MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 97 s2 Tamat.


__ADS_3

Malam hari setelah semuanya pulang.....


"Yank kamu kok gak bilang aku sih kalau kamu hamil...?" tanya Arjuna yang kini sudah mendekap erat sang istri yang tidur di lengan nya sebagai bantalan.


"Kan mau buat kejutan di hari ulang tahun kamu" jawab Farza sambil menoleh pada suaminya.


"Sudah berapa minggu...?"


"Empat minggu... " Jawab Farza.


"Makasih ya, kadonya benar-benar istimewa" ucap Arjuna tersenyum sambil mencium pucuk kepala sang isyri.Begitu juga dengan Farza yang ikut tersenyum kala melihat suaminya bahagia.


Tok... tok... tok...


"Papi..... " teriak Varo dari luar kamar.


"Mas bukain pintunya gih..."ucap Farza yang langsung terbangun dari tidurnya.


"Pasti ada maunya tuh kesini" jawab Arjuna seraya turun dari ranjangnya dan berjalan untuk membuka pintu.


Ceklek....


Arjuna membuka pintu kamar, di lihatnya anak nya yang sudah berdiri sambil mendekap guling kesayangan nya.Sesuai tebakan Arjuna, Varo pasti mau tidur bersama kedua orang tuanya.Varo tersenyum sambil menampik kan gigi putihnya.


"Boy mau tidur sama Papi dan Mami" ucap Varo langsung masuk ke dalam kamar. Arjuna kembali menutup dan mengunci pintu kamar nya setelah Varo masuk.


"Mami..... " panggil Varo sambil mendekati Farza.


"Iya... Boy mau bobok sini nak..?" tanya Farza yang juga sudah menyiapkan tempat untuk anak nya, di mana lagi kalau bukan di sebelah kanan. Setiap kali Varo meminta tidur bersama orang tuanya pasti dia akan memilih tidur di sebelah kanan karena dia hafal setiap dia tidur tengah pasti esok pagi nya dia akan terpindahkan dari yang di tengah jadi yang di pinggir sebelah kanan.Dan itu karena ulah sang Papi yang tidak mau jauh dari sang Mami.


Varo menaiki tempat tidur dan langsung merebahkan badan nya. Di mana lagi kalau bukan di sebelah Mami nya.Arjuna pun juga sama, menyusul anak nya dan duduk bersandar di sebelah istrinya.


Varo mendekat dan menempelkan dagunya di atas paha sang Mami. Menatap lekat perut rata Mami nya.


"Mih dedek bayi kapan keluarnya...?" tanya Varo sambil menusuk-nusuk perut Farza.


"Sembilan bulan lagi sayang... " ucap Farza tersenyum sambil mengelus kepala anak nya.


"Hah...! lama banget Mi, Varo sudah gak sabar pingin ketemu adik"


"Sabar dong sayang.... "


"Emang kalau sudah keluar adiknya mau di apain...?" tanya Arjuna.


"Mau di gendong lah pih... " jawab Varo santai.


"Mau cewek apa cowok...?" tanya nya lagi.


"Emmm..... " Varo nampak berpikir " maunya sih cewek, tapi kalau yang keluar cowok gak papa deh" tambahnya lagi sehingga membuat kedua orang tuanya tersenyum.


"Senang gak mau punya adik" tanya Arjuna menoleh pada Varo.

__ADS_1


"Senang dong, kan sebentar lagi jadi abang" ucap Varo dengan mata yang berbinar.


"Terus Livia gimana...? kan kasihan gak ada yang jagain dong kalau Varo punya adik nantinya" Arjuna mencoba bertanya pada Varo.


"Ya enggak dong Livia tetap adik kesayangan Varo, dan Varo gak akan lupa itu"


"Pinternya anak Mami ini, jadi abang yang baik ya nanti buat adik-adik yang lain nya juga" ucap Farza dan di jawab anggukan oleh Varo.


