MALAM PANJANG

MALAM PANJANG
Eps 21


__ADS_3

Satu minggu berlalu, hari pertunangan Andra dan Gisel pun tiba. Sekarang semua keluarga sudah berkumpul di rooftop keluarga Arjuna yang sudah di sulap lagi menjadi tempat yang cocok untuk acara keluarga.



"Lo kok tempat nya jadi gini Jun" tanya Mirza yang tau tempat sebelum nya seperti apa.


"Iya bang, hari ini kan pertunangan Gisel dan bang Andra,jadi aku rubah tempat nya agak lebih hangat aja"


"Wah kamu jago juga ya mendecor tempat yang pas banget buat acara malam ini" ucap Pap Firman memuji Arjuna.


"Om bisa aja,Juna di nantuin anak-anak kok"


"Baiklah ayo kita mulai acara nya" Ayah Deny akhi nya memulai acara nya.


Andra mulai memasangkan cincin di jari manis Gisel, begitu juga dengan sebalik nya, Gisel juga memasang cincin di jari manis Andra. Arjuna yang berada di sebelah Farza menggenggam tangan nya,memberi kekuatan untuk nya.


"Yang kuat ya" ucap nya memberi kekuatan.


"Apaan sih" Farza memukul lengan Arjuna.


Meskipun tampak bahagia tapi Arjuna tau Farza sangatlah rapuh. Farza memang pandai menyembunyikan kesedihan nya , dia hanyalah manusia biasa, yang sewaktu-waktu bisa meluapkan kesedihan nya. Farza mendekati Gisel dengan tersenyum lalu memeluk nya.


"Selamat ya kak Gisel,akhirnya tinggal menunggu dua bulan lagi, kakak akan sah menjadi istri nya kak Andra" Farza berkata dengan senyum yang semanis mungkin.


"Makasih ya Farza, dan.... " Gisel menggantung kata-kata nya.


Farza yang mengetahui langsung menutup mulut Gisel dengan jari telunjuk nya "Sssst..... sudah jangan di ingat lagi ya, berbahagialah demi aku dan demi semua nya"


Farza beralih mendekati Andra , ingin sekali dia memeluk orang yang selama 2 tahun sudah singgah di hatinya, tapi dia urungkan mengingat Papa nya masih belun berbicara dengan nya.


"Boleh kakak memelukmu Zaa" ucapan Andra membuat Farza kaget. Dia bingung harus gimana di sisi lain dia ingin sekali memeluk nya dan disisi lain dia takut menyakiti Gisel dan yang lain nya. Tapi Gisel menggenggam tangan nya. Gisel sangat memahami saat ini Farzana pasti sangatlah rapuh.


"Tak apa Zaa, aku percaya sama kamu kok" ucap Gisel tersenyum.


Akhir nya Farza mengangguk, menerima pelukan dari sang mantan. Andra memeluk Farza , mencium aroma tubuh seseorang yang masih dia cintai.


"Makasih ya, semoga kamu juga bahagia nanti nya" ucap Andra masih memeluk nya


"Sama-sama kakak, selamat untukmu ya" jawab nya melonggarkan pelukan nya

__ADS_1


Walau hatinya sangatlah sakit tapi dia berusaha untuk tetap tersenyum. Setelah acara selesai mereka semua melanjutkan acaranya yaitu makan malam.


Hening..


Hening..


Hening..


"Emmm.... semuanya, besok Mirza dan Andra harus balik lagi ke Singapura" ucapan Mirzani membuat Gisel tersedak makanan nya.


"Uhuk... uhuk .." Andra memberikan minum.


"Kok mendadak banget kak" tanya Papa Firman.


"Iya Pa, kita harus menyelesaikan pekerjaan kita sebelum pernikahan Andra".


"Benar juga, lagian pernikahan kan masih 2 bulan lagi jadi masih ada waktu" Ayah Deny menimpali.


.


.


Setelah acara selesai semuanya pun pamit pulang, hanya Farza yang ingin tinggal lama di rumah Arjuna. Dia ingin menginap semalam untuk menenangkan hatinya yang sedang kacau.


"Siap tante" Jawab Arjuna memberi hormat.


Farza berdiri merasakan dingin nya malam dengan melipat tangan nya di dada. Menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan.


"Damai banget ya suasana nya, tapi sayang tak sedamai hati ku" ucapnya tersenyum sendiri.


"Ekhem... " Arjuna berdehem membuyarkan lamunan Farza.


Farza menoleh "Kak Juna".


"Apa masih sakit" tanya Arjuna.


"Hah.. " Farza menatapnya bingung "apanya yang sakit, aku kan gak sedang sakit" tambah nya lagi.


"Ini" Arjuna menunjuk dada Farza "apa ini masih sakit, apa butuh sandaran..?".

__ADS_1


Farzana tersenyum "sakit sih tapi sedikit kok, lambat laun juga hilang kok, bantu aku buat menghilangkan nya ya".


Arjuna menggenggam tangannya "Pasti, aku akan bantu kamu menghapus nama nya dan mengganti nya dengan nama ku"


"Terima kasih sudah mau menunggu" jawab Farza dengan menempelkan kepala nya di lengan Arjuna.


Arjuna tersenyum dia memeluk Farza, menempatkan kepalanya di dada bidang nya, menghujani nya dengan kecupan sayang.


"Aku sayang kamu Zaa, I love you Adisty"


.


.


.


Sinar matahari pagi menerpa seseorang yang tertidur pulas di dalam selimut tebal nya. Dan seseorang lagi sedang menunggu pujaan hati nya terbangun dari mimpi panjang nya. Semalam,Farza memang menginap di rumah Arjuna dan tidur di kamar Arjuna. Sedang kan Arjuna tidur di sofa.


Farza mengerjapkan mata nya ketika sang surya sudah mengenai mata nya. Perlahan dia membuka mata, mengumpulkan kesadaran nya setelah terbangun dari mimpi panjang nya. Dan dilihat nya seseorang yg sedang melihat nya dengan tersenyum.


"Pagi pacar" ucapan nya membuat Farza kaget dan langsung duduk.


"Ka-kamu kok di sini Kak" ucap nya terbata.


"La ini kan kamar ku, ya terserah aku lah mau ngapain saja" Arjuna mengedipkan sebelah mata nya.


Farza melihat kedalam selimut nya di lihatnya pakaian nya masih utuh, lalu dia menghembuskan nafas lega,entah apa yang ada dalam pikiran nya membuat Arjuna menyentil keningnya.


"Dasar omes..!!dah sana mandi, atau perlu aku mandi'in" ucap Arjuna menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya.


Farza langsung membuka selimut nya dan berlari menuju kamar mandi dengan menutup wajah nya karena malu.Malihat tingkah konyol Farza membuat Arjuna tertawa.


"Zaa.... Zaa... kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu sih" ucap nya lalu keluar dari kamar.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2