
Arjuna keluar ruangan sambil menggendong bayi mungilnya dan di sambut haru seluruh keluarganya.
"Cucu Oma" ucap Bunda Rose langsung berjalan mendekati Arjuna dan melihat cucu laki-laki nya begitu juga dengan yang lain nya.
"Arjuna bawa boy ke ruang bayi dulu ya bund"
"Sini biar Mama yang bawa Ar" ucap mama Maya mengambil gendongan boy.
"Makasih ma" ucap Arjuna memberikan anak nya pada mama mertuanya.
"Ayo mbak kita bawa boy ke ruang bayi" ucap Mama Maya dan dibalas anggukan oleh bunda Rose.
Arjuna menatap seluruh keluarganya dengan tersenyum kini rasa rindunya telah terobati.
"Anak ayah sudah jadi papi sekarang" ucap Ayah Deny menepuk pundak anak asuhnya.
"Selamat ya Ar kamu sudah jadi orang tua sekarang" kata Papa Firman memberi selamat.
"Makasih pa, selamat juga buat kalian semua" jawab Arjuna.
Setelah lima belas menit menunggu akhirnya Farza keluar dari ruang bersalin dan di pindah kan ke ruang rawat pasien,ruang VVIP yang sudah di sulap menjadi ruangan yang sangat indah dengan adanya balon-balon berwarna biru dan ucapan selamat atas kelahiran baby boy.Sore hari seluruh keluarga dan sahabat nya datang menjenguk Farza dan ingin melihat keponak'an mereka semua tentunya.
"Farza selamat ya atas kelahiran anak kamu, kita bahagia banget Zaa" ucap Bella dengan tersenyum bahagia begitu juga dengan yang lain
"Makasih ya kalian semua udah pada jengukin aku" ucap Farza yang sudah segar kembali.
"Mami anak nya minta cucu" ucap Arjuna yang tiba-tiba datang sambil menggendong baby boy.
"Kak Arjuna" Bella dan yang lain nya sangat terkejut kala melihat Arjuna yang tiba-tiba datang. Mereka pikir Arjuna tidak akan datang, mengingat seluruh akses informasinya yang tertutup dan sangat sulit untuk mencarinya.
Melihat suaminya yang masih berada di hadapan nya membuat Farza merasa bahagia.
#batin Farza#
Semoga kamu gak pergi lagi dari ku kak.
Arjuna memberikan Boy pada Farza, dan Farza pun mulai menyusuinya karena kebetulan ASI nya pun sudah keluar.
"Sakit gak Zaa..?" tanya Mira yang melihat Farza menyusui
"Enggak, cuma geli aja... Bell gimana udah isi belum" tanya Farza, sedangkan Bella hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Doain aja ya biar cepat nyusul" jawab Bella
#batin Bella#
Gimana mau hamil Zaa, sampai sekarang pun aku belum pernah di sentuh, aku gak mungkin bisa cerita sama kamu Zaa.
"Ngomong-ngomong namanya Boy siapa kak..?" tanya Audy yang memang belum tau nama lengkap si boy.
"ALVARO KALANDRA SANJAYA"
"Hemmm.... nama yang bagus, welcome baby Varo" ucap Audy memegang jari tangan Varo.
__ADS_1
Malam harinya setelah semua pulang ke rumah masing-masing kini hanya tinggal Arjuna yang tengah menyuapi istri nya.
"Udah yank aku udah kenyang" ucap Farza menolak suapan dari suaminya.
"Kok udah sih, tinggal dikit sayang, dua suapan lagi ya" ucap Arjuna dengan lembut dan akhirnya Farza pun menurutinya.
"Makasih ya kak kamu udah datang buat nemenin aku dan maaf karena dulu aku sudah membuatmu marah dan kecewa karena sikap ku yang masih kekanak-kanakan" ucap Farza yang kali ini berada di pelukan sang suami dengan menitikan air matanya. Setelah selesai makan Arjuna langsung naik ke atas brankar dan duduk di sebelah istrinya sambil memeluknya.