"Ya sudah sekarang abang tidur gih, besok kan sekolah" ucap Arjuna yang sudah memposisikan dirinya untuk tidur, dan di ikuti juga oleh Farza, setelah itu Varo. Mereka bertiga pun akhirnya tidur bersama-sama. Dan Entah kenapa sepanjang Farza hamil Varo selalu saja ingin tidur di kamar orang tuanya. Membuat Arjuna sedikit kesal lantaran kegiatan malam nya harus gagal ketika Varo datang.


...🌷🌷🌷🌷🌷...


...Skip...


Sembilan bulan kemudian Farza melahirkan anak nya dengan jenis kelamin laki-laki yang di beri nama Claudzio Kalandra Sanjaya dengan nama panggilan Zio. Meski bukan perempuan,Varo tetap senang karena dirinya sudah menjadi abang. Maya, Gisel dan Naina. Mereka juga sama-sama sudah melahirkan anak mereka masing-masing. Dan hanya berjarak satu bulan. Maya yang pertama melahirkan bayi laki-laki yang di beri nama Andika Fernandes, di susul satu bulan kemudian Gisel yang juga melahirkan bayi laki-laki yang di beri nama Aril Adhinata Sanjaya, dan satu bulan berikutnya Naina yang juga melahirkan bayi laki-laki yang di beri nama Endy candra kusuma.


Satu tahun kemudian Farza di beri anugerah lagi oleh Tuhan dengan dia hamil anak ke tiganya. Dan kali ini dia berbarengan dengan Audy yang juga hamil anak keduanya. Dan mereka juga sama-sama melahirkan bayi perempuan. Farza melahirkan bayi perempuan yang di beri nama Calista Maura Abigail. Sedangkan Audy juga melahirkan bayi perempuan yang di beri nama Davina Mahesa Putri. Dan jarak kelahiran anak mereka hanya terpaut satu minggu. Sehingga menjadikan mereka seperti bayi kembar.


Hari Calista dan Davina tepat berumur sebelas tahun. Farza dan Audy sepakat mengadakan perta ulang tahun anak mereka berdua yang di adakan di rumah Audy dan di hadiri oleh sahabat mereka. Tak ada yang meriah karena mereka ingin mengajarkan keserdehanaan untuk anak mereka masing-masing. Saat anak mereka ulang tahun Farza dan yang lain memang tidak pernah merayakan pesta dengan meriah. Hanya makan malam dan berkumpul bersama keluarga itu sudah cukup membuat mereka semua bahagia.


Saat ini Farza dan para sahabatnya sedang berkumpul bersama di ruang keluarga di rumah Audy dan Dino. Sedangkan anak- anak yang lain sibuk dengan permainan mereka masing-masing. Varo dan cowok lain nya sibuk bermain PS. Sedangkan para gadis entah mereka sedang melakukan apa.


"Gak kerasa ya anak kita sudah pada besar" ucap Doni mengawali perbincangan.


"Iya... sudah pinter dandan, apalagi yang cewek, pasti sekarang lagi di kamar deh tuh" ucap Audy.


"Dave... " panggil Arjuna.


"Gak pingin merid...?" pertanyaan Arjuna membuat Dave tersenyum.


"Entahalah... " jawab Dave.


"Kok entahalah...?" Arjuna memicingkan matanya.


"Livia gak mau punya saudara tiri katanya" jawab Dave sehingga membuat semuanya terkekeh.


"Ya cari yang segel dong Dave" ucap Aldi.


"Ah sudahlah jangan di bahas, gue malas bahas masalah gituan" ucap Dave menghentikan pembicaraan para sahabatnya.


"Kak Mira kenapa...? kok pucat banget sih...?" tanya Farza yang menatap Mira, di ikuti dengan yang lain nya.


Audy memicingkan matanya. Menatap Mira yang memang terlihat sangat pucat.


"Kak Mira hamil...?" tanya Audy sehingga membuat Doni setengah kaget.


"Yank... kamu hamil...?" tanya Doni yang kini juga menatap Mira. Sedangkan Mira malah menggelengkan kepalanya.


"Enggak kok" jawab Mira dengan sedikit bingung dengan pernyataan Audy.


