MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 87 s2


__ADS_3

Sore hari di kamar yang sunyi,Farza mengerjapkan matanya, mengumpulkan kesadarannya,sebelum dia melihat isi dari kamar yang sudah di tempati nya.Setelah terkumpul dia langsung melihat dengan jelas di mana dia berada. Di sebuah kamar yang bernuansa putih abu-abu dengan banyaknya foto yang terpajang dinding.Dia yakin kalau sekarang dia berada di kamar suaminya.


"Akh.... sssh" Farza mendesis karena masih merasakan pusing yang melanda kepalanya.Dengan terpaksa akhirnya dia berjalan keluar kamar dengan hati-hati. Namun saat akan membuka pintu tiba-tiba pintu terbuka, di lihatnya Mira yang sedang berdiri di hadapan nya dengan membawa nampan yang berisi makanan dan juga obat yang tadi di kasih oleh David.


"Kak Mira... "


"Zaa... kok udah bangun sih, kan kamu masih sakit" ucap Mira dengan sedikit khawatir.


"Aku laper kak makanya tadi mau ke bawah"


"Ya sudah ayuk ini aku udah bawa makanan nya" Akhirnya Farza memilih duduk di sofa bersama Mira.


"Ini kamu makan Zaa, dan jangan lupa kamu minum obatnya ya" ucap Mira.


"Kak ini infus di lepas kenapa sih" ucap Farza yang merasa kesusahan karena selang infus yang berada di tangan nya.


"Ya sudah aku panggil David dulu ya, kamu habisin makan nya" kata Mira lalu beranjak pergi untuk memanggil David. Tak berapa lama akhirnya David datang dan langsung melepas selang infus di tangan Farza.


"Kamu udah gak papa kan Zaa" tanya David.


"Hmm.... cuma pusing dikit aja, istirahat sebentar juga ilang pusingnya kak" jawab Farza.


"Ya sudah kamu istirahat aja lagi, aku tinggal dulu ya, mau istirahat juga" ucap David lalu meninggalkan Farza.


Setelah selesai makan bukan nya istirahat, Farza malah melihat sekeliling kamar milik suaminya.Berjalan mendekati foto mereka bertiga saat Varo berumur satu tahun. Senyum bahagia langsung terbit di wajah Farza. Dia meraba gambar dirinya dan juga Arjuna beserta Varo dengan sesekali meneteskan air matanya.


"Terima kasih karena kamu selalu mengingat kita berdua, selalu menyayangi kita berdua,maaf karena dulu aku sempat membuat kesalahan" ucap nya dengan sesekali menghapus air matanya.


Karena masih merasakan pusing akhirnya Farza memilih mengistirahatkan tubuhnya kembali.


Skip malam hari...


Setelah membersihkan dirinya Farza memilih keluar kamar dan turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lain nya. Di lihatnya para pria sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Yang lain pada kemana..?" tanya Farza yang ikut bergabung bersama Mirza dan yang lain.


"Zaa.... kamu udah sehat...?" tanya Mirza.


"Udah kak, kan tadi udah di rawat sama dokter David" jawabnya terkekeh.


"Yang lain pada kemana sih...?" tanya nya lagi.


"Lagi di dapur Zaa, nyiapin makanan.


" Owh... kak Doni kok sendirian aja, kak Dave sama kak Juna mana..?" tanya Farza.


"Cie... lo udah kangen Zaa sama suami lo" goda Dino

__ADS_1


"Apaan sih kak Dino" jawab Farza yang sedikit merasa Malu.


"Dave masih di kantor Zaa, paling bentar lagi pulang sama Billy dan Irfan. Kalau Arjuna dia masih di London sama Willy mungin nanti agak malam pulangnya" jawab Doni menjelaskan.


"London...?"


"Iya.. nanti lo tanya aja sendiri sama suami lo, udah bebusa gue kalau jelasin nya"


"Anty... anty... ini anty... " ucap Moza memanggil Farza.


"Eh... anak nya anty lagi main ya, sama siapa ini" ucap Farza mendekati Moza.


"Anak ganteng siapa namanya..?" tanya Farza pada Daniel.


"Daniel tante" jawab Daniel sambil menyalami tangan Farza.


