MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Episode 75 s2 Panggilan tak terduga


__ADS_3

Farza menghapus air mata nya,sekarang bukan waktu nya untuk bersedih lagi,dia harus kuat demi Varo.Farza meraih ponselnya dan mencoba mengirim pesan untuk suaminya.


"Semoga saja pesan ku di baca" gumam Farza.Dia pun mulai mengetik pesan nya


💌 Papi Varo


[Papi.Varo kangen sama papi, kalau ada waktu hubungi mami ya...Love you 😘].


Setelah mengirim pesan Farza langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah lengket karena keringat.


Tok... tok... tok...


"Mami.....?" panggil Varo dari luar kamar maminya.


Dengan melipat tangan nya di dada Varo tetap menunggu maminya keluar.


Ceklek....


Pintu kamar terbuka, di lihatnya mami nya yang sudah cantik dan wangi.Farza menatap anak nya yang kini malah memanyunkan bibirnya.


"Anak mami kenapa cemberut sih.. ada apa hem...?" tanya Farza berjongkok.


"Mami lama" ucap Varo merajuk.


"Maaf ya sayang... ya sudah ayo kita berangkat" ajak Farza lalu menggandeng tangan anak nya. Mereka pun menuruni tangga bersama-sama.


Di bawah sudah ada keluarganya yang sedang berkumpul bersama dan Rania melihat Varo yang berjalan sambil merangkul tas nya di punggung.


"Boy mau ke mana..?" tanya Rania.


"Boy mau ke rumah nenek, kangen sama Livia" ucap Varo dengan santai nya.


"Ninggalin Rania..?" ucap Rania yang kini mulai bersedih ketika Boy akan pergi ke rumah nenek nya.


"Besok Boy sudah pulang Rania, jangan bersedih" Varo menghapus air mata Rania yang sudah menetes di pipinya.


"Janji.. " Rania mengajukan jari kelingking nya.


"Iya janji, sudah jangan cengeng, nanti Boy cium, mau..?" goda Varo,Rania langsung menutup mulut nya membuat Varo kembali tertawa.


"Dasar kamu ya, suka banget godain kakak nya" ucap Andra sambil mengacak rambut Varo dengan gemas.


"Anak jaman sekarang kenapa pada sok dewasa sih" kata Farza yang selalu memperhatikan cara bicara Varo dan Rania seperti orang dewasa.


"Terkadang ada yang di tiru Zaa, lagian kita semua juga ngajarin mereka kasih sayang sesama saudara bukan" jawab Andra


"Iya juga ya, ya sudah ayuk Boy kira berangkat, salim dulu sama yang lain nya"


"Oma, Opa Boy ke rumah nenek dulu ya, besok pagi Boy pulang" ucap Varo sambil mencium tangan kedua Bunda Rose dan Ayah Deny.


"Iya... Boy jangan nakal ya di sana" ucap Bunda Rose sambil mencium pipi cucu nya begitu juga dengan Ayah Deny.Kini Boy beralih mencium tangan Andra dan juga Gisel.


"Papa Boy ke rumah nenek dulu ya, jagain Mama Gisel, Rania sama Dede bayi"


"Hmmm... pinter banget tuyul kalau nyuruh orang" ucap Andra mengacak-acak ujung rambut ponakan nya tersebut.

__ADS_1


"Papa rambut Boy jadi berantakan tauk" ucap Boy dengan cemberut.


"Mas.... sudah dong jangan gangguin Boy terus, udah Boy berangkat gih sana mami sudah nungguin" ucap Gisel memarahi suaminya yang terus menggoda Varo.


"Varo sayang mama, muach" ucap Varo mencium pipi Gisel.


"Semuanya, kita pergi dulu ya Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


...🌷🌷🌷🌷🌷...


Farza melajukan mobil nya meninggalkan komplek perumahan nya. Menyetir mobil pribadi suami nya sendiri, membelah jalanan kota Jakarta.


"Boy... " panggil Farza menoleh sekilas pada anak nya yang tengah asik dengan ponsel mami nya.


"Hemm... " jawab Varo tanpa menoleh.


"Boy punya cita-cita gak..?" tanya Farza.


"Punya... " jawab Varo singkat.


"Apa...? "


"Ketemu papi" jawab nya lagi.


"Itu bukan cita-cita sayang, masak cita-cita ketemu papi"


"Ya karena Boy kangen sama Papi gak ada yang lain, sebentar lagi Boy berumur 6 tahun, bentar lagi Boy mulai masuk sekolah dasar, tapi sampai saat ini papi masih saja belum pulang, lama- lama Boy bosen harus nungguin papi pulang" ucap Boy sangat datar dan tanpa menatap Farza dan terus fokus pada game di ponsel Farza.


