MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 89 s2


__ADS_3

"Boy......!?"


Suara seseorang yang amat sangat Varo kenali membuat nya langsung mendongak kan kepalanya, menatap layar ponsel yang kini berada tepat di depan nya.


"Kenapa sayang...?" tanya Farza mencoba menggoda anak laki-lakinya.


"Gak papa mi, mungkin cuma perasaan Varo saja" jawabnya dengan senyum paksa.


"Emang kenapa..? Varo tadi dengar suara siapa...?" tanya Farza lagi mencoba memancing Varo.


"Boy tadi dengar suara papi mi, tapi pas Boy lihat ternyata mami hehe" jawab Varo memaksakan senyum nya.


"Boy kangen ya sama papi...?"


Varo hanya diam tanpa menjawab pertanyaan mami nya. Dia langsung menunduk kan kepalanya, terdengar sedikit suara tangisan Varo yang membuat Farza tak tega karena harus menggoda anak nya.


"Sayang.... " panggi Farza.


"Hiks... hiks... Va-ro tu-tup ya Mi hiks" ucap Varo terbata.


"Lihat mami dong sayang" ucap Farza, sedangkan Varo hanya menggelengkan kepala nya sambil sesekali mengusap air matanya.


"Beneran gak mau lihat mami" tanya Farza di seberang sambil tersenyum namun tak dapat di lihat Varo dan sekali lagi Varo menggeleng, menolak perintah mami nya. Varo semakin sesenggukan sambil tetap menunduk kan kepalanya.


"Boy.... " kali ini Arjuna memanggil Varo, namun Varo malah menutup kedua telinganya sambil menunduk kan kepalanya.


"Mami matiin telfon nya" ucap Varo pelan tanpa mau melihat Farza.


"Kenapa sayang...? telinganya kenapa di tutup Varo, sini dong lihat mami sayang, katanya kangen sama papi" ucap Farza.


"Tapi papi gak ada" lirih Varo.


"Kata siapa...? makanya lihat mami dong" Farza semakin gemas melihat anak laki-lakinya yang sebentar lagi akan berumur 6 tahun itu.Mau tak mau Varo akhirnya melihat kembali layar ponselnya dan kali ini dia di buat terkejut dengan apa yang di lihatnya kali ini. Varo mencoba mengucek matanya, benarkah dengan apa yang di lihatnya sekarang.


"Boy... anak papi" sapa Arjuna tersenyum menatap Varo yang masih tidak percaya.


"Pa--pi.. " ucap Varo terbata "I-ni be-be-neran pa-pi" imbuhnya lagi kali ini sambil menangis


"Iya dong... ini papinya Boy, anak ganteng gak boleh nangis dong" kata Arjuna yang melihat anaknya sedang menangis. Dengan cepat Varo menghapus air matanya.


"Mami.... " panggil Varo mencoba memanggil maminya, karena dia takut ini hanya halusinasinya saja.


"Iya sayang, mami di sini" jawab Farza yang berada di sebelah Arjuna.


"Mi, ini beneran papi mi"


"Iya, ini papi nya Varo, senang gak...? ini kado dari mami buat Varo" kata Farza sambil tersenyum.


"Mami.. ini kado terindah buat Varo, makasih mami, Varo sayang mami" ucap Varo dengan tersenyum bahagia.


"Sama papi gak sayang....?"


"Sayang...! papi nanti pulang kan,gak ninggalin Boy lagi kan...?!"

__ADS_1


"Iya dong, kan papi sudah janji sama Boy, kalau papi pasti pulang, tapi ada satu permintaan papi, Boy mau ngabulin gak" ucap Arjuna.


"Mau pi mau" jawab cepat Varo.


"Boy diem ya jangan bilang siapa-siapa kalau papi telfon Boy, karena Papi mau buat kejutan buat semuanya"


"Asiap papi, boy bakalan tutup mulut" ucap Varo memberi hormat.


"Anak pintar"


"Tapi Boy juga punya satu permintaan sama Papi" ucap Boy semangat.


"Apa...?" tanya Arjuna.


"Boy minta adik ya pi, biar kayak Rania" ucap Varo yang langsung membuat Farza terkejut.


"Boy.... siapa yang ngajarin kayak gitu" ucap Farza menatap Varo dengan tajam, sedangkan Arjuna malah terkekeh.


"Kata papa,kalau Boy punya adik harus ada Mami sama Papi, la kan ini Mami sama Papi udah ada, ya jadi Boy minta adik" jawab Varo dengan polosnya, sehingga membuat Farza menepuk keningnya dan Arjuna malah tertawa terbahak.


"Papi kenapa tertawa...?" tanya Varo bingung.


"Gak papa sayang, ya sudah sekarang Boy istirahat dulu ya, sudah malam besok kamu kan sekolah" ucap Arjuna yang akan mengakhiri panggilan nya.