"Hmm.... Daniel umurnya berapa..?" tanya nya lagi.


"5 tahun tante" Jawab Daniel sekali lagi.


"Lho sama dong sama Boy cuma jarak satu tahun ya" ucap Farza.


"Iya Zaa, tanggal lahirnya juga sama" jawab Doni.


"Oh ya berarti sebentar lagi Daniel ulang tahun dong" tanya Farza sambil mengelus rambut Daniel.


"Papi itu nama panggilannya untuk Arjuna Zaa, kalau Dave ayah dan papa untuk ku" jawab Doni yang mengerti apa yang di fikirkan Farza.


"Owh begitu ya" ucap Farza dengan tersenyum.


"Tante Varo kenapa gak ikut ke sini...?" tanya Daniel.


"Varo kan sekolah sayang, dan lagi kan tante mau buat kejutan sama Varo" jawab Varo.


"Tante Varo baik gak...?" tanya nya lagi.


"Baik dong, nanti pasti Varo senang deh punya saudara cowok kayak kamu"


"Memangnya saudara Varo yang lain cewek semua tante..?"


"Iya sayang, anak nya uncle Mirza cewek namanya Zahra, terus kakak sepupu Varo juga cewek namanya Rania lalu anaknya om Aldi, om David dan juga om Dino juga cewek jadi nanti kalau ada Daniel pasti Varo bakalan senang deh"


"Rania cantik gak tante" ucap Daniel tiba-tiba.


"Kenapa tanya gitu kak...?" tanya Doni curiga.


"Gak papa kan cuma nanya Pa" jawab Daniel santai.

__ADS_1


"Hawa-hawa gak enak nih" ucap Aldi seakan tau apa yang di maksud dengan omongan Daniel.


"Rania cantik lah sayang, mau lihat fotonya gak..?" ucap Farza dan di jawab anggukan semangat oleh Daniel. Akhirnya Farza menunjuk kan foto Rania di layar ponselnya.


"Wah cantik ya, buat Daniel ya tante, nanti di sana aku mau nembak Rania ah" jawab Daniel tanpa dosa. Membuat semua yang berada di situ langsung melongo tak percaya dengan ucapan Daniel yang begitu lantang begitu juga dengan Farza.


"Gak anak lo gak anak Arjuna sama aja, kecil-kecil udah pandai ngegombal" ucap Mirza setelah sadar dari keterkejutan nya.


"Daniel,siapa yang ngajarin kamu begitu" tanya Doni tak percaya.


"Papi lah pa, kata papi kita itu harus pinter kalau mengambil hati perempuan,harus sejak kecil" jawab Daniel santai.


"Astaga .... bener-bener suami lo Zaa, otak anak gue di cuci dengan yang beginian" ucap Doni sambil menepuk jidatnya.


"Lo tau Don, Varo juga 11-12 sama Daniel, mungkin lebih parah Varo" ucap Aldi.


"Maksud abang..?" tanya Doni penasaran.


"Hobi nya Varo tiap ketemu anak-anak kita selalu di cium sama dia, kalau di tolak banyak banget akalnya tuh anak"


"Masak sih... wah bisa-bisa ntar anak gue ketularan lagi"


"Ya biarin aja kak, namanya juga saudara iya gak Niel" ucap Farza menatap Daniel dengan tersenyum.


"Yoi tante, nanti kenalin ya tante sama Kak Rania cantik calon pacarnya Daniel" ucap Daniel PD, membuat semua tertawa sebelum akhirnya Mira menghentikan tawa mereka.


"Kalian kenapa pada ketawa, ayo kita makan malam dulu" ucap Mira.


"Anak kamu ma, otaknya udah di cuci sama Juna" jawab Doni sambil berdiri dan melangkah pergi menuju dapur.


"Emang ada apa sama Daniel...? " tanya Mira kebingungan dan ikut menyusul suaminya di ikuti dengan yang lain.


"Kita gak nunggu Kak Dave sana kak Juna dulu ini" kata Audy setelah semua sudah berkumpul di meja makan.


"Gak usah, mereka pulang malam hari ini, karena mulai besok mereka bakal cuti sementara dari kantor, ayuk makan aja sekarang" jawab Doni yang akhirnya memulai memakan buah terlebih dahulu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2