
Ketegangan masih terasa di dalam mansion milik Arjuna. Saat ini Ratu dan yang lain nya mencoba menenangkan Mirza yang masih emosi. Dan perlahan Doni mulai menceritakan kejadian beberapa tahun silam.Sedangkan Arjuna juga sama, mencoba membujuk Farza yang tengah menangis di kamarnya.Arjuna membuka pintu kamarnya, di lihatnya sang istri yang sedang meringkuk di atas kasur, menutupi tubuhnya dengan selimut hingga hanya terlihat rambut nya.
"Yank.... " panggil Arjuna yang saat ini sudah naik ke atas kasur dan langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Maaf karena aku sudah menampar kamu, aku gak bermaksud seperti itu" ucapnya lagi kali ini dengan membelai rambut nya. Sedangkan Farza yang masih setia di dalam selimut tak bergerak sedikit pun. Dia terus menangis mengingat apa yang sudah di lakukan suami nya.
"Sayang..... maafin aku ya" kini Arjuna mencium kepala Farza berkali-kali sambil terus mengucapkan kata maaf.
"Kenapa kamu tega nampar aku" ucap Farza berguman dalam selimut.
"Maaf sayang, aku gak sengaja, aku terlalu emosi karena kamu terus menyalahkan Dave atas kematian Bella, aku hanya takut penyakit Dave datang lagi Zaa, aku gak mau lihat dia sakit lagi" jelas Arjuna yang langsung membuat Farza membuka selimut dan menoleh ke atas menatap suaminya yang juga menatapnya dengan tersenyum.
Cup....
Arjuna mencium kilas bibir Farza,lalu mencium kening nya. Arjuna membalikkan tubuh Farza, memeluk nya dengan erat dan menjadikan lengan nya sebagai bantalan.
"Bibir kamu kenapa...?" tanya Farza yang melihat bibir Arjuna berdarah.
"Di tonjok sama bang Mirza" jawab Arjuna santai.Perlahan Farza menyentuh bibir Arjuna yang memar dan Arjuna meringis karena sakit.
"Sakit ya...?" tanya nya lagi.
"Enggak kok, lebih sakit kalau kamu marah sama aku yank" goda Arjuna yang langsung mendapat cubitan dari Farza di perutnya.
"Gombal terus, sudah katanya kamu mau menjelaskan semuanya sama aku" ucap Farza.
"Baiklah, mau mulai dari mana...?" tanya Arjuna.
"Dari awal" jawab Farza.
"Hmmm...baiklah, setelah kematian Bella, Dave selalu mengurung diri di kamarnya. Kadang dia menangis sendiri, tertawa sendiri sambil menyebut nama Bella.Padahal saat itu adalah saat di mana kita bertiga sedang mulai merintis usaha kita. Dan saat itulah kita bertemu Willy, Billy dan Irfan yang mau membantu kita.Aku dan Doni yang saat itu belum tau apa-apa tentang bisnis harus terus berusaha agar usaha kita bisa berkembang, dan untungnya Willy sedikit mengerti tentang bisnis"
__ADS_1
Farza sedikit terkejut saat mendengar bahwa Dave sempat depresi setelah kepergian Bella. Dia berfikir bahwa Dave memang senang kalau Bella meninggal.
"Lalu apa yang terjadi sama kak Dave selanjutnya kak..?" tanya Farza masih tetap setia menatap suaminya.
"Aku dan Doni harus bolak-balik pergi ke psikiater demi menyembuhkan Dave. Enam bulan kemudian Dave di nyatakan sembuh tapi itu semua hanya sementara karena berita duka datang padanya" ucap Arjuna
"Kabar duka..."
"Mama nya Dave meninggal dalam kecelakaan saat perjalanan ke sini untuk menjenguk Dave. Dan kamu tau yank momen itu benar-benar menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi kita.Jiwa Dave kembali terguncang hingga dia mengalami kecelakaan dan koma hampir 5 bulan, dan Doni, tanpa kita sadari, Mira mengandung anak nya yang kedua, tapi sayang, karena kelelahan dia harus kehilangan bayi nya yang masih dalam kandungan" kata Arjuna mengingat kejadian pahit yang menimpanya beberapa tahun kebelakang. Farza yang mendengar penjelasan Arjuna sangat terkejut sampai menutup mulutnya karena tak percaya.