Farza yang mendengar penuturan anak nya hanya bisa diam tanpa bisa menjawab ungkapan anak nya. Dia sudah kehabisan akal lagi untuk menghibur anak nya. Selama lima tahun Boy memang selalu mendapat hadiah ulang tahun dari sang Papi, namun hanyalah hadiah dan sepucuk surat. Sekali pun Boy belum pernah mendengar suara papi nya.Bahkan Farza sudah sering kali mengirim pesan untuk suami nya agar mengabari nya tapi yang ada dia hanya mendapat kan surat dari suaminya yang entah berada di mana.


Tiba-tiba ponsel Farza berdering.


"Mi ada telfon masuk, tapi gak ada namanya" ucap Varo yang tak melihat nama penelfon nya. Entah firasat atau bukan, Farza merasa itu dari suaminya. Farza tersenyum menatap anak nya.


"Jawab dong, siapa tau papi" ucap Farza tanpa menoleh dan fokus menyetir.


Akhirnya Varo pun menjawab panggilan tersebut dan langsung mengaktifkan pengeras suaranya.


☎ Hallo, Assalamualaikum


☎ Waalaikumsalam anak papi..


...Tubuh Varo langsung menegang dan bergetar saat mendengar suara seseorang di seberang telfon....


☎ Pa---pi.... (ucap Varo dengan gugup)


☎ Anak papi kangen ya sama papi...?


...Varo hanya mengangguk tanpa bersuara karena kini dia mulai menangis. Farza yang melihat anak nya menangis hanya bisa mengelus kepala Varo....


☎ Kok diam..! gak kangen ya sama papi...?


☎ Ka-ngen,hiks...Varo kangen sama...hiks... pa-pi.

__ADS_1


☎ Boy yang sabar ya, sebentar lagi papi pulang, tapi Boy harus janji, Boy gak boleh nakal, Boy harus nurut sama mami dan yang lain nya, Boy mau kan sayang..


☎ Boy gak na-kal dan boy su-dah nu-rut sama semua nya... hiks... ta-pi papi gak pu-lang hiks...


Karena Varo yang terus menangis tanpa henti akhirnya Farza menepikan mobilnya dan langsung memeluk anak nya yang sedang sedih.


☎ Maafin papi ya sayang.... papi janji secepat nya papi akan pulang, tapi Boy jangan nangis dong... Boy mau kan nungguin papi.


☎ Varo gak mau nungguin papi, Varo benci sama papi....!!


Varo berteriak marah sehingga membuat Farza kaget. Farza merebut ponselnya di tangan Varo dan pura-pura mematikan sambungan telfon nya.


"VARO...!! mami gak pernah ngajarin Varo seperti itu, papi di sana kerja buat kita,buat masa depan Varo, kamu gak boleh ngomong seperti itu, kalau kamu benci sama papi,baiklah Mami akan suruh Papi biar gak pulang sekalian, biar Papi di sana untuk selamanya" ucap Farza dengan sedikit marah


"JANGAN...!!! Varo gak mau Papi di sana, Varo mau Papi pulang Mi, bilang sama Papi, Mi hiks... ayo Mi telfon Papi lagi hiks" ucap Varo memohon kepada Mami sambil menangis.


"Terlambat.... Mami udah mati'in telfon nya" ucap Farza dengan melipat tangan nya di dada.


"Hiks... hiks... hiks... maafin Varo, Pi, Varo janji akan nungguin Papi pulang, Varo gak akan marah lagi sama Papi hiks" Varo menunduk kan kepalanya dengan sedih.


☎ Janji....


Varo mendongak, menatap Mami nya yang sedang tersenyum sambil memperlihat kan ponsel nya dengan panggilan dari Papi nya yang masih berjalan. Varo langsung merebut kembali ponsel milik Mami nya.


☎ Papi... hallo Papi masih di situ kan.


☎ Iya... Papi masih di sini.


☎ Maafin Varo karena Varo udah bentak Papi dan marah sama Papi, Varo akan nungguin Pap.i pulang kok.


☎ Iya Papi janji akan pulang secepat nya, tapi Varo gak boleh sedih lagi ya, kan sebentar lagi mau kelas satu masak masih cengeng.


☎ Enggak... Varo gak akan cengeng lagi.


☎ Ya sudah sekarang Varo lagi di mana..?


☎ Varo lagi di jalan mau ke rumah nenek.


☎ Ya sudah Varo sama Mami hati-hati ya, Papi sayang kalian berdua I Love you.


☎ Varo juga sayang papi I love you too papi.


☎ Ya sudah papi tutup ya sayang, papi harus kembali kerja Assalamualaikum.


☎ Waalaikumsalam.


Varo dan Farza menjawab bersama-sama dan kemudian telfon pun terputus.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2