MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 33


__ADS_3

Pagi hari setelah sarapan, semua berangkat bersama menuju bandara. Arjuna dan Farza satu mobil karena mereka akan langsung ke sekolah, sedangkan Gisel, satu mobil dengan para orang tua.


Setelah satu jam mereka semua sampai di bandara. Arjuna dan Farza hanya mengantar sampai depan bandara, karena harus pergi ke sekolah.


"Mama, Papa,Ayah, sama Bunda, hati-hati ya,semoga sampai dengan selamat" ucap Farza memeluk satu persatu dari mereka.


"Juna,Om titip Farza ya, jagain anak kesayangan Om" ucap Papa Firman pada Arjuna.


"Siap Om" ucap Arjuna memberi hormat.


"Ingat ya jangan bikin dia sedih, awas kamu ya" kini giliran Bunda Rose mengancam Arjuna.


"Iya... iya kalian tenang aja, Juna bakal jagain dua wanita cantik ini" ucap Juna merangkul pundak Farza dan Gisel.


"Arjuna jangan lupa ke kantor ya, Mas Aldi bakal ngajarin kamu" ucap Ayah Deny.


"Iya.. yah" kini jawaban Arjuna nampak malas,karena dia yang dari jurusan IPA ingin menjadi dokter,malah di suruh belajar masalah bisnis.


"Ya sudah kami langsung ke sekolah ya, kalian hati-hati" ucap Arjuna dengan menyalami tangan para orang tua begitu juga Farza.


Arjuna melajukan mobilnya menuju ke sekolah. Untungnya jalanan tidak begitu ramai dan juga hari masih pagi,sehingga dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang normal. Di tengah perjalanan tiba-tiba ponsel Arjuna berdering.


"Kak ponsel kamu bunyi" ucap Farza.


"Siapa...?".


"Gak tau... nomer tak di kenal" jawab Farza.


"Tolong angkatin yank, sekalian di loadspeaker ya" jawabnya.


Farza pun menggeser tombol hijau di layar ponsel Arjuna.


"Ya hallo..?" ucap Arjuna pada seseorang di seberang ponselnya.


"Arjunaaaaa..... " jawab seorang perempuan.


"Mira...!" Arjuna tersentak kaget, melirik Farza yang langsung terdiam sambil terus memegang ponsel Arjuna.


"Mir lo tau nomor gue dari mana..?" tanya Arjuna.


"Tadi pagi gue ketemu David di apartemen, sekalian aja gue minta nomor hp elo" jawabnya.


"Oh... ada apa Mir?" tanya Arjuna dengan sesekali melirik Farza.


"*Nanti malam gue mau ngajakin kalian makan bareng, bisa gak..? soalnya gue besok udah balik ke Australia.

__ADS_1


" Aduk gimana ya... ntar gue kabarin elo ya gue lagi nyetir ni gak fokus jadinya" Arjuna mencoba mengakhiri panggilan nya.


"Baiklah gue tunggu kabar dari elo ya, jangan lupa... bye" Mira memutus sepihak panggilannya*.


Farza menyimpan kembali ponsel Arjuna di tas, melipat tangannya di dada, menatap lurus ke depan dengan memajukan bibirnya.


"Jangan manyun gitu dong" ucap Arjuna yang melihat Farza cemberut.


"Siapa yang manyun" jawabnya ketus.


"Mau tau gak Mira itu siapa...?" tanya Arjuna.


"GAK.. " jawabnya sewot.


Arjuna tersenyum, satu tangannya menggenggam tangan Farza.


"Mira itu dulu cinta pertamaku waktu masih SMP tepatnya dari kelas 10" ucap Arjuna terjeda karena Farza melepas genggaman tangan Arjuna.


"Kok di lepas..? siniin tangan nya yank"


"Gak mau, genggam aja tangan pacar pertamamu itu" ucap Farza ketus.


"Kamu kalau marah tambah cantik Zaa, jadi gemes deh aku"


"Lho kok berhenti..?" tanya Farza bingung.