"Keguguran.... " kata Farza terkejut.
"Iya Zaa, kamu tau aku dan Doni hampir putus asa, kita hampir menyerah dan akan mengakhiri semuanya, tapi untungnya Willy, Billy dan Irfan selalu mendukung kita.Dalam suka mau pun duka mereka selalu ada di samping kita, sampai akhirnya kita sukses sampai sekarang, dan Dave juga dinyatakan sembuh total. Makanya kenapa waktu itu aku gak pernah memberi kabar sama kamu,karena memang aku mau fokus untuk kesembuhan Dave dan juga untuk usaha kita"
Mendengar penjelasan Arjuna membuat Farza sedikit menyesal karena sampai sekarang dia masih marah pada Dave. Dia tidak menyangkan kalau Dave akan mengalami hal yang begitu menyakitkan, begitu juga suami dan sahabatnya.
"Aku gak tau kak, kalau kamu dan yang lain bisa mengalami hal seperti ini, aku menyesal karena sudah membenci kak Dave" kata Farza sedikit bersedih
Arjuan tersenyum " Sudah jangan di fikirkan,nanti kamu ngomong baik-baik sama Dave.Tapi dari sini aku sadar Zaa, jika kita ingin sukses, maka kita harus bersakit-sakit dahulu. Dan sekarang aku bersyukur karena sudah sampai di titik ini.Aku juga sangat berterima kasih kepada istri dan juga jagoan kecil ku yang selalu berada di belakang ku untuk mendukung ku sampai sekarang" ucap Arjuna tersenyum tulus lalu mencium Farza.
"Sama-sama, ya sudah kita turun yuk, aku gak enak sama yang lain nya" ucap Farza.
"Bentar aku masih mau di sini" Ucap Arjuna dengan manja sambil menelusup kan kepalanya di dada Farza.
"Kak jangan mulai deh" ucap Farza seakan tau kema arah perbuatan Arjuna saat ini.
"Sekali aja ya... aku kangen kamu yank" kata Arjuna yang langsung menindih istri nya dan melancarkan aksinya.Sedangkan Farza hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya karena dia sendiri juga menikmatinya.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Di bawah Doni juga sama dengan Arjuna, menjelaskan semua kejadian yang menimpanya dan juga Arjuna begitu pun juga Dave.
__ADS_1
"Aku gak nyangka kalau kalian pernah mengalami kejadian seperti ini" kata Ratu dengan sesekali menghapus air matanya. Mendengar cerita Doni membuatnya bersedih dan menangis.
"Maka dari itu kenapa Arjuna sangat marah dan murka jika ada satu kesalahan terjadi di perusahaan" kata Doni
"Dan kalian tau, sebenarnya Dave sangat ingin menemui Livia tapi dia takut penyakitnya akan kambuh lagi,karena pernah saat Livia berumur satu tahun kita menunjuk kan foto nya pada Dave dan kalian tau depresinya kembali kambuh, tapi untungnya hanya satu bulan" jelas Doni sekali lagi.
"Tapi tadi sepertinya gak terjadi apa-apa sama kak Dave ya, kan tadi kak Dave juga sempet lihat Livia" ucap Naina.
"Ya semoga saja untuk kali ini dia gak papa" jawab Doni.
Tak berapa lama Willy datang dan bergabung bersama Doni dan yang lain.
"Will gimana keadaan Dave...?" tanya Doni.
"Bang Dave gak papa kok, sebentar lagi dia turun kok" jawab Willy.
"Syukur deh kalau dia gak kenapa napa"
Dan pada akhirnya semua sudah jelas. Doni sudah menceritakan semuanya hingga membuat Mirza sedikit terkejut dan juga ikut merasakan sedih.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf sebelumnya saya hanya mau memberitahukan pada kalian bahwa cerita saya ini hanya khayalan belaka saya, dan jika ada yang kurang suka dengan jalan cerita saya, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya bukan lah penulis yang hebat. 🙏🙏🙏
Salam cinta dari saya😘😘