
"Udin melirik tangan gadis muda yang ada disebelahnya, nampak sosok berjubah hitam masih berdiri didekatnya, angka yang terdapat ditangan gadis itu berubah kembali.
...*00:00:02*...
"Tiba-tiba gadis itu mengalami kejang-kejang, tubuhnya mengeliat tidak karuan, dengan kedua mata terbuka lebar, mulut mengeluarkan busa, gadis itu sangat menderita, ingin berteriak namun tidak bisa, dia hanya mampu mengeluarkan suara mengerang-ngerang saja.
"Udin menjadi panik dia berdiri cemas, dengan kedua tangannya dia mencoba menolong gadis itu, namun dia tidak tahu harus melakukan apa, penumpang lain yang melihat gadis muda kejang-kejang, segera membantu Udin yang berusaha menolong gadis itu, namun nyawanya sudah tidak bisa ditolong lagi.
"Penumpang lain menjadi ikut panik, melihat gadis muda itu sudah tidak bernyawa, Udin yang memegangi gadis itu, melihat sebuah tangan menggenggam bahu gadis muda yang sudah meninggal itu, ternyata itu tangan sijubah hitam yang selalu berada didekat gadis muda itu, Udin tertunduk tidak berani menatapnya, terlihat angka ditangan gadis itu berubah lagi.
...*00:00:00*...
Apa maksudnya ini, mereka meninggal setelah angka menjadi nol. " ucap Udin sambil menghadap kebawah, berpura-pura tidak melihat sijubah hitam.
"Udin sedikit melirik keatas, dia melihat tangan sijubah hitam sedang menarik roh gadis muda itu, berlahan roh gadis itu keluar meninggalkan jasadnya, Udin melepaskan pegangannya dari tubuh gadis itu, dengan lemas dia bersandar dikursi penumpang.
Apa-apaan mata ini? kenapa gua bisa melihat kematian seseorang. "Merintih keluh dalam hatinya, tidak menerima kenyataan yang ada.
"Kepanikan penumpang membuat sopir bus, menghentikan laju jalannya tepat didekat kantor polisi, kernet bus segera turun melapor kepada polisi setempat, mendengar laporan sang kernet bus, polisi datang menghampiri jasad gadis muda itu, polisi meminta keterangan dari Udin, yang saat itu sangat depresi dengan penglihatannya.
"Seorang polisi datang menghampiri Udin, dengan sedikit membungku sambil memberi hormat.
__ADS_1
Selamat pagi pak, maaf mengganggu bisa ikut kekantor, kami ingin meminta keterangan dari bapak. "ucap polisi dengan senyum santai, melihat sikap Udin saja, polisi itu sudah tahu kalau Udin mengetahui sesuatu.
"Berlahan Udin beranjak dari tempat duduk dengan membawa barang-barangnya, sesampai dikantor polisi Udin menceritakan kejadian yang dia alami, terlihat wajah pucatnya dengan tubuh bergemetar, polisi terdiam seakan-akan Udin sedang mengarang cerita.
Saya tidak berbohong pak, kalau tidak percaya dalam waktu 45:03 pemuda yang sedang minum kopi itu akan meninggal. "ucap Udin lemas sambil menunjuk kearah pemuda yang nampaknya segar bugar.
"Dengan ucapan Udin yang tidak masuk akan, polisi menyuruh Udin melanjutkan perjalanannya kembali, Udin segera mencari kendaraan lain, karna bus yang dia naiki sudah berangkat dari tadi, tidak lama kemudian polisi yang menyapa Udin didalam bus, datang menghampirinya dan menawarkan tumpangan kepadanya.
Bapak Udin mau pulang kemana? ucap polisi dengan senyuman sambil menaiki motornya.
Hmmm... anu pak, saye mau ketangerang! ucap Udin dengan sedikit gagap.
Sama dong! saya juga mau ketangerang, bagaimana kalau kita bareng aja? "ucap polisi sambil menjentikan jarinya.
Pangil saja saya Anton, gak usa pangil bapak memangnya saya setua itu "ucap polisi dengan candaan, biar Udin tidak tegang berbicara dengannya.
iya, nak Anton. " ucap Udin memberanikan diri, walau dihati masih canggung.
"Setelah menawarkan tumpangan, polisi itu segera menghidupkan mesin motornya, bergegas pergi menujuh kota tangerang dengan kecepatan 80km/jam, dalam waktu 30menit mereka telah sampai dikota tangerang.
Berhenti disini saja nak, Anton itu rumah saya, ayo silahkan mampir. " ucap Udin menawarkan dengan senyuman.
__ADS_1
Maaf pak Udin saya lagi buru-buru, lain kali aja saya pasti mampir kerumah pak, Udin. "ucap polisi dengan kedua tangan diatas memohon.
"Akhirnya polisi itu pergi meninggalkan Udin, dengan cepat Udin segera menuju rumahnya.
...*Tok... tok...tok*...
...*ASSALAMUA,ALAIKUM*...
Wa,alaikum salam, eh abang dah pulang silakan masuk bang. "ucap Siti menyambut sang suami tercinta, yang pulang membawa uang.
Anak-anak pada kemana ti?. "sambil membuka tali sepatunya.
"Di tengah percakapan mereka, seseorang berteriak-teriak didepan pintu mereka.
...*SITI*...
...*Tok... tok... tok*...
"Siti membuka pintu dengan wajah emosi, tiba-tiba dia menjerit histeri, melihat putri tercintanya digendong tak berdaya di hadapannya, keadaanya sungguh kritis.
Apa yang akan terjadi dengan putri Udin selanjutnya?..
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!...