
Malam harinya keluarga Arjuna datang kembali untuk membicarakan perjodohan antara Andra dan Gisel.Malam itu,setelah makan malam mereka sedang berkumpul bersama di ruang keluarga.
"Wah Arjuna kamu sudah semakin keren dan tampan saja ya sekarang, kalah ni Arjuna dan Mirza" ucap Ayah Deny tersenyum, senang menggoda anak dan ponakan nya itu.
"Om bisa saja,Arjuna juga tampan kok, om juga" jawabnya dengan tersenyum.
"Andra ada yang ingin om sampaikan" ucap Papa Firman di depan semua keluarga besar nya.
"Iya om silahkan" jawaban Andra.
"Jadi begini Om dan Om Deny sepakat ingin menikah kan mu dengan Gisel" ucap Papa Firman mengutarakan niat nya untuk menjodohkan nya dengan Gisel.
"Iya Andra dan kami berharap kamu mau menerima perjodohan ini karena Gisel sudah menyetujuinya" Ayah Deny menimpali.
Andra yang mendengar permintaan dari kedua orang yang sudah sangat berjasa kepadanya selama dua tahun ini dibuat kaget dan tidak percaya.
"Andra gak salah dengar kan Om" tanya Andra tak percaya.
"Kamu gak salah dengar Andra, Om dan Om Deny sudah jauh-jauh hari merencanakan perjodohanmu dengan Gisel, hanya saja waktunya belum tepat dan sekaranglah waktu yang tepat" kata Papa Firman sekali lagi menjelaskan.
"Tapi kan Andra tidak mencintai Gisel Om, Andra takut akan menyakitinya" ucap nya datar dengan menatap lurus gadis yang berada di depan nya yang hanya menunduk kan kepala nya,siapa lagi kalau buka Farza.
"Tapi kan kalian bisa mengenal satu sama lain nantinya" Mama Maya menimpali perkataan Andra.
"Tapi Andra sudah punya kekasih tante, Andra gak mau menyakitinya" Jawab nya lagi.
Perkataan terakhir Andra membuat semuanya terdiam.Tak lama kemudian Papa Firman pun menanyakan sesuatu pada Andra.
"Kalau Om boleh tau siapa kekasihmu Andra...?" pertanyaan Papa Firman berhasil membuat Andra dan Farza saling menatap satu sama lain, Mirza yang melihat keterkejutan diantara keduanya semakin yakin bahwa ada hubungan khusus antara mereka.
"Anak Om sendiri, Farza" jawab Andra yang membuat mereka kembali terkejut.
"APA....!!!" kata Maya tidak percaya lalu melihat ke arah Farza yang sudah menunduk kan kepala nya.
"Om tidak akan setuju Andra" ucap Papa Firman datar.
"Tapi kenapa Om..? Andra mencintai Farza ,kita sudah berpacaran selama dua tahun".
"Sebelumnya Om minta maaf Andra, tapi Om tidak bisa menyetujui hubungan kalian, karena Farza sudah Om jodohkan dengan seseorang" ucap Papa Firman membuat Farza melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Apa Pah.? Papa juga sudah jodoh in aku..?" tanya Farza kaget.
"Iya sayang, Papa juga sudah mengatur perjodohan kamu dengan seseorang, hanya saja belum saatnya kamu tau".
"Tapi kenapa Papa jodoh in aku juga sih, aku gak suka di jodohkan" ucap Farza dengan kesal.
"Tapi ini yang terbaik buat kamu sayang, Papa mau kamu mendapatkan seseorang yang sayang sama kamu nantinya" kata Mama Maya sehalus mungkin.
"Jadi kalian fikir kak Andra gak tulus gitu sayang sama Farza...?" ucap nya sedikit emosi.
"Bukan begitu sayang, tap-"
"Kamu harus menikah dengan nya,karena ini adalah amanah dari almarhum orang tuanya" jawaban Papa Firman sukses membuat Farza terdiam.Farza tidak akan berani menolak lagi.Tanpa sepatah kata,Farza pergi meninggalkan semua keluarga nya yang masih berkumpul di ruang keluarga.
"Andra,Om harap kamu bisa memberi pengertian sama Farza,Om tau kalau sebenarnya kalian mempunyai hubungan serius,tapi maaf,Om tidak bisa merestuinya,karena Om sendiri sudah terikat janji dengan amanah almarhum sahabat Om" ucap Papa Firman menjelaskan alasan nya kenapa tidak merestui hubungan anak nya.
# *Ke**napa bisa begini ya Allah apa yang harus aku lakukan*#Batin Andra.
Andra menghembuskan nafas kasar nya.Mau tidak mau dia harus menerima kenyataan bahwa dirinya tidak bisa bersanding dengan gadis puja an nya.
"Andra akan coba untuk berbicara pada Farza" Ucap Andra dengan lesu.
"Makasih tante" balas Andra sengan senyum paksa.
"Baiklah May sebaiknya kami pulang dulu sudah larut malam, dan untukmu Andra bicaralah baik-baik pada Farza,Om yakin kalian bisa mengambil keputusan yang benar" ucap Ayah Deny.
"Iya Om,terima kasih"
"Ya sudah,kami pamit ya,Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam"
Di kamar Farza sedang menangis tepatnya di balkon kamar nya. Dengan menatap indah bintang-bintang di langit sambil memikirkan garis kehidupan nya. Dia tak menyangka bahwa dia bahkan sudah dijodohkan juga dengan seseorang yang bahkan belum di ketahui nya dan di kenal nya.
"Dek... " panggil Maya.
"Farza disini ma" jawabnya di balkon kamar.
"Sudah malam kok masih disini sayang, dingin hawanya, nanti kamu masuk angin lagi".
__ADS_1
"Farza lagi liat bintang ma di langit indah lagi" jawabnya masih tetap menatap langit.
"Pake jaket nya sayang nanti masuk angin lagi" ucap Maya dengan memakaikan jaket Farza.
"Makasih ma" kata nya tersenyum "Om Deny udah pulang ma..?" tanya nya lagi.
"Sudah sayang,maka nya mama kesini,mau liat anak perawan mama yang sudah berani pacaran" ucap nya menggoda Farza.
"Ih.... mama apa sih, maaf ya ma Farza sudah melanggar janji buat gak pacaran" ucapnya menunduk kan kepala nya.
"Gak papa sayang, jangan sedih lagi ya" Mama Maya mengelus punggung anak nya.
"Hmmm" jawab nya hanya dengan tersenyum
"Mama.....!" panggil Mirza yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Farza bersama dengan Andra.
"Mama disini sayang, di balkon".
Andra dan Mirza mendekati Maya dan Farza yang sedang berdiri di balkon.Andra yang berdiri di samping Farza tanpa malu memeluknya dari samping, dan itu membuatnya terkejut.
"Kakak apaan sih" ucap Farza berusaha melepaskan tangan Andra yang sudah berada di pinggang nya.
"Sebentar saja dek, lagian tante gak akan marah kok" jawab nya tanpa menatap Farza.
"Iya gak papa kok, setelah ini mama mau bicara sama kalian ya" ucap Mama Maya tersenyum dan lalu masuk ke dalam kamar,meninggalkan Farza dan Andra yang masih tetap berada di balkon.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
[Bersambung....... ]