
Setelah menempuh jarak sekitar satu jam dari bandara,akhirnya mereka sampai di mansion utama. Mansion yang di huni oleh beberapa orang.
"Waaah..... ini mansion nya...?" ucap Naina yang takjub dengan bangunan yang berada di depan nya.
"Zaa kamu kenapa kok pucat banget...?" tanya Audy yang melihat Farza nampak pucat dan lemas.
"Gue pusing banget Ra" jawab Farza yang sedari tadi berada di pelukan Mirza.
"Ya sudah ayo kita masuk biar kamu juga bisa langsung istirahat Zaa" ajak David yang berjalan terlebih dahulu.
"Bill, Fan kalian bereskan ini semua ya" ucap Dino.
"Siap bos" jawab keduanya memberi hormat.
Sampai di depan,saat David hendak memencet bel tiba-tiba pintu terbuka dengan lebar. Seseorang menyambut mereka dengan senyuman yang sangat bahagia.
"Selamat datang... " ucap tuan rumah dengan tersenyum.
"KAK MIRA....!!" ucap para wanita bersamaan dan langsung lari mendekati Mira kecuali Farza yang memang sangatlah lemas. Mira, Ratu, Audy, Maya dan Naina langsung berpelukan, saling melepas kangen satu sama lain nya. Sedangkan Mirza hanya bisa terkejut tanpa bisa bertanya.
"Kalian apa kabar...?" tanya Mira setelah melepas pelukan nya.
"Kita baik kak, kakak sendiri gimana..?" tanya Maya.
"Gue kangen lagi sama kalian semua, akhirnya kita bisa ketemu dan bersama lagi" ucap Mira tersenyum.
"Ya sudah ayo masuk, pasti kalian capek kan" imbuhnya lagi.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam rumah, namun saat Mirza akan melangkah tiba-tiba Farza pingsan, untung nya saat itu dia masih berada di pelukan Mirza sehingga Mirza dapat menahan nya.
"Dek.... " ucap Mirza setengah berteriak karena terkejut, dan membuat semua juga menoleh.
"Ya Allah Farza" ucap Ratu mendekati Mirza.
"Dek bangun dek.. " Mirza menepuk-nepuk pipi Farza agar bangun.
"Kak Mirza bawa Farza ke kamar aja ya ayuk aku antar, kalian semua bisa istirahat di lantai 2 ya kalian pilih kamarnya sendiri-sendiri ya, maaf aku gak bisa nemenin" ucap Mira dengan khawatir.
"Iya Mir gak papa lo anter bang Mirza dulu" jawab David.
Akhirnya Mira mengantar Mirza menuju lantai tiga menggunakan lift yang sudah ada di dalam mansion, karena kamar Arjuna berada di lantai tiga. Setelah sampai,Mira langsung membuka pintu kamar Arjuna yang langsung membuat Mirza terkejut karena saat masuk ke dalam Mirza langsung di sambut oleh beberapa foto Varo dan juga Farza yang terpampang di dinding kamar.
"Mir... ini... " tanya Mirza menggantung.
"Kakak baringkan Farza dulu ya, nanti aku jelasin" jawab Mira seakan tau maksud dari ucapan Mirza.Dan akhirnya Mirza membaringkan Farza di ranjang milik Arjuna.
"Mah.... " panggil seseorang dari arah pintu sambil mengucek matanya karena bangun tidur.
__ADS_1
"Lho anak mama udah bangun, sini sayang" ucap Mira melambaikan tangan, dan akhirnya dia pun mendekat.
"Ini siapa Mir..?" tanya Mirza
"Ini anak aku kak, namanya Daniel" jawab Mira.
"Mirip Varo ya" jawab Mirza sedikit tersenyum.
"Salim dulu sayang sama Uncle" ucap Mira menyuruh Daniel dan Daniel pun langsung salim pada Mirza.
"Permisi...!" ucap seseorang sekali lagi di depan pintu dan kali ini orang tersebut datang bersama David dan juga bersama yang lain nya dan sekali lagi membuat Mira dan Mirza menoleh.
"David mendekat dengan membawa stetoskop di tangan nya dan langsung memeriksa Farza.
"Gimana Dav..?" tanya Doni.
"Dia cuma butuh istirahat, Ma sini selang infusnya" ucap David pada Maya yang memang membawa selang infus beserta cairan infusnya.
"Kenapa di infus Dav...?" tanya Mirza.
