
"Pah....! bukan nya ini perusahaan yang kemarin kita bicarakan..?" tanya Farza menatap sang Papa.
"Iya dek, dan tadi pagi juga ada di ruang kerja kakak" jawab Mirza.
"Jadi maksud papa perusahaan ini sama-sama ngajuin proposal kerja sama dengan perusahaan kita..?"
"Ya begitulah"
"Dan kamu tau sayang, atasan mereka ingin kamu yang berangkat ke Amerika mewakili perusahaan Ayah"ucap Ayah Deny membuat Farza langsung membelalakkan mata nya.
"Amerika...? Jauh amat, dan kenapa harus Farza, kenapa bukan kak Andra" tanya Farza.
"Ya kali aja atasan nya naksir kamu Zaa" ucap Mirza sambil terkekeh.
Pletak....
Farza melempar bolpoin tepat mengenai Mirza, sehingga membuatnya mengadu kesakitan.
"Awww..... sakit Zaa" ucap Mirza sambil menggosok keningnya.
"Bo-do amat" jawab Farza ketus.
"Gimana Zaa... apa kamu mau berangkat..? ini kesempatan terbaik kita Zaa, di mana perusahaan lain berbondong-bondong ingin bekerja sama dengan nya, dan kita, tanpa kita sangka perusahaan ini malah mengajukan nya sendiri" ungkap Andra menjelaskan.
"Tapi masalahnya sebentar lagi itu ulang tahun nya Varo kak, masak aku harus ninggalin Varo sih, dan lagi nih ya masak tuh perusahaan mau aku berangkat 2 bulan lagi, kan deket banget sama tanggal lahirnya Varo" ucap Farza merasa bimbang.
" Kita bisa berangkat seminggu sebelum ulang tahun Boy.Udah kamu terima aja Zaa, perusahaan ini bersih kok" jawab Aldi tiba-tiba.
__ADS_1
Farza menatap Aldi seperti meminta penjelasan. Karena Farza tau Aldi adalah orang yang handal, dia bisa mengetahui perusahaan yang bersih dan yang curang.
"Mas Aldi sudah menyelidikinya ..?" tebak Farza dan dijawab anggukan oleh Aldi.
"Kapan..?"
"Semalam, di rumah" jawab Aldi.
"Apa hasilnya Al..?" tanya Ayah Deny.
"Perusahaan ini adalah gabungan dari tiga perusahaan menjadi satu perusahaan yang besar, dan usahanya ada dimana-mana, mulai dari hotel, sekolah, rumah sakit dan kampus belum lagi perumahan dan resort-resort di area pantai" ucap Aldi menjelaskan dengan detail.
"Waah... banyak juga ya ternyata" ucap Mirza bangga.
"Iya salah satu bangunan milik mereka adalah LV Hospital, Family hotel, kampus DA dan masih banyak lagi, ya bisa di bilang hampir semua bangunan di Indonesia milik mereka bertiga ini" imbuhnya lagi.
"Emang perusahaan ini bertempat di mana..?" tanya Farza.
"Kalau di Indonesia bertempat di pusat kota Jakarta"
"Kalau Amerika..?" tanya nya lagi.
"New york city... dan sepertinya sebentar lagi pusat perusahaan nya akan berpindah di Indonesia"
"Wah.... gercep juga lo Al ya, langsung di selidiki" ucap Mirza sambil bertepuk tangan.
"Bukan gercep Mir, gue ngerasa perusahaan ini bakal melekat sama perusahaan kita, dan firasat gue tuh mengatakan ini salah satu perusahaan ini milik Arjuna" ucap Aldi membuat Ayah Deny langsung tertawa.
__ADS_1
"Hahaha.... kamu ini ada-ada saja Aldi, mana mungkin Arjuna sesukses ini dalam waktu lima tahun, Om gak percaya, kamu dulu tau sendiri kan dia susahnya minta ampun kalau di suruh belajar bisnis" ucap Ayah Deny membuat Farza sedikit tersinggung.
#batin Farza#
Apa ini yang membuatmu pergi ninggalin aku dan Varo kak..? Apa karena ayah Deny yang selalu meremehkan kamu.
"Jangan gitu lah mas, siapa tau aja,apa yang di bilang Aldi benar, Arjuna sudah sukses" kata Papa Firman membela Arjuna.
"Iya... tapi, kalaupun sukses dia gak mungkin sesukses ini Fir, paling juga perusahaan kecil, apa iya dia bisa membagi waktunya antara kuliah dan kerja"
"Kamu itu mas, di mana-mana itu orang tua berfikiran positif sama anak nya, lah ini kamu malah berfikiran negatif" cibir Papa Firman.
"Saya bukan nya berpikir negatif tapi memang susah di percaya Fir" ucap Ayah Deny yang tak mau di salahkan.
Di tengah perdebatan antara Papa Firman dan Ayah Deny, Farza kembali membaca proposal kerja sama dari perusahaan Doble DA sambil membolak-balik kan kertas tersebut. Sejenak dia terlihat serius tapi saat dia melihat halaman belakang Farza langsung tersenyum bahagia.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....