"Ayok ke ruang praktek, kita periksa, aku yakin kakak hamil" ucap Audy berdiri, di ikuti Mira dan juga Doni. Farza pun juga ikut ke ruangan Audy karena dia sangat penasaran dan tidak akan bisa menunggu lama.

__ADS_1


Setelah sampai, Mira langsung merebahkan tubuhnya di brankar. Dan Audy pun langsung memeriksa perut Mira dengan mengoleskan cairan jelly di perut Mira. Selanjutnya Audy menggerakkan alat USG, mencari-cari sesuatu yang akan membuay seluruh sahabatnya bahagia. Setelah ketemu dan terlihat, Audy menyunggingkan senyum bahagianya hingga dia meneteskan air matanya karena sungguh bahagia.


"Dy... kenapa lo malah nangis sih...?" tanya Mira yang melihat Audy justru malah menangis.


"Aku menangis bahagia kak... " jawab Audy sambil terus menggeser alat USG nya.


"Maksudnya...?" tanya Mira tidak mengerti.


"Kamu hamil kak, ini anak kamu" Jawab Audy sambil menunjuk kan gumpalan darah yang masi kecil.


Mendengar ucapan Audy membuat Doni tak percaya. Dengan teliti, dia melihat layar monitor yang di tunjuk kan oleh Audy. Dengan bahagia Doni mengucap rada syukurnya karena Tuhan telah menitipkan benih di perut Mira. Anak yang selama ini mereka nanti.


"Alhamdulillah akhirnya kakak selamat ya, aku ikut senang, anak yang kalian nanti-nanti akhirnya hadir juga" ucap Farza yang juga ikut menangis.


"Zaa... aku hamil Zaa, Daniel bakalan punya adik" Jawab Mira bahagia.


"Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih karena telah mempercayai kami berdua, sayang kita bakal punya anak, Daniel akan jadi kakak" Ucap Doni bahagia. Dia menitikan air matanya begitu juga dengan Farza dan Audy yang juga ikut bahagia. Doni memeluk Mira yang juga sama menangisnya.


"Selamat ya buat kalian, jaga calon anak kalian ya, kalau kalian butuh sesuatu atau mau menanyakan sesuatu seputar kehamilan, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku karena aku siap 24 jam" ucap Audy sambil membereskan alat USG nya.


"Iya makasih ya Dy" jawab Mira dengan tersenyum tulus.


"Oh ya sekalian aku kasih tau khususnya buat kak Doni, jika kalian sedang olahraga malam usahakan dengan posisi senyaman mungkin, jangan membuat pergerakan yang bisa menimbulkan rasa sakit oke, jadi kak Doni harus hati-hati" Imbuhnya lagi yang langsung mendapat tanda hormat daru Doni.


"Siap bu dokter"


"Ya sudah ayo kita turun, kita harus memberi tahu yang lain nya juga, pasti mereka juga sama bahagianya" ucap Audy.


Sampai di bawah Doni pun memberi tahu kalau Mira hamil, dan itu membuat semuanya senang dan bahagia. Begitu juga dengan para anak-anak. terutama Daniel. Meski dia sudah berumur 19 tahun, tetapi dia sangat senang karena sebentar lagi akan memiliki adik.


Akhinya kebahagian datang pada mereka semua. Mempunyai keluarga kecil yang sangat bahagia. Rumah mereka akan selalu ramai dengan adanya anak-anak mereka yang hampir setiap hari selalu berkumpul di rumah meski secara bergantian.


.


.


.


.


.


.


.


...Tamat.......


Assalamualaikum para pemirsah di rumah, akhirnya saya bisa menamatkan novel saya ini. Terima kasih buat para readers di rumah yang dengan senang hati membaca novel saya yang masih kurang sempurna. Semoga kedepannya saya bisa menulis dengan baik dan benar ya. (doakan). Dan untuk novel selanjutnya Insya Allah saya akan membuat novel dengan menceritakan kehidupan para anak-anak mereka semua. Doain dan di tunggu ya.


Sekali lagi terima kasih banyak buat para readera di rumah.

__ADS_1


Wassalamualaikum.....


__ADS_2