
Farza bangun dari tidurnya karena merasakan perutnya yang sudah lapar. Karena ulah Varo, membuatnya harus melewatkan sarapan dan makan siang nya. Farza turun dari tempat tidurnya dan langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah sangat lengket. Sedang kan Arjuna masih terpejam dengan nyaman.
Setelah mandi, berganti baju dan sedikit memoles wajahnya, Farza langsung keluar dari kamar nya dan langsung bergabung bersama teman-teman nya yang sedang memasak di dapur.
Farza duduk bergabung bersama dengan Naina dan Ratu yang sedang melihat Mira dan Maya dan juga Audy yang tengah asik memasak.
"Cie... yang baru keluar dari kamar, seger banget nih ceritanya" goda Audy sambil terkekeh.
"Paan sih kalian" ucap Farza sambil menuangkan air di gelas lalu meminumnya sampai habis.
"Aus banget Zaa" tanya Naina menoleh ke arah Farza.
"Bukan aus lagi Na, lapar gue" jawab Farza.
"Salah sendiri, di kamar seharian, di gempur loe ya suami loe" ejek Ratu yang melihat wajah Farza nampak kelelahan.
"Gara-gara Varo ni gue di abisin sama laki gue" jawab Farza yang langsung membuat sahabatnya menoleh pada nya dan juga Mira, Audy dan Maya yang langsung menghentikan sejenak masaknya sebelum melanjutkan nya kembali.
"Kok bisa gara-gara Varo, Zaa, emang ngapain tu anak..?" tanya Mira sambil fokus memasak.
"Dia terang-terangan minta adik sama papinya" ucap Farza enteng.
"HAAH..... " sahut Ratu dan Audy bersamaan.
"Kok bisa... " tanya Mira dan akhirnya Farza pun menceritakan kejadian tadi pagi pada saat dia bangun tidur, sehingga membuat sahabatnya tertawa terbahak-bahak.
"Ish... kalian kenapa malah tertawa sih" ucap Farza yang malah kesal pada sahabatnya.
"Lucu aja Zaa, Varo pintar juga ya, minta nya benar-benar di waktu yang tepat" ucap Ratu yang masih dengan tawanya.
"Untung loe gak pas ada tamu Zaa,kalau tamu loe datang kan kasihan Arjuna,udah lima tahun dia bersolo karir" jawab Mira terkekeh, membuat semua malah tambah tertawa, apalagi Audy yang sampai memegangi perutnya.
"Nj-iir kak Mira, kenapa loe bisa ngomong gitu sih, aduh kram deh perut gue"
"Ya benar dong gue, kalau gak solo karir mau apa, masak iya dia beli, yang ada di cekik kali Juna sama keluarga nya" jawab Mira dengan santai
"Aduh udah-udah hentikan pembicaraan kalian yang absurd ini, perut gue kram ini udah gak tahan" kata Maya yang juga sama-sama merasakan perutnya yang kram karena obrolan mereka.
"Tau nih kalian, kayak kalian gak aja" kata Farza lalu berdiri dan ikut membantu Mira dan Audy memasak.
"Zaa, kabar Livia gimana...?" tanya Mira mengganti topik pembicaraan.
"Kata Varo kemarin Via sakit, tapi aku belum menghubungi mamaku, nanti ajalah sehabis makan malam" jawab Farza.
"Kamu masih marah Zaa sama Dave" tanya Mira lagi.
"Ya selama kak Dave belum mengakui Livia, dan selama itu juga aku gak akan anggap dia ada" jaeab Farza enteng.
"Via udah bisa apa Zaa....?"
"Dia udah bisa jalan sama manggil kakak nya" jawab Farza.
__ADS_1
"Kak Mira tau gak si Via udah di segel sama Varo" ucap Ratu.
"Maksud nya...?" tanya Mira yang tak mengerti maksud dari Ratu.
"Iya udah di segel, katanya kalau udah besar mau di jadiin pacar"
"Oh ya, hahahaha.... jahil juga ya anak loe Zaa" ucap Mira terkekeh.
"Anak loe juga kak 11-12 sama Varo, Rania juga udah di segel sama Daniel"
"Hah .... kok bisa"
"Iya... kemarin pas aku kasih lihat foto anak-anak, eh si Daniel minta di kenalin sama Rania dan katanya nanti Daniel mau nembak Rania buat jadi pacarnya" jawab Farza sambil menepuk keningnya, mengingat ucapan Daniel semalam.
"Bahahaha... emang titisan kak Arjuna gak ada tandingan nya" ucap Naina sambil tertawa.
