MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 82 s2


__ADS_3

Satu bulan kemudian semua keluarga Ayah Deny dan juga Papa Firman sedang berada di rumah sakit dimana Audy bertugas,karena hari ini Gisel akan melahirkan anak keduanya. Dan kali ini Gisel melahirkan secara cecar karena dia mengalami tekanan darah yang tinggi.


"Mih, Varo kapan punya adik nya..?" tanya Varo yang berada di pangkuan sang Mami.


"Emmm.... kalau nunggu Varo kelas 2 SD gimana..?" tanya balik Farza memberi Farza.


"Kalau nunggu Varo kelas 2 berarti masih lama Mih, emangnya bikin adek tu lama ya mi..?" tanya Varo masih dengan polosnya, membuat Farza semakin bingung untuk memberi jawaban nya.


//pertanyaan kamu bikin mami gak bisa jawab nak// batin Farza sambil menggelengkan kepalanya.


"Mih...!? kok diem aja, jawab dong" tanya Varo kali ini dengan menatap wajah Farza.


"Boy, ikut daddy yuk beli ice crem yuk sama Ara" ajak Mirza mengalihkan pertanyaan Varo.


"Asiap... " ucap Varo bersemangat "Mih, Varo pergi dulu ya sama daddy, mami di sini aja ya" imbuhnya lagi.


"Siap bos" jawab Farza tersenyum sambil memberi hormat.


Akhirnya Farza bisa bernafas lega karena terhindar dari pertanyaan Varo.Dan setelah menunggu selama satu jam akhirnya Audy keluar dari ruang operasi bersamaan dengan Andra sambil menggendong bayi mungil yang berjenis kelamin laki-laki.


"Welcome cucu oma" ucap Bunda Rose sambil mengambil bayi mungil dari gendongan Andra.


"Selamat ya Andra atas kelahiran anak kamu,om ikut senang" ucap Papa Firman sambil menepuk pundak Andra.


"Makasih om" jawab Andra dengan tersenyum.


"Gimana keadaan kak Gisel Dy" tanya Farza.


"Alhamdulillah keadaan nya sudah stabil, hanya perlu istirahat,sebentar lagi sudah bisa di pindah di ruang pasien, kalau begitu saya tinggal sebentar ya, mari tante kita ke ruang bayi" ajak Audy pada bunda Rose.


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


Malam harinya semua keluarga pun sudah berkumpul di ruang rawat. Para pria berada di luar kecuali Andra yang sedang menyuapi Gisel.Sedangkan para wanita berada di dalam bersama dengan para anak-anak.


"Kok aku lihat anak kamu jadi mirip Arjuna ya" ucap Mama Maya sambil menggendong cucu ponakan nya yang baru lahir.

__ADS_1


"Gimana gak mirip Arjuna Tan, orang hampir tiap hari nangis mulu gara-gara kangen sama adek nya" jawab Andra terkekeh. Membuat semuanya terdiam dengan fikiran masing-masing.


Ceklek....


Pintu terbuka, masuk lah Audy dan suster dengan membawa seikat bunga dan juga sebuah kotak hadiah.


"Selamat malam ibu Gisel" sapa Audy sambil tersenyum


"Kayak sama siapa aja Dy, pake sebut ibu segala" jawab Gisel terkekeh.


"Kamu bawa apa Dy...?" tanya Andra yang melihat Audy membawa bunga.


"Oh ini... ada kiriman paket" ucap Audy langsung menyerahkan bunga dan sebuah kotak kado.


Gisel mengeryitkan dahinya karena bingung, dia berfikir siapakah gerangan yang mengirim paket malam-malam.


"Dari siapa Dy..?" tanya Gisel penasaran.


"Gak tau, gak ada pengirimnya kak, tapi kayaknya ada kartu ucapan nya deh" jawab Audy sambil berjalan mendekati Farza sambil tersenyum penuh arti.


"Arjuna... " satu kata keluar dari mulut Gisel, membuat semua yang ada di ruangan langsung menoleh padanya yang menangis.


"Gisel... ada apa sayang...?" tanya Bunda Rose mendekat.


"Hiks... i-ni da-ri Ar-ju-na hiks bund" jawab Gisel terbata.


Bunda mengambil kartu ucapan dari tangan Gisel dan langsung membacanya juga.


...Welcome jagoan kecil Om Arjuna, sehat-sehat ya nak jadi anak yang berbakti pada kedua orang tua kamu dan seluruh keluarga. Tunggu om pulang ya, nanti kita main bareng sama-sama. Salam sayang dari Om Ganteng, oh ya salam buat Oma dan Opa ya sayang,bilangin kalau Om ganteng rindu mereka berdua๐Ÿ˜‰...


"Hiks... hiks... kapan sih kamu pulang sayang hiks, bunda sangat merindukanmu hiks" bunda Rose juga ikut menangis setelah membaca ucapan dari Arjuna.


Mendengar Bunda Rose yang menangis membuat Ayah Deny dan yang lain ikut masuk ke dalam ruangan.


"Bunda... kenapa nangis..?" tanya Ayah Deny mendekati istrinya.

__ADS_1


"Ini Yah... " Bunda Rose memberikan kartu ucapan pada Ayah Deny dan langsung di bacanya juga.


"Sudah jangan nangis bun, gak malu sama Varo tuh" ucap Ayah Deny sambil mengelus punggung sang istri.


"Tapi bunda kangen sama anak bunda yah, kenapa sih Arjuna gak pulang-pulang, sebenarnya dia kemana dan ngapain...?" tanya Bunda Rose sambil setengah beremosi.


"Papi sedang kerja oma" bukan Ayah Deny yang menjawab, melainkan Varo yang ternyata dari tadi ikut menyimak obrolan para orang dewasa.


"Varo... sssssttt" jawab Farza menempelkan jari telunjuk nya pada mulut Varo.


"Sudah Bund jangan sedih gitu, sebentar lagi pasti anak bunda bakalan pulang kok" jawab Gisel menghibur bundanya.


"Kalau gak pulang gimana..?" tanya balik Bunda Rose.


"Jangan patah semangat gitu dong mbak, masak kalah sama cucu nya sih, Boy aja sabar lo nungguin papi nya pulang, yakan Boy" ucap Mama Maya yang juga ikut menghibur kakak iparnya tersebut. Sedangkan Varo hanya mengangguk kan kepalanya.


"Iya deh bunda gak akan sedih lagi" ucapnya sambil menghapus air matanya.


"Sini boy sama Oma sayang" tambahnya lagi sambil melambaikan tangan nya. Varo pun dengan cepat langsung mendekati oma tercintanya dan langsung duduk di pangkuan Bunda Rose.


"Oma jangan sedih, papi pasti pulang, papi sudah janji sama Boy dan papi gak akan bohong lagi" ucap Varo menatap bunda Rose.


"Iya sayang, kita tunggu papi pulang ya" jawab Bunda Rose tersenyum.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2