"Sssst.... jangan bicara seperti itu, ini udah jadi kewajiban aku Zaa, kan aku suami kamu"
"Apa kamu akan ninggalin kita lagi..?" tanya Farza mendongak menatap suaminya.
"Aku harus pergi lagi Zaa untuk menyelesaikan kuliah ku dan mengejar cita-cita ku"
"Cita-cita...?" ucap Farza membeo.
Arjuna melepas pelukan nya dan mulai menatap serius sang istri.
"Zaa setelah boy berumur setahun kamu harus janji akan menyelesaikan kuliah mu tanpa kendala apapun, aku mau kamu pindah jurusan dan ambil lah jurusan bisnis dan aku mau setelah kamu lulus kuliah bantulah bang Andra di perusahaan, apa kamu mau menuruti ku Zaa...?" tanya Arjuna dan Farza hanya bisa mengangguk, dalam pikiran nya dia bisa menebak bahwa suaminya akan pergi lagi meninggalkan nya.
"Apa besok kamu akan pergi lagi dari ku dan boy..?"
"Maafkan aku Zaa karena aku harus meninggalkan mu dan boy lagi, dan mungkin kali ini untuk waktu yang lama, tapi aku janji akan selalu memberi kabar untuk mu dan boy. Setiap tahun saat Rania dan Boy berulang tahun aku akan mengirim hadiah untuk mereka berdua"
"Lalu kapan kamu akan kembali kak..?" tanya Farza lagi
"Setelah kita sama-sama sukses, kamu janji ya harus merawat boy dengan baik"
"Lalu bagaimana aku akan menghubungimu kak jika akses informasi mu tertutup, lagian kamu mau kemana sih kak...?"
"Sendiri...?" Farza kembali menautkan kedua alisnya,penasaran tentunya.
"Emmm lebih tepatnya sama Dave dan Doni hanya mereka yang tau informasi ku dan ditambah lagi kamu, dan aku mau kamu tidak memberi tau mereka semua, pleace bantu aku ya Zaa, dukung aku juga" ucap Arjuna dengan menautkan kedua tangan di dadanya.
Farza hanya bisa tersenyum dan memegang kedua tangan suaminya.
"Aku akan selalu mendukung semua keputusan mu kak asal kamu tidak meninggalkan kita berdua dan janji selalu memberi kabar untuk kita dan untuk boy tentunya"
"Pasti.... tapi gak bisa tiap hari ya" ucapnya lagi sambil menoel hidung sang istri dengan tersenyum. Arjuna langsung memeluk sang istri, memberikan kehangatan sebelum mereka berpisah untuk waktu yang sangat lama, dan entah berapa lama.
"Kapan kakak akan pergi...?" tanya Farza lagi dan Arjuna malah tersenyum.
"Maunya kapan...?" tanya Arjuna menggoda.
"Maunya sih gak usah pergi, tetap di sini nemenin aku sama Boy"
"Ya gak bisa dong sayang kan kakak harus ngejar cita-cita kakak" ucap Arjuna yang kemudian berfikir sejenak.
"Setahun...? cukup gak buat nemenin mami sama Boy..?" tanya Arjuna, membuat Farza sedikit tersenyum.
"Iya deh gak papa dan setelah itu kita sama-sama berjuang untuk menyelesaikan kuliah kita dan mengejar cita-cita kita" jawab Farza dan langsung memeluk suaminya karena dia sangat dan sangat merindukannya.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1
Dan benar saja tepat di umur Boy dan Rania setahun Arjuna kembali meninggalkan anak, istri dan juga seluruh keluarganya. Bunda Rose yang sudah merawatnya hampir 20 tahun hanya bisa menangis melepas kepergian anak asuhnya.
"Bunda jangan nangis dong, kan kakak pergi untuk kuliah bunda" ucap Arjuna dengan memeluk Bunda Rose.