"Udah yuk selesain masakan nya, kasihan suami kita udah pada nungguin pasti" jawab Maya akhirnya menghentikan pembicaraan sementara mereka.
Sedangkan di kamar, Arjuna mengerjapkan matanya sambil meraba kasur di sampingnya yang sudah kosong. Arjuna bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Dan seperti kemarin Farza kembali menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian dengan rapi, Arjuna langsung turun ke bawah, bergabung dengan para sahabatnya yang kemarin belum sempat ia temui.
"Widih... yang baru keluar dari tempat peraduan" seperti halnya Audy, Dino pun juga menggoda Arjuna, namun Arjuna hanya cuek dan lebih santai.Dia lebih memilih mendekati kakak iparnya di banding sahabatnya.
"Apa kabar bang" ucap Arjuna menjabat tangan Mirza sambil memeluk ala pria.
"Alhamdulillah baik, loe ya hampir bikin gue naik darah tau gak" ucap Mirza dengan sedikit menyonyor kepala Arjuna.
"Sombong nya" balas Aldi.
"Gimana perusahaan lancar kan...?" tanya Arjuna.
"Lancar lah, lalu rencana kerjasama kita gimana Jun...?" tanya Mirza.
"Ya batal lah" ucap Arjuna mencoba menggoda Mirza.
"Jangan gila loe ya"
"Hahaha.... abang tenang aja, kita bisa bicarakan nanti aja setelah di Indonesia" jawab Arjuna.
Tak... tak... tak...
Suara langkah kaki memenuhi ruang keluarga. Dave yang baru pulang dari London langsung bergabung bersama yang lain nya,dia juga belum sempat bertemu sahabatnya karena pagi-pagi sekali dia harus terbang ke London untuk menyelesaikan sisa pekerjaan Arjuna kemarin bersama dengan Willy.
"Baru pulang Dave" tanya David.
"Heem... " jawab Dave datar dan langsung duduk di sofa singgle sambil melonggarkan dasinya.
"Aku ke atas dulu ya bang, mau mandi udah gerah banget ucap Willy berpamitan"
"Sekalian panggil Billy dan Irfan, Will,kita makan malam bersama" ucap David.
"Iya bang" jawab Willy langsung pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Mereka udah lama kerja sama kalian...?" tanya Mirza.
"Ya mulai kita merintis usaha kita bang" jawab Arjuna.
"Mereka gak punya rumah...?"
"Mereka yatim piatu bang, dulu mereka kuliah karena bea siswa dari kampus, karena mereka bertiga itu pintar jadi kita nawarin pekerjaan buat mereka dan ternyata mereka juga bisa di andelin juga sampai sekarang, mereka udah kita anggap adik kita sendiri bang"
"Owh... "
"Dave loe mending bersih-bersih dulu deh biar seger, muka loe kusut banget tau gak" ucap Arjuna mengusir Dave.
"Ya sudah gue tinggal mandi dulu ya, bang gue tinggal bentar ya" ucap Dave beranjak pergi menuju kamarnya.
"Bang, Livia apa kabarnya...?" tanya Arjuna.
"Baik kok, dia sudah bisa jalan" jawab Mirza.
"Kata Boy dia sakit" ucap Arjuna membuat Mirza langsung kaget.
"Hah kok bisa,dia sakit apa...?kok gak ada yang ngabarin sih" ucap Mirza khawatir.
"Tenang bang, kata Varo dia sudah di bawa ke rumah sakit sama mama" sekali lagi Arjuna memberi jawaban.
"Kata Varo, emang Varo tau kalau Farza di sini Ar...?" tanya Doni.
"Iya... tadi pagi Farza menelfon Varo, awal nya sih gue gak mau ngasih unjuk ke dia, tapi gue gak tega lihat anak gue sedih gitu nanyain gue terus, ya mau gak mau gue unjuk diri deh" jawab Arjuna menjelaskan.
"Kalau keluarga tau gimana Ar...?" tanya Dino.
"Gak bakalan, Varo tuh bisa jaga rahasia" jawab Mirza seakan tau kalau Arjuna pasti sudah mewanti-wanti anak nya agar tidak memberi tahu kepada keluarga yang lain nya. Dan benar saja Arjuna mengangguk.
"Gue sudah bilang sama Varo agar gak ngasih tau lain nya"
"Bang apa Farza masih marah sama Dave..?"
"Ya loe lihat aja nanti" jawab Mirza santai.
.
.
.
.
.
.
...Bersambung.......
......🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷......
__ADS_1