
Setelah beberapa jam berkutat di dapur, akhirnya makanan pun selesai.Naina memanggil para pria untuk menyuruhnya makan. Dan tak berapa lama mereka pun sudah berkumpul di ruang makan. Hawa panas dan dingin pun terasa karena Farza yang masih enggan menyapa Dave.
"Anty... anty... " panggil Moza yang duduk di pangkuan David.
"Iya sayang... " jawab Farza melihat Moza.
"Api anty api " ucap Moza pada David.
"Moza mau sama Anty" tanya David dan Moza pun mengangguk. Akhirnya David menurunkan Moza, dan Moza berjalan mendekati Farza.
"Sini sama Anty sayang" ucap Farza langsung mengangkat Moza dan mendudukkan di pangkuan nya.
"Moza lengket banget Zaa sama kamu" ucap Mira.
"Siapa yang gak lengket sama Farza kak, anak-anak kalau udah tempuk jadi satu dan ketemu Farza alamat jadi rebutan deh" jawab Ratu yang sudah hapal dengan kelakuan anak sahabatnya.
"Bener banget tuh,sekarang aja Moza menang telak dari anak-anak" jawab Audy.
"Suami istri sama ya ternyata, idaman para anak-anak" Kata Naina sambil terkekeh.
"Bos, istrinya cantik juga ya" bisik Willy di telinga Arjuna karena Willy berada di sebelah Arjuna.
"Kenapa kamu suka" Tanya Arjuna.
"Ya enggak lah bos, tapi kalau bisa bikin baby Quen ya,yang mirip sama bu bos, ntar langsung aku segelin hehehe"
"Dasar... " Arjuna menggetok kepala Willy.
Setelah makan malam Arjuna dan yang lain mutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga. Dan saat tengah asik berbincang tiba-tiba hape Mirza berdering. Sebuah panggilan video dari Varo.
"Lah kenapa Varo telfon aku ya" ucap Mirza menatap layar ponselnya.
"Matiin bang, kita telfon balik Varo, aku sambungin ke layar dulu biar semua kelihatan" ucap Arjuna.
"Lalu kakak gimana...?" tanya Farza.
"Aku duduk di samping, mereka gak akan bisa lihat aku kok, Daniel diem ya jangan sampai nyebutin nama papi" perintah Arjuna pada Daniel.
"Siap... " jawab Daniel memberi hormat. Dan Mirza pun kembali menghubungi Varo.
"Assalamualaikum" ucap Varo.
"Waalaikumsalam" jawab semuanya. Varo bisa melihat semuanya di layar ponselnya kecuali Arjuna, Billy, Willy, Irfan dan Dave yang memilih duduk menjauh sedikit.
"Daddy.... " Sapa Varo.
"Iya ini Daddy" jawab Mirza.
"Araaa.... ini Daddy sama Mommy kamu katanya kangen" teriak Varo di seberang telfon memanggil Zahra.
"Bused dah anak lo Ar, suara kenceng amat kayak toa" ucap Doni sambil menutup telinganya.
"Varo ganteng ya Pa, kayak Niel" ucap Daniel yang sedang melihat Varo.
"Dddy... mommy mana...?" tanya Zahra.
"Mommy di sini sayang" jawab Ratu yang duduk di sebelah Mirza.
__ADS_1
"Mommy kapan pulang" tanya Zahra sambil cemberut.
"Ara kan Alo udah bilang, Mommy sama Daddy kamu itu---------" ucap Varo yang terpotong karena dia membisik kan sesuatu di telinga Zahra.
"Varo kamu bisikan Zahra apa..? jangan macam-macam ya" tanya Mirza memicingkan matanya menatap Varo. Sedangkan yang di tatap malah terkekeh.
"Kata Alo daddy sama mommy mau bikin adik ganteng kayak Idan" ucap Zahra dengan polosnya. Membuat semua yang ada di ruang tamu langsung melongo sesaat dan tertawa kemudian.
"Bahahaha..... bener-bener bang,otak anak loe di cuci sama Boy" Aldi tertawa kencang saat mendengar penuturan Zahra yang sangat polos.
"Varo...!? awas ya kamu, nanti kalau daddy pulang, bakal daddy hukum kamu" ucap Mirza mengancam Varo dengan bercanda.
"Boy,adik Via mana sayang...katanya tadi mau ke rumah Oma" tanya Farza yang sebenarnya berada di samping Arjuna.
"Mami di mana...?" tanya Varo sambil matanya melirik ke sana ke mari.
"Di sini sayang" Farza melambaikan tangan nya.
"Owh, Via ada di bawah, bentar ya Varo ke bawah dulu, Ara ayo kita turun" ajak Varo lalu bergegas keluar dari kamarnya*.
Setelah sampai Varo langsung ikut bergabung bersama keluarganya di Indonesia.
"Oma ini Daddy sama mami telfon mau lihat Via" ucap Varo.
" Itu Via nya ada sama Rania, kamu ke sana saja" jawab Bunda Rose menunjuk Via yang tengah asik bersama Rania dan Zahra.
"Varo balik kameranya sayang, biar bisa lihat Via"
"Iya Mi... " Varo pun mengubah mode kamera selfi menjadi kamera belakang.
Di lihatnya Livia yang tengah asik bermain bersama Rania dan Ara sambil sesekali tertawa karena di goda oleh Rania.
"Iya kakak di sini, Via di situ ya cantik"
"Oteh... " jawab Livia tersenyum sambil bertepuk tangan.