"Tapi kan Boy masih kangen papi" ucap Boy kembali sedih.


"Kan besok bisa telfon papi, katanya Boy mau punya adik" ucap Arjuna melirik Farza yang malah menatapnya dengan tajam, membuatnya ingin sekali menciumnya.


"Tapi bener ya besok papi telfon Boy lagi, gak bohong kan" tanya Varo.


"Oke.... " Varo memberi hormat " Ya sudah Varo tutup ya Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab Arjuna dan langsung mematikan panggilan nya dan meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Katanya mau buat kejutan, kok udah di kasih tau aja anak nya" tanya Farza.


"Aku gak tega Yank lihat Varo sedih, apa setiap hari dia begitu...?" tanya Arjuna kini dengan menatap maya Farza.


"Ya gak tiap hari juga sih, karena setiap hari dia mencoba menyibukkan dirinya"


"Maksudnya...?"


"Dia baru nanyain kamu kalau dia lagi kesepian, kalau dia lagi diam, capek,baru dia nanyain kamu" jawab Farza menjelaskan.


"Terus kamu jawab apa...?"


"Jawaban yang sama lah, papi nya kerja buat Varo" udah gitu aja, karena aku juga bingung mau jawab apa lagi, karena kan emang kamu lagi kerja" jawab Farza dengan tersenyum.


//Maafkan aku Zaa// batin Arjuna.


Arjuna membawa Farza dalam pelukan nya. Memeluknya erat dan sangat erat dengan sesekali mencium pucuk kepala sang pujaan hati.


"Makasih ya karena selama ini kamu mau bersabar untuk menungguku, mendukungku, merawat anak kita dengan ikhlas.Aku benar-benar bersyukur punya kamu Zaa, aku sayang kamu,sayang Varo selamanya"

__ADS_1


"Iya aku juga sayang kamu" jawabnya tersenyum.


"Emmmm.... ayuk kita bikin adik buat Varo" ucap Arjuna menyeringai, membuat mata Farza langsung melotot.


"Apaan sih, kenapa di anggap sih omongan anak kecil" jawab Farza dengan malu dan mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Ayolah Yank, aku udah kangen sama kamu, boleh ya, ya ya ya" ucap Arjuna manja.


"Ish apaan sih kamu, udah aku mau mandi" Farza mencoba mendorong pelan dada Arjuna namun dengan cepat Arjuna langsung membalik kan posisi mereka hingga saat ini Arjuna sudah berada di atas Farza.


"Kakak... lepasin aku mau ke bawah, anak-anak pasti udah nungguin kita" ucap Farza meronta.


"Mereka gak akan nungguin kita" jawab Arjuna sambil membela rambut Farza sehingga membuat Farza bergidik ngeri


//mam-pus gue, kenapa gue kesini pas gak datang bulan aja sih//ucap Farza dalam hati.


"Tapi ini sud---" ucapan Farza terpotong karena Arjuna sudah menutup mulutnya dengan bibirnya dan langsung melancarkan aksi panas nya. Menyalurkan hasratnya yang sudah 5 tahun ia pendam, begitupun dengan Farza yang sebenarnya juga merindukan sentuhan dari suami nya.


"Ahh.... " satu desahan yang selalu keluar dari mulut Farza, membuat Arjuna semakin bergairah dan terus melakukan aktivitas ranjangnya hingga menjelang sore.


Sedangkan di bawah, para penghuni mansion juga sudah berkumpul di ruang keluarga hanya untuk sekedar berbincang dan bercerita meski tidak ada Farza dan Arjuna di sana.Mereka juga cukup memaklumi pasangan yang sama sekali belum keluar kamar hingga menjelang malam karena memang hampir 5 tahun mereka tidak bertemu.


"Pa, papi sama aunty kok belum turun juga sih" tanya Daniel.


"Papi masih tidur Niel" jawab Doni


"Lama banget, sehari ini Niel belun ketemu papi" ucap Daniel sedih.


"Kan nanti juga ketemu sayang" kali ini Mira yang menjawab.


"Emang tiap hari mereka gimana sih kak, sampai segitunya Daniel ke Kak Juna" tanya Maya yang melihat Daniel seperti tidak mau pisah sama Arjuna.


"Daniel itu udah kayak anaknya Arjuna, tidur aja sama Arjuna, mana mau sama gue" jawab Doni.


"Seriusan...?" tanya Maya.


"Iya, soalnya kan gue juga sama sibuknya seperti Arjuna jadi gue minta gantiin dia jagain Daniel kalau pas gue sibuk dan gak bisa pulang atau pun pulang malam" jelas Doni.


"Pantesan ya, Daniel kayak nempel banget sama Kak Juna"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2