggang Farza dan mendekatkan wajah nya hingga jarak nya tersisa satu centimeter.
"Apa" tanya nya dengan meyampingkan anak rambut Farza.
"Suatu saat nanti jika aku sudah mencintai kamu dan aku dekat lagi dengan Kak Andra,kaamu jangan cemburu ya".
Arjuna mengeryitkan kening nya.
"Kenapa begitu"
"Aku akan terus berusaha melupakan nya, sebagai orang yang dulu pernah singgah di hati aku, tapi aku juga gak bisa melupakan orang yang juga sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri"ucap nya lalu menunduk kan kepala nya.
" Tapi aku akan selalu menjaga jarak dengan nya"tambahnya lagi.
Arjuna hanya tersenyum menanggapi perkataan Farza.
"Aku akan selalu percaya sama kamu Zaa, jadi kamu juga harus bisa jaga kepercayaan ku ya".
"Iya aku janji" jawab nya tersenyum menautkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Arjuna.
"Jalan lagi yuk" ucap Farza mengajak Arjuna kembali berkeliling Mall yang masih sepi.
"Laper gak...?" tanya Arjuna.
"Belum,nanti saja makan nya,lagi pingin muter-muter aja dulu"
"Ya sudah ayuk" jawab Arjuna kembali merangkul pundak Farza.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1