"Via cantik nya mana...? coba kakak mau lihat dong" tanya Varo pada Livia. Dan dengan senang hati Livia langsung memperlihatkan kecantikan nya dengan memajukan bibirnya ke depan
(kurleb seperti ini ya guys)
Tanpa sadar Mira dan yang lain nya meneteskan air matanya kala melihat Livia yang begitu menggemaskan. Dia melirik Dave yang justru malah menunduk kan kepalanya tanpa mau melihat sedikit pun darah daging nya.
"Mi kenapa semuanya menangis...? pasti kangen sama bunda ya" ucap Varo yang sudah hafal dengan dengan para sahabat mami nya.
Mendengar kata bunda dari mulut Varo membuat Dave yang tadinya menundukkan kepalanya langsung mendongak dan dengan langsung melihat wajah Livia yang masih terpampang jelas di layar tv nya sedang tersenyum bahagia.
"Varo mami tutup telfon nya ya, nanti kita sambung lagi ya sayang" ucap Farza.
"Ck... selalu nya begini, tau gitu ngapain tadi Varo lihatin Via" jawab Varo yang langsung mematikan ponsel nya tanpa mengucapkan salam.
"Yank... kok langsung di mati in" tanya Arjuna.
"Ya itu karena Mereka nangis, jadi Varo marah" jawab Farza santai.
"Maksud kamu...?"
__ADS_1
"Varo gak suka kalau sampai ada orang yang menangisi Livia.Bagi Varo, Via gak sendirian, dia punya kita, aku sama kamu dan juga semuanya, dan dia juga gak suka kalau ada orang yang masih menangisi bunda nya, karena itu akan membuat bunda nya tidak tenang. Makanya kenapa Varo selalu marah tiap kali ada orang yang melihat Via dan langsung menangis" Ucap Farza menjelaskan.
"Sayang banget ya Varo sama Livia" ucap Doni tak percaya.
"Ya yang sebenarnya kalian tau, di balik kejahilan Varo, dia itu punya sifat yang mirip banget sama..... " Farza melirik kan matanya pada Dave yang sedari tadi duduk di sebelahnya.
"Serius.... " tanya Mira kaget.
"Iya... savage banget, bisa di tebak besarnya pasti mirip dia, tapi semoga aja jahat nya gak nular" ucap Farza menyindir.
"Gue tau loe nyindir gue Zaa" ucap Dave datar.
"Bagus dong kalau anda tersindir" kata Farza mengejek.
"Yank kamu kenapa bicara begitu sih" ucap Arjuna.
"Emang kenapa salah kalau aku bicara begitu sama orang yang sudah buat temen aku gak ada" ucap Farza yang sudah terpancing emosinya.
"Yank, kamu gak boleh nyalahin Dave, itu semua bukan hanya kesalahan Dave, ini sudah takdirnya dan lagi Dave sudah menyesali perbuatan nya" jawab Arjuna mencoba memberi pengertian pada istrinya.
"Heh... menyesal katanya, kenapa gak dari dulu saja menyesal, kenapa baru sekarang dia menyesal, kenapa kak kenapa hah" teriak Farza yang sudah tidak bisa membendung air matanya. Dia akan selalu merasakan sakit,kala mengingat kembali apa yang sudah di alami oleh Bella, yang membuatnya juga ikut menyesal karena tidak bisa menjaga sahabat yang selalu mendukungnya dalam suka maupun duka.
"Hiks... hiks... Aku benar-benar membencinya, aku benci kamu Dave, AKU BENCI KAMU, KAMU SUDAH MEMBUNUH SAHABAT KU" teriak Farza sekali lagi sehingga membuat Arjuna juga ikut marah.
Plak....
Arjuna menampar Farza begitu saja, membuat semua yang ada di ruangan sangat terkejut. Sama halnya dengan Farza yang juga sangat terkejut karena suaminya sendiri menamparnya di depan semua orang.
"Cukup Zaa, cukup sudah kamu membenci Dave, kamu juga tidak tahu apa yang dia alami selama ini" ucap Arjuna marah. Farza yang merasa malu dan juga sedih langsung pergi meninggalkan Arjuna begitu saja dengan menangis.
Bugh....
Satu pukulan keras tepat mengenai pipi Arjuna. Mirza yang melihat adiknya di tampar juga ikutan murka dan langsung menonjok pipi Arjuna hingga membuat bibir nya berdarah karena robek.
"Bang-sat loe, kenapa loe tampar adik gue hah" murka Mirza.
"Bang tenang dulu bang, kita bisa jelasin semuanya" ucap Doni mencegah Mirza yang hendak memukul nya lagi.
"Ar loe susulin Farza, loe jelasin pelan-pelan, biar di sini gue yang jelasin" ucap David. Dan tanpa berkata Arjuna juga pergi meninggalkan sahabatnya yang masih di ruang tamu.
"Ma kamu bawa Moza sama Daniel ke kamar dulu ya" perintah David pada Maya, begitu juga dengan Doni yang menatap Mira sambil mengangguk kan kepalanya.
"Daniel ayo sayang kita tidur ya sudah malam" ajak Mira pada anak nya.
"Iya ma.... "
"Will kamu ajak abang mu ke kamarnya ya" ucap Doni yang juga menyuruh Willy mengajak Dave ke kamarnya.
"Ayo bang kita ke kamar" ajak Willy pada Dave. Dan kali ini Dave menuruti Willy.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.