
Sesampainya di rumah sakit Farza langsung ditangani dokter pribadi keluarganya dan juga dokter kandungan nya. Semua keluarga dan teman-teman nya pun sudah berada di rumah sakit.
"Mbak kenapa ini bisa terjadi..?" tanya Mama Maya pada bunda Rose.
"Aku sendiri juga tidak tahu May, sebelumnya Arjuna sedang membujuk Farza agar mau makan tapi setelahnya kita gak tau lagi apa yang terjadi sama mereka berdua.." ucap Bunda Rose menjelaskan.
"Apa mereka bertengkar mbak..?"
"Entahlah May, tapi saat Arjuna keluar dia langsung memeluk ku dan meluapkan kesedihan nya, dan aku baru kali ini melihat Arjuna sesedih itu May"
"Sudah-sudah kita berdoa saja agar Farza dan bayinya gak kenapa-napa ya" ucap Papa Firman menghibur istri dan kakak iparnya.
"Yah apa Arjuna sudah di hubungi..?" tanya Bunda Rose.
"Ponselnya mati Bun" jawab Ayah Deny. b
Satu jam kemudian dokter Adel dan dokter Iqbal keluar dari ruang IGD.
"Gimana keadaan Farza Del..?" tanya Mirza.
"Syukurlah dia cepat di bawa ke sini sehingga janin nya bisa tertolong kalau terlambat sedikit saja dia bisa keguguran, keponakan mu sangat kuat Mir dia masih bisa bertahan meski nutrisi yang masuk dalam tubuhnya hanya sedikit, kalau janin lain mungkin dia tidak akan tertolong" ucap dokter Adel menjelaskan.
Mendengar penjelasan Dokter Adel semua pun bernafas lega.
"Untuk kali ini Adel minta tolong Farza benar-benar di jaga ya jangan membuatnya tertekan lagi, hibur lah dia agar dia sedikit melupakan masalahnya karena kalau terjadi lagi seperti ini Adel gak bisa menjamin keselamatan bayinya apa dia masih kuat ataukah dia menyerah"
"Makasih ya Del kamu udah menyelamatkan cucu tante" ucap Mama Maya memeluk Adel.
"Tante sudah menjadi tugas Adel buat nyelametin pasien Adel, jadi jangan berterima kasih sama Adel, berterima kasih lah pada yang kuasa yang senantiasa memberikan kesehatan untuk kita semua terutama untuk si boy" ucap Adel dengan tersenyum
"Boy...?" ucap Andra bingung.
"Iya jenis kelamin anak Farza laki-laki jadi aku menyebutnya baby boy" ucap Dokter Adel tersenyum dan membuat semua keluarga pun ikut tersenyum.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Sedangkan di apartemen,Arjuna membanting semua benda yang ada di di kamarnya. Kali ini Juna sudah sangat tersulut emosi. Sudah tak ada kata lembut dalam dirinya, hanya kemarahan yang terus menguasainya.
"Kenapa kamu tega sama aku Zaa, sebegitu besarkah salah ku sama kamu Zaa, sampai kamu menginginkan anak kita mati" racau Arjuna dengan membanting semua benda yang ada di apartemen nya.
Dia menyesal karena hasrat nya dan karena nafsu yang sangat menguasainya, menjadikan nya lupa dengan akal sehatnya dan akhirnya dia melakukan tindakan tersebut saat belum menikah.Melupakan janjinya pada orang yang sangat di cintai nya.
Brakk....
Dave menendang pintu apartemen Arjuna, di lihatnya sahabatnya kali ini sangat kacau. setelah mendapat kabar dari teman-teman nya Dave dan Doni langsung menuju apartemen Arjuna karena dia tau pasti sahabat plus patner kerjanya itu saat ini pasti berada di apartemen nya untuk meluapkan amarahnya.
__ADS_1
"Bused.... ini apartemen apa kandang ayam sih, segala berserakan disini" ucap Doni menggelengkan kepalanya.
Dave mendekati Arjuna yang sedang duduk sendirian di balkon dengan ditemani minuman beralkohol.
"Apa yang udah lo lakuin Jun..?" tanya Dave yang ikut duduk di sebelah Arjuna begitu juga dengan Doni.
