MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
TAKDIR


__ADS_3

...Pukul 12:00WIB...


"Bel berbunyi tanda berakhirnya sekolah telah usai, para siswa mulai beranjak meninggalkan kelas masing-masing, terlihat Fitri berjalan santai melewati gerbang, langkahnya terhenti dengan pandangan tertujuh kearah pintu gerbang.


Duh, abang lagi ngapain sih? kok lama amat keluarnya. "ucap Fitri yang berdiri dibawah pohon asem, dengan kedua tangannya didepan sambil memegang sebuah tas.


"saat menunggu kakaknya, Fitri dihampiri seorang pemuda yang berpakaia seperti maskot, pria itu menghibur Fitri yang sedang menunggu kakaknya, dengan memakai kostum beruang pria itu memberika sebuah bunga kepada Fitri.


Ini untukmu. "senyum sipria maskot, sambil memberi bunga mawar.


kenalkan aku Andre. "ucap pria maskot denga kostum yang telah dilepaskannya, sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.


"Fitri terkejut melihat telapak tangan sipria maskot terdapat angka kematian, yang menunjukan.


...00:40:50...


Hai, kamu akan mati dalam waktu 40:50detik. "ucap Fitri dengan menatap wajah sipria maskot, yang masih dalam keadaan tersenyum.


Ha..ha..ha.. gitu yah, jadi kamu peramal? biar sekali itu benar, aku sudah siap menghadapi kematianku sendiri. "ucapan yang terasa hambar dari mulut sipria maskot.

__ADS_1


"Setelah itu, sipria maskot pergi melanjutkan pekerjaannya menyebar selembaran dipingir jalan, Fitri bertekat menyelamatkannya dengan mengikuti kegiatan sipria maskot tersebut.


"waktu berjalan sudah sekitar 30menit, Fitri yang memperhatikan pergerakan sipria maskot, dari balik semak-semak melihat sijubah hitam turun dari langit, menghampiri sipria maskot itu.


"waktu sudah berjalan sekitar 7menit, Fitri yang besembunyi mulai mergerak maju mendekati sipria maskot yang berada dipingir jalan, sambil memberi selembaran kertas kepada pengendara, disaat bersamaan seorang laki-laki berