
Akhirnya Mirza mengantar Farza ke sekolah. Di sepanjang jalan dia hanya diam dengan menatap ke luar jendela, melihat perubahan sikap adeknya Mirza menjadi penasaran dan kemudian bertanya.
"Dek kamu kenapa..? " tanya Mirzani sambil menyetir mobil.
"Aku gak papa" jawabnya singkat.
"Jangan bohong, pasti ada sesuatu ya antara kamu sama Andra..? " tanya nya lagi.
"Kakak sok tau, emang ada apa" tanya Farza.
#Kakak tau dek pasti kamu punya hubungan khusus sama Andra, tapi maaf dek kakak gak bisa bantuin kalian berdua# batin Mirza.
"Kok diem..! katanya tau sesuatu".
"Gak jadi, lupain aja" jawab Mirza.
"Dasar.. ".
15 menit kemudian mereka sampai di sekolah.
"Aku masuk ya kak Assalamualaikum" pamit nya pada Mirza.
"Waalaikumsalam, maafin kakak dek kakak gak bisa bantu kamu" serayanya melihat Farza dari kejauhan.
Mirza akhirnya pergi meninggalkan sekolah dan langsung menuju bandara untuk menjemput Andra.Sedang di kelas Farza hanya diam dan melamun.
"Bell, Farza kenapa..dari tadi diem aja.." tanya Ratu pada Bella.
"Gak tau juga gue, udah jangan di ganggu dulu, biarkan dia tenang" jawab Bella.
Bel masuk berbunyi pelajaran pun dimulai. Sepanjang pelajaran berlangsung Farza hanya melamun saja sampai 1 jam pelajaran berakhir dan semua siswa meninggalkan kelas dan pergi ke kantin.
"Bell...." Audy menyenggol legan Bella dan menunjuk ke arah Farza.
__ADS_1
"Kalian duluan ke kantin, biar gue bicara sama Farza dulu" kata Bella sambil menggeser bangkunya tepat di samping Farza.
"Ya udah kita duluan ya" pamit Audy dan yang lain nya. Setelah itu Bella mencoba bertanya pada Farza.
"Zaa ke kantin yuk...? anak-anak udah nungguin lo" ajak nya.
"Duluan aja Bell, gue lagi gak mood, gue dikelas aja" jawab nya lesu.
"Zaa elo lagi ada masalah ya..? dari tadi gue perhatiin elo ngelamun aja, gak mau cerita sama gue ni" tanya Bella dengan hati-hati dan tanpa aba-aba Farza langsung memeluk Bella dan menangis di pelukan nya..
"Hiks.... hiks.... sakit Bell disini" tangis Farza sambil menunjuk ke dada nya.
"Menangis lah Zaa kalau itu bisa bikin hati elo tenang, gue selalu siap jadi sandaran elo kok" jawab Bella dengan mengelus punggung Farza. Dan akhirnya Farza menangis di pelukan Bella, teman sekaligus sahabat yang sudah di kenalnya saat masih SMP. Tak berapa lama suara tangisan pun mereda dan Farzaa melepaskan pelukan nya dari Bella.
"Sudah tenang..?" tanya Bella dengan senyuman dan dijawab anggukan oleh Farza.
"Sekarang elo cerita kenapa sakit hati, kenapa elo nangis" tanya Bella bertubi-tubi.
Akhirnya Farza menceritakan semua tentang Andra, tentang hubungan nya yang sudah terjalin lama, dan tentang perjodohan Andra. Bella mendengarkan dia bercerita dengan sesekali menghapus air mata Farza yang jatuh ke pipinya.
"Yang sabar ya Zaa, jangan sedih,jodoh, maut, rezeki sudah ada yang ngatur, mau berapa lama hubungan kalian, kalau kalian gak berjodoh mau di apain lagi Zaa" Bella menjelaskan agar Farza sedikit mengerti dan menerimanya.
"Iya Bell gue tau, gue bakal berusaha menerima Bell kalau memang kak Andra buka jodoh gue, makasih ya Bell eli sudah mau dengerin curhatan gue" kata Farza yang sudah sedikit lebih tenang.
"Sama-sama Zaa, elo kayak ke siapa aja, kita itu dah kenal 5 tahun Farza, jadi jangan pernah sungkan buat curhat sama gue ya"
"Kalian kok gak ke kantin sih, ditungguin juga" tiba-tiba Ratu dan yang lainnya masuk dengan membawa makanan untuk mereka berdua.
"Kalian lagi ngapain sih..?" tanya Nathan penasaran.
Farza akhirnya menceritakan semua kepada Ratu dan yang lain nya karena dia tidak mau ada rahasia diantara dia dan para sahabatnya.
"Ratu gue mohon jangan sampai kak Mirza tau tentang hubungan gue sama kak Andra ya, kalau pun harus tau biarlah dia tau dengan sendirinya" pinta Farza pada Ratu.
__ADS_1
"Iya Zaa Insyaallah gue bakalan jaga rahasia ini baik-baik sampai kak Mirza tau dengan sendiri nya dan bertanya sama gue" jawaban Ratu membuat Farza sedikit lega.
"Makasih ya kalian semua,gue seneng punya sahabat kayak kalian".
"Uuuu... berpelukan yuk" ajak Audy pada para sahabatnya. Mereka akhirnya berpelukan dan setelah itu Farza dan Bella memakan roti yang sudah di bawa sahabatnya tadi.
Sedangkan di Bandara Soekarno Hatta, Mirza sedang menunggu kedatangan saudara angkat nya sekaligus teman dan asisten di perusahaan nya. Dan setelah beberapa menit akhirnya yang ditunggu pun datang.
"Mirzaaa...... " panggil yya dengan melambaikan satu tangan nya dan satunya menarik koper mendekati Mirza
"Akhirnya sampai juga elo, gue sudah jamuran kali nungguin elo gak dateng-dateng" canda Mirza pada sahabatnya Andra.
"Suek elo, kok sendirian aja ,adek gue mana..?" tanya Andra karena tak melihat Farza.
"Ya sekolah lah,kan ini hari sekolah dodol" jawab Mirza sambil berjalan ke arah mobil.
"Entaar gue jemput dia ya" pinta Andra.
"Iya serah eli dah, lagian dia pasti senang kalo elo jemput" jawab nya sambil memasuki mobil.
Mirza dan Andra akhirnya pergi ke kantor Papa Firman karena sudah ditunggu dari tadi..
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung. ....
[selamat membaca para readers, salam cinta dari author❤]