"Gak ada, hanya meluapkan emosi aja" jawab Arjuna singkat.
"Jun... Farza masuk rumah sakit" ucap Doni
"Terus...?" tanya Juna cuek.
"Kok lo gak kaget Jun..?"
"Ngapain... itu yang dia mau" jawab Arjuna.
"Maksud lo..? dia hampir bunuh diri ogeb" cicit Doni.
Arjuna hanya menyunggingkan senyum kecutnya.
"Dia mau bunuh diri karena dia juga mau anak gue mati" ucap Arjuna dengan mengaduk-aduk gelas yang di depan nya.
"Gue gak ngerti deh maksud lo apa sih Jun" tanya Doni.
"Dia mau anak gue mati Don, makanya kenapa dia ngotot banget dari kemarin dia pingin makan durian dari pada makan nasi"
"Gue udah nyerah Dave, terserah dia mau ngapain aja" ucap Arjuna.
"Lo gak boleh gitu Ar, walau bagaimana pun Farza istri lo, istri yang sangat lo cintai" kata Doni mencoba untuk menenangkan emosi Arjuna.
"Istri yang tega mau membuang anak nya, istri apaan itu" ucap Arjuna tersenyum remeh.
"Ar sulit bagi Farza buat nerima ini semua, lo tau kan cita-cita dia, dia pingin menyelesaikan kuliahnya walaupun dia tau kalau nantinya mungkin dia akan berumah tangga dan menghabiskan waktu dengan anak dan suaminya, tapi seenggaknya dia bisa menyelesaikan kuliahnya tanpa kendala apapun" kata Doni terjeda.
"Dan sekarang karena kebodohan lo yang gak bisa menahan nafsu dan hasrat, lo merusak semuanya di awal Ar dan lo nyalain Farza"ucap Doni lagi kali ini dengan sedikit tersulut emosinya juga.
Arjuna hanya diam mencerna setiap kalimat yang di ucapkan Doni. Dan memang benar semua yang di ucapkan Doni tidak sepenuhnya salah Farza namun lebih salah ke dia.
" Lo enak masih bisa kuliah tanpa kendala apapun, sedangkan Farza, apa dia bisa kuliah dengan perutnya yang semakin membesar, di tambah nanti dia harus cuti melahirkan, dan itu akan menyita waktunya Ar, dia harus membagi waktunya antara kuliah, ngurus suami, ngurus anak, lo mikir sampai kesitu gak, heran gue, otak lo di mana sih"
Dave hanya tersenyum melihat Doni yang menceramahi Arjuna, dan dari sekian banyak teman-teman nya hanya Doni lah yang berani memarahi Arjuna maupun Dave jika Dave membuat salah.
Drrt... drrt...
Ponsel Dave berdering dan dia pun langsung mengangkatnya.
__ADS_1
☎ : Iya Bell kenapa..?
☎ : Kakak di mana..?
☎ : Kenapa hem...?
☎ : Kak Juna udah ketemu belum..? semua keluarganya mencarinya kak.
☎ : Giman keadaan Farza dek...?
☎ : Farza baik kak, dia sudah di pindahkan ke ruang rawat, dan baby boy juga selamat.
Dave mengeryitkan keningnya menatap Doni dan Arjuna bergantian.
☎ : Baby boy..?
☎ : Iya jenis kelamin nya laki-laki kak jadi kami semua menyebutnya baby boy.
Dave tersenyum begitu juga dengan Doni.
☎ : Ya sudah kakak tutup ya dek bentar lagi kakak ke sana ya.
☎ : Hemm... ya baiklah Bella tutup ya kak jangan lupa kabari kak Juna ya Assalamualaikum.
☎ : Waalaikumslam.
Dave mematikan sambungan telfon nya dan menatap Arjuna yang hanya diam.
"Apa lo gak mau melihat istri kecil lo Jun..?" tanya Dave.
"Kalian pergilah gue mau sendiri" jawab Arjuna singkat.
"Ya sudah Ar kita tinggal ya jaga diri lo baik-baik" ucap Doni menepuk pundak Arjuna.
Dave dan Doni pun pergi meninggalkan apartemen Arjuna yang sudah seperti kandang ayam karena bagian kebersihan belum juga datang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....