MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Episode 73 s2 flashback part 1


__ADS_3

Farza masuk ke dalam kamarnya sambil menangis.


Sudah lima tahun dia berjuang tanpa kehadiran Arjuna. Farza kembali mengingat di mana dia akan melahirkan Boy, itulah di saat dia bertemu kembali dengan Arjuna sebelum akhirnya dia berpisah lagi untuk waktu yang lama.


Flashback on


"Akh.... ssshhh" Farza megangi perut nya yang sedari tadi pagi sakit karena dia sudah mulai kontraksi.


"Bunda.... " teriak Farza sambil meringis menahan sakit.


"Sayang... kamu mau melahirkan Zaa" ucap Bunda rose yang sudah melihat Farza di penuhi dengan keringat yang sudah membasahi seluruh wajahnya.


"Ayah.... Andra... " teriak bunda Rose memanggil suami dan mantunya.


"Kenapa bund..?" tanya Ayah dengan panik.


"Farza mau melahirkan yah, Andra siapkan mobil ya"


Ayah Deny dan Bunda Rose akhirnya membopong Farza sampai masuk ke dalam mobil.


"Sabar ya sayang bentar lagi kita sampai, kamu harua kuat ya" ucap Bunda Rose sambil mengusap keringat Farza. Sedang kan Farza hanya diam sambil sesekali meringis karena kontraksi yang datang.


Setelah sampai Farza langsung di bawa ke dalam ruang pasien untuk di periksa terlebih dahulu sebelum di bawa ke dalam ruangan bersalin.


"Adel selamatkan anak cucu tante ya" ucap Bunda Rose memohon.


"Tante tenang ya Adel periksa Farza dulu" Adel pun mulai memeriksa Farza.


"Masih bukaan 8 kita tunggu sebentar lagi ya, Zaa kamu yang rileks ya kalau terjadi kontraksi lagi kamu ambil nafas dalam-dalam ya jangan mengejan karena bukaan belum sempurna" ucap Adel dan di jawab anggukan oleh Farza.


#Batin Farza#


Kak kamu di mana...? apa kamu gak mau lihat anak kamu lahir, apa kamu gak mau meng Adzani nya.

__ADS_1


Farza menangis bukan karena sakit melainkan karena dia sangat ingin suaminya berada di samping nya, menemaninya melahirkan anak yang sangat dia inginkan.


3 jam kemudian dokter Adel pun datang dan Farza langsung di bawa ke ruang bersalin.


"Arjuna mana..?" tanya dokter Adel yang tak melihat Arjuna di sana.


"Apa dia gak pulang..?" tanya nya lagi dan semuanya hanya diam tanpa bisa menjawab.


"Biar tante saja yang menemaninya Del" ucap Mama Maya.


"Baiklah silahkan tante masuk" jawab Dokter Adel yang lebih dulu masuk dan disusul Mama Maya, namun saat akan melangkah masuk tiba-tiba ada suara yang sangat familiar.


"Biar aku saja Ma" ucap Arjuna yang berada di belakang Ayah nya dengan memakai kemeja kerjanya.


"Kakak..... " ucap Ayah Deny yang sangat kaget dan reflek memeluk anak asuhnya.


Bukan hanya Ayah Deny, semua keluarga pun di buat sangat kaget dengan kehadiran Arjuna di tengah-tengah mereka. Hanya rasa bahagia yang kali ini sedang menyelimuti mereka, melihat orang yang sangat di rindukan Farza datang menemani nya melahirkan jagoan keluarga Sanjaya.


Sama dengan yang lain, Dokter Adel pun merasa terkejut dengan kehadiran Arjuna, namun dia juga ikut tersenyum.


Arjuna mendekat ke arah Farza yang sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya karena kontraksi yang sangat hebat.


"Sayang.... " ucap Arjuna sambil menggenggam tangan istrinya.Farza menoleh, mendapati suaminya yang sudah berada di samping nya sedang tersenyum.


"Ka--kak..." ucap Farza terbata karena merakan sakit.


"Sssst.... " sudah ya nanti kita kangen-kangenan nya, sekarang kamu harus berjuang untuk Boy ya, dia sudah menunggu kita" ucap Arjuna dengan tersenyum


Setelah bukaan lengkap Dokter Adel mulai memberi intruksi mengejan untuk Farza. Dan Farza pun terus mengikutinya sampai akhirnya dia mengejan untuk yang ke tiga kalinya barulah Boy mau keluar.


Oek... oek... oek....


Suara tangisan bayi yang kencang membuat semua keluarga yang berada di luar rungan berucap syukur atas kelahiran cucu ke dua mereka setelah anak Gisel dan Andra lahir.

__ADS_1


"Alhamdulillah mbak cucu kita lahir" ucap Mama Maya dengan senang dan bahagia begitu pun juga bunda Rose.


"Kita jadi kakek lagi mas" ucap Papa Firman memeluk kakak kandungnya yang tak lain adalah Ayah Deny.


"Selamat ya Fir kita jadi kakek lagi" kata Ayah Deny sambil tersenyum.


Di dalam ruangan Arjuna juga sama bahagianya dengan yang lain. Dia terus mengucap syukur dan juga tak henti-hentinya menghujani kecupan di kening istrinya.


"Makasih ya sayang kamu udah mau berjuang untuk ku dan anak kita" ucap Arjuna kembali mencium kening Farza.


"Sama-sama kak, makasih karena kakak sudah mau menemaniku" ucap Farza dengan lemas smbil tersenyum.


"Sudah menjadi tugasku untuk menemanimu sayang jadi jangan berterima kasih oke" ucap Arjuna dan Farza hanya mengangguk.


"Papi anak nya mau di Adzanin" ucap Dokter Adel menirukan suara anak kecil. Arjuna menoleh dan langsung tersenyum kala melihat anak nya yang sudah segar.


"Bentar ya aku Adzanin boy dulu" ucap Arjuna lalu beranjak mendekati Adel dan langsung mengambil gendongan anak nya.


Dengan khusyuk Arjuna mulai mengadzani dan mengiqomahi anak laki-lakinya. Setelah selesai dia mencium hidung mancung anak nya dengan gemas.


"Selamat datang anak papi, sehat selalu ya dan jadi anak yang baik dan menjadi kebanggaan kita semua" Ucap Arjuna dengan tersenyum.


"Kamu bisa bawa di keruang bayi dulu Ar, kita urus maminya dulu ya" ucap dokter Adel.


"Baik lah, boy tinggal duyu ya mami" ucap Arjuna menirukan suara anak kecil, membuat Farza kembali tersenyum.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2