Marsha, Milik Bara

Marsha, Milik Bara
Mengikuti Marsha


__ADS_3

Rasa marah sudah memuncak di hati Bara, ia mendatangi apartemen Miranda keesokan harinya. Informasi yang ia dapatkan, jika wanita itu sering jalan dengan pria lain. Sesampainya di sana ia tidak menemuinya.


"Awas saja kalau aku ketemu denganmu!" geram Bara dalam hati.


Setelah dari apartemen Miranda, ia melanjutkan perjalanannya ke rumah orang tua istrinya. Begitu sampai, bukan mendapatkan sambutan hangat dari kedua mertuanya melainkan wajah jutek dan ketus.


"Siang, Pa, Ma," sapanya ramah di teras rumah mertuanya.


"Mau apa lagi kamu ke sini?" tanya Mira.


"Saya ingin bertemu dengan Marsha, Ma."


"Dia sedang beristirahat," ujar Mira.


"Ma, izinkan saya bertemu dengannya," pintanya.


"Tidak boleh, kamu sudah menyakiti putri kami. Untuk apa lagi menemuinya?" Candra kali ini bertanya.


"Saya mohon, Pa. Berikan kesempatan sekali lagi," pintanya.


Candra dan Mira saling berpandangan.


"Kesempatan itu yang bisa memberikannya hanya Marsha," ujar Mira.


"Tolong, pertemukan saya dengannya."


Mira pergi ke kamar putrinya, tak lama kemudian ia kembali bergabung dengan suami dan menantunya.

__ADS_1


"Maaf, Bara. Marsha tidak ingin bertemu denganmu," tutur Mira.


"Apa saya boleh menemuinya?"


"Lebih baik kamu pulang saja, biarkan dia dulu tenang. Dan kamu bisa introspeksi diri," jawab Candra.


"Baiklah, Pa." Bara meninggalkan kediaman mertuanya.


...***************...


Hampir seminggu, Marsha tidak tinggal serumah dengan Bara. Ada kerinduan di hatinya, saat berada di dapur dan meja makan.


Biasanya setiap pagi istrinya itu akan menyediakan sarapan walaupun dengan wajah sendu. Kesalahannya yang ia lakukan untuk melampiaskan rasa dendamnya berakhir penyesalan.


Bayangan istrinya mondar-mandir di hadapannya terlintas dipikirannya. Ya, seluruh pekerjaan rumah tangga ia serahkan pada wanita itu. Ia juga melarang Marsha bertemu dengan orang tua dan temannya. Bahkan, uang nafkah tak ia berikan. Semua kebutuhan, Bara yang mengaturnya.


Bara melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 7 pagi, biasanya dulu sebelum menikah istrinya akan mengantar kue ke beberapa toko dan warung.


Bara seorang diri mengikuti istrinya itu menggunakan mobil yang berbeda. Dengan mengatur jarak, ia dapat memantaunya tanpa harus ketahuan.


Ya, beberapa bulan yang lalu ia sempat membuat Marsha mengalami kesulitan. Bara dengan sengaja menyuruh seseorang menabrak motor yang dikendarai istrinya itu dan rusak.


Bara sampai tersenyum puas, saat wanita itu menuntun motornya ke bengkel.


Marsha tiba di toko pertama, membawa satu wadah kue. "Bu, ini pesanan kuenya ada enam puluh buah," ujarnya.


"Hei, Nak Marsha. Apa kabar? Bukankah kamu sudah menikah?"

__ADS_1


"Lagi berlibur tempat orang tua,". jawabnya.


"Oh, begitu ya." Wanita paruh baya tersenyum.


-


Marsha melanjutkan pengantaran ke toko dan warung selanjutnya. Cuaca sangat cerah, matahari mulai tinggi. Keringatnya mulai bercucuran, ia menghapusnya dengan sapu tangan ia ambil dari tas kecil miliknya.


Bara yang melihatnya rasanya ingin turun dan menghapusnya. Tapi apalah daya, ia belum berani mendekati istrinya itu sebelum membuktikan yang sebenarnya.


Saat di toko terakhir, seorang pria menghampiri Marsha. Ia turun dari mobilnya dan menyapa. "Aku pikir tidak bisa bertemu denganmu lagi," ujarnya.


"Tuan Mark, kenapa di sini?"


"Kebetulan aku lewat dan melihatmu," jawabnya.


"Oh."


"Kenapa kamu mengantar kue lagi? Di mana suamimu?" tanyanya.


"Suamiku sedang bekerja, aku lagi liburan di rumah orang tua. Kangen mereka," jawab Marsha berbohong.


"Begitu, ya. Ya, sudah aku duluan mau ke toko," ucap Mark. "Titip salam pada orang tuamu," lanjutnya.


"Nanti akan ku sampaikan, titip salam juga buat teman-teman di sana," ujar Marsha.


"Baiklah, aku akan sampaikan. Sampai jumpa," Mark melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Sampai jumpa juga," Marsha tersenyum.


Ada rasa cemburu dan marah saat istrinya tersenyum pada orang lain. Bara mengepalkan tangannya, menatap geram. "Bisa-bisanya dia melakukan itu kepada pria lain," gerutunya.


__ADS_2