MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Episode 67


__ADS_3

"Assalamualaikum" Ucap Arjuna melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Waalaikumsalam" jawab Bunda Rose dan lain nya.


Arjuna menuju dapur dimana semua keluarganya sedang berkumpul untuk sarapan.


"Farza di mana bun..?" tanya Arjuna to the poin.


"Dia lagi di kamar kak, barusan dia pergi dan dia belum makan, bunda khawatir" ucap bunda Rose dengan gelisah.


"Udah bunda tenang aja, biar Juna yang nganterin makanan buat Farza"


"Tapi Ar apa gak papa kalau kamu yang ngater makanan, karena selama ini kan Farza gak tau kalau kamu ada di sini...?" tanya Andra


"Abang tenang aja, lagian udah waktunya bang aku ada buat dia, aku udah sabar nungguin dia selama hampir 5 bulan dan kali ini kesabaran ku udah habis, kalau dia kayak gini terus dia bisa bahayain anak aku bang, apalagi sampai sekarang kandungan dia masih lemah banget, dan aku gak bisa biarin itu bang" ucap Arjuna panjang lebar.


"Ya sudah ini makanan nya sayang, dan kamu yang sabar ya ngadepin sifatnya Farza"


"Iya bunda tenang aja, ya sudah Juna tinggal dulu ya" ucap Arjuna lalu dia melangkah pergi menuju kamar Farza.


Ceklek....


Arjuna membuka pintu, di lihatnya Farza yang sedang duduk bersandar headboard sambil memainkan ponselnya.


"Kakak ngapain lagi sih kesini...? Farza kan udah bilang Farza gak mau makan" ucap Farza tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun, dia berfikir Andra lah yang datang karena setiap harinya Andra akan datang terlebih dahulu untuk membujuk adik kesayangan nya itu untuk makan.


"Kamu harus makan" ucap Arjuna tegas.

__ADS_1


Farza tersentak kaget dengan suara yang di dengarnya, suara seseorang yang sangat dia kenal dan mungkin dia rindukan.Dia mendongak kan kepalanya, menatap netra mata Arjuna yang juga sama-sama menatap nya. Arjuna mendekat dan langsung duduk di bibir kasur berdekatan dengan Farza.


"Kamu makan ya, kasian anak nya kalau gak makan" ucap Arjuna dengan lembut.


Farza hanya diam, lidah nya terlalu kelu untuk mengucap kan kata-kata untuk Arjuna.Farza tersadar saat Arjuna mulai menyuapinya, dan dia langsung memalingkan wajahnya.Sepertinya kali ini emosinya sendang menguasainya.


"Aku gak mau makan" jawabnya ketus.


"Zaa kalau kamu gak makan kasian bayinya, dia juga butuh nutrisi Zaa"


"Biarin aja, biar dia mati sekalian" ucap Farza dengan sengaja atau tanpa sengaja. Dengan marah Arjuna langsung membanting nampan yang berisi makanan membuat Farza sedikit kaget.


"Maksud kamu apa bicara begitu hah" ucap Arjuna dengan meninggikan suaranya. Karena kedap suara jadi tak ada yang bisa mendengar pertengkaran Farza dan Arjuna.


"Apa kamu menyesal karena pernikahan kita sehingga kamu juga menyesal dengan kehamilan kamu Zaa" tanya Arjuna dengan marah. Sedangkan Farza hanya diam dan tak ingin menjawab pertanyaan Arjuna.


#batin Arjuna#


Kali ini Arjuna benar-benar sedih mendengar kalimat yang barusan di ucapkan Farza.Dia bisa terima jika Farza masih enggan untuk menemui dan berbicara padanya, tapi untuk satu ini Arjuna benar-benar tidak terima,dia marah dan sangat-sangat marah. Tanpa berkata apa pun Arjuna melangkah pergi meninggalkan Farza yang hanya diam saja.


Dengan gontai dia berjalan keluar kamar tamu.Dan di luar semua keluarga juga sudah menunggu nya.Arjuna menatap bunda nya, orang yang selama ini mengasuh nya dengan kasih sayang yang ikhlas tanpa meminta imbalan apapun. Dia pun memeluknya dengan erat, menumpahkan kesedihan nya.


"Ada apa Ar...?" tanya Andra.


"Gak ada apa-apa bang" jawab Arjuna lalu melepas pelukan sang bunda.


"Bibik..... " teriak Arjuna dengan sedikit emosi, membuat semuanya sedikit kaget.

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa bibik pun lari mendekati Arjuna.


"Iya den ada yang bisa bibik bantu..?"


"Tolong bersihkan kamar Farza dan suruh paman Amin belikan Farza durian yang banyak" ucap Arjuna tegas tanpa ada penolakan.


"Ba-baik den" ucap Bibik dengan sedikit takut.


"Ar maksud kamu apa..?kandungan Farza sangat lemah, dia gak boleh makan durian, Adel juga sudah melarangnya Ar apa kamu mau membunuh anak kamu" ucap Andra sedikit meninggikan suaranya


"Karena itu yang dia mau bang, dia tidak menginginkan nya dan aku akan mengabulkan nya" ucap Arjuna datar dan lalu pergi meninggalkan rumah begitu saja.


Mendengar kalimat yang barusan keluar dari mulut Arjuna membuat semua keluarga langsung berlari menuju kamar tamu. Gisel yang lebih dulu sampai di kamar merasa sangat terkejut mendapati Farza yang sudah tergeletak dengan tangan yang sudah di sayat dengan pecahan mangkuk dan juga darah segar yang mengalir dari dress dan juga tangan nya.


"Farzaaaa....... " teriak Gisel dan Bunda Rose.


"Andra siap kan mobil, ayah akan mengangkatnya kita bawa Farza ke rumah sakit sekarang, kakak kamu hubungi om Firman ya" ucap Ayah Deny langsung membopong tubuh anak mantunya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


Maag banyak typonya...


__ADS_2