"Hiks kenapa kakak gak kuliah di sini aja hiks, kakak tega ninggalin Boy hiks" bunda Rose terus menangis di pelukan anak asuhnya.
"Bund biarin anak nya pergi, dia kan mau ngejar cita-citanya, kalau bunda larang ntar yang ada kuliahnya hak selesai-selesai" ucap ayah Deny yang juga menenangkan istrinya.
Hari ini adalah hari di mana Arjuna akan pergi meninggalkan keluarganya tanpa diantar.Dan hari ini seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah Arjuna hanya untuk memberikan dalam perpisahan.
"Sudah mbak biarkan Arjuna pergi kita harus mendukungnya agar suatu saat nanti bisa menjadi orang yang sukses dam membanggakan keluarga kita" ucap Mama Maya mengelus punggung kaka iparnya.
Dan dengan segala rayuan akhirnya Bunda Rose luluh juga dan melepas pelukan dari sang anak. Kini guliran Ayah Deny dan lain nya sama-sama memeluk Arjuna dan juga memberi pesan untuk Arjuna.
"Cepat kembali ya boy" ucap Ayah Deny sambil menghapus air di sudut matanya, walau bagaimana pun Ayah Deny juga seorang orang tua yang juga sebenarnya gak akan rela melepas anaknya meraih mimpinya sendiri, jauh dari anak dengan waktu yang cukup lama.
Setelah melepas pelukan dari semua keluarga kini Arjuna beralih mendekati anak dan istrinya yang justru malah tersenyum, dan boy yang asik dengan mobil-mobilanya. Arjuna kembali menggendong jagoan nya.
"Boy papi pamit ya, jangan nakal, jadi anak yang sholeh ya nak, nurut sama mami, oma, opa, nenek, kakek dan juga semuanya" ucap Arjuna sambil mencium seluruh wajah Varo.
"Pa----pi" ucap Varo terbata sambil menampar pipi Arjuna dengan tangan kecilnya, membuat Arjuna tersenyum dan tak kuasa menahan air matanya.Dan semua kejadian tersebut tak luput dari pandangan seluruh keluarganya.Mereka semua menangis haru kala melihat Varo dan Arjuna yang akan berpisah. Varo kecil yang parasnya sangat mirip dengan sang papi harus rela berpisah dengan waktu yang tak di tentukan.
"Aku pamit ya Zaa jaga anak kita dan kamu juga jaga kesehatan ya, tunggu aku kembali" Arjuna memeluk Farza dan Varo dengan erat sesekali meneteskan air matanya dan lalu menghapusnya kembali.
"Siap... " ucap Farza dengan tersenyum dan memberi hormat untuk mengurangi rasa sedihnya. Farza kembali mengambil Varo dari gendongan Arjuna.
"Papi hati-hati ya jangan lupa kabarin Varo" kata Farza dengan menirukan suara anak kecil. Arjuna mencium kening Farza serta menghapus air mata sang istri yang terus saja mengalir walau dengan tersenyum.
"Semua Juna pamit ya, titip Varo dan Farza" ucap Arjuna yang akhirnya berpamitan dan kemudian masuk ke dalam mobilnya tanpa menoleh sedikitpun.
"Hati-hati papi" Farza melambaikan tangan kecil Varo sambil terus menatap kepergian sang suami.
Dan setelah itu Farza kembali dengan aktivitasnya memulai kuliah dari awal lagi sesuai permintaan sang suami. Dan di setiap tahun nya di saat ulang tahun Rania dan Boy dan di tambah lagi ulang tahun Zahra anak dari Mirza dan Ratu, Arjuna akan selalu mengirim hadiah untuk mereka bertiga sampai di umur mereka yang sekarang ini.
Flasback off
.
.
.
.
.
.
. Bersambung....
. Maaf ya kalau banyak typonya..
. Semoga kalian suka...
__ADS_1
. Dan jangan lupa like, comentnya