"Pacarku lagi marah soalnya jadi ya aku berhenti aja nunggu marahnya reda dulu" ledek Arjuna.


"Paan sih kamu".


Arjuna kembali menggenggam tangan Farza, tapi kali ini dia menghadapkan badannya agar bisa melihat jelas pacarnya yang lagi marah.


"Dengerin aku,karena aku hanya akan menjelaskan sekali saja ke kamu, aku gak mau ada salah faham antara kita, Mira memang cinta pertamaku dari SMP tapi gak ada yang tau termasuk David, karena aku bukan tipe cowok yang suka curhat sama teman sendiri, hampir 2 tahun aku memendam nya sendiri, sampai pas mau kenaikan kelas rencananya aku mau nembak dia tapi ternyata dia malah pindah sekolah gitu aja tanpa kabar sama sekali. Maka dari itu kenapa aku dulu gak pernh mau pacaran karena 1,aku gak boleh pacaran sama ayah dan 2,aku juga belum bisa move on dari Mira" ucap Arjuna yang membuat Farza semakin cemburu.


"Tapi semenjak ayah kasih tau aku kalau aku dijodohin sama sepupuku dan aku mulai dekat sama dia nama Mira seakan hilang dari hati aku dan berganti dengan nama Adisty Farzana, Zaa yang manis, cantik, nyebelin, ngambekan, cemburuan, suka marah-marah dan.....??? apa lagi ya" Arjuna menggantung ucapannya karena Farza sudah memukulinya.


"Aduh.... aduh... sakit yank... " keluh Arjuna.


"Abisnya kamu yang suka bikin aku marah, dan cemburu"


"Iya... iya... maafin aku, gak lagi deh janji" Arjuna mengacungkan dua jari seperti membentuk huruf V.


"Bener ya... " Farza menatap mata Arjuna.


"Iya sayank janji... sini peluk dulu" ucapnya langsung memeluk Farzana.

__ADS_1


"Aku cinta sama kamu Zaa"


"Aku juga cinta sama kamu kak Arjuna" jawab Farza berada di pelukan Arjuna.


Arjuna menghujani Farza dengan berbagai kecupan mulai dari kening, kedua mata, pipi kanan dan kiri, hidung dan terakhir di bibir manis milik Farza. Arjuna ******* bibir Farza perlahan-lahan dengan lembut.


"Makasih sayang, I love you" ucap Arjuna menyudahi ciumannya dan melepas pelukannya.


"I love you to" ucap Farza dengan tersenyum.


"Gak cemburu lagi kan sama Mira..?" tanya Arjuna kembali.


"Enggak, tapi kemarin kenapa kamu gak ngenalin aku sebagai tunangan kamu sih atau gak pacar kamu gitu" kini Farza balik bertanya


"Kamu tau sendiri kan yank Mira juga mengenal David, aku cuma takut dia bilang sama David, nanti malah David mikir macam-macam lagi tentang kita. Secara kita kan sepupuan Zaa" jawab Arjuna melajukan kembali mobilnya menuju sekolah


"Iya juga ya, tapi sebenarnya ada yang udah tau tentang hubungan kita lo"


"Siapa..?"


"Bella, kamu tau kan Bella itu seperti detektif buat aku, dia selalu tau perubahan aku, makanya aku gak bisa sembunyiin apa-apa dari dia"


"Berarti kita sama dong, kamu ada Bella, aku ada David. Paling dari kemarin dia udah bertanya-tanya, karena kan kita selalu bersama, udah gak pernah bertengkar lagi, gak kayak dulu"


"Hahaha... iya... ya.. kita udah gak jadi anjing sama kucing, sekarang kita kayak rama dan sinta" ucap Farza tertawa


"Tapi kalau nanti kak David tanya gimana..?"


"Ya tinggal jelasin aja, lagian dia gak mungkin nanya di sekolah, paling kalau di rumah dia baru tanya"


"Owh, iya... iya.. " Farza hanya mngangguk kan kepalanya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2