"Iya agar nanti pas dia bangun dia gak lemas, ini cuma cairan penambah nutrisi aja kok, ya sudah ayo kita tinggalin Farza biar dia bisa istirahat dulu" ucap David mengajak semuanya keluar dari kamar Arjuna.
"Bentar... gue butuh penjelasan...!? " ucap Mirza dengan tegas.
"Ayo bang aku jelasin di bawah, Farza biar istirahat dulu" ucap Doni mengajak Mirza turun menuju ruang keluarga.
"Sekarang jelaskan" ucap Mirza setelah berada di ruang keluarga bersama yang lain.
"Dari awal lah" jawab Mirza.
"Ya dari awal kita memang kuliah bang di sini bertiga, tapi setelah satu tahun kita mulai merintis usaha kita sambil tetap kuliah"
"Kenapa kalian gak ngabarin atau ngomong"
"Itu semua keinginan Arjuna bang, dia mau membuktikan pada Ayahnya kalau dia bisa berdiri sendiri tanpa bantuan ayahnya. Abang pasti taulah gimana pandangan Om Deny sama Arjuna" ucap Doni.
"Tapi kan selama ini Arjuna juga bekerja di kantor" ucap Mirza lagi.
"Juna bekerja di kantor sebelumnya karena paksaan bang dan itu membuatnya jenuh dan terpaksa, makanya dia gak pernah berhasil. Meski dia sudah berusaha tapi di mata ayahnya, Arjuna belum sempurna, maka dari itu dia ingin membuktikan sendiri dan dengan caranya sendiri" ucap Doni menjelaskan.
"Dan untuk kerjasama,sebenarnya dia gak beneran, dia hanya ingin Farza kesini makanya dia pakai cara ini, karena kalau dia meminta langsung itu akan membuat orang rumah curiga. Karena dia ingin memberi kejutan sama keluarganya khususnya Varo" imbuhnya lagi.
"Dan kalian semua sebenarnya sudah tau" tanya Mirza memandang semua yang ada di situ dengan penuh selidik.
"Iya.... " jawab mereka bersamaan.
"Mommy juga tau...?" tanya Mirza pada Ratu.
"Iya.. " jawab Ratu santai.
__ADS_1
"Kok gak bilang sama Daddy" ucap Mirza sedikit kecewa.
"Ya gak papa, mau buat kejutan aja sama daddy, udah ya daddy gak usah pake acara marah-marah segala" jawab Ratu yang sudah memperingati suaminya terlebih dahulu.
"Iya bang, ntar lo gak dapat jatah malam bahaya lho" jawab Aldi menggoda Mirza.
//Mam-pus gue kalau sampe gak dapat jatah malam// decak Mirza dalam hatinya.
"Lalu sekarang Juna mana Don...?" tanya Dino.
"Arjuna lagi ke London bersama dengan Willy, Billy pasti udah jelasin kan sama kalian" ucap Doni dan di jawab anggukan oleh David dan Dino tapi tidak dengan Mirza.
"Jelasin apa...?" tanya Mirza sekali lagi.
"Abang belum tau..?" tanya Doni
"Belum... "
"Jadi perusahaan yang baru kita rintis di London mengalami penurunan karena ada yang korupsi sebesar 1M kurang lebih, dan itu membuat Arjuna murka karena sejauh ini kita benar-benar teliti saat merekrut pegawai. Tapi entah lah kenapa kita bisa kecolongan" ucap Doni menjelaskan.
"Lalu kapan dia pulang apa dia gak kepingin ketemu istrinya" kata Mirza.
"Nanti malam juga pasti udah pulang bang, gak butuh waktu lama buat dia menstabilkan perusahaan lagi, cukup satu jentikan aja" jawab Doni terkekeh.
"Kabar kak Dave gimana kak...?" tanya Audy yang sedari tadi sebenarnya sudah penasaran ingin menanyakan kabar Dave.
"Dave baik kok" jawab Doni singkat.
"Ngomong-ngomong anak kalian kok gak kalian ajak sih" tanya Mira yang tak melihat anak dari Ratu, Audy dan juga Naina.
"Mereka di rumah sama omanya Mir, kan kita mau bulan madu lagi kali, bikin anak lagi" jawab Dino terkekeh sehingga membuatnya mendapat cubitan dari Audy.
"Aw... aw... sakit yank" keluh Dino.
"Kamu tuh ngomong gak disaring dulu" jawab Audy kesel.
"Gak ada saringan Ma" jawab Dino dengan bercanda.Sehingga membuat semua yang ada di situ hanya bisa menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...***bersambung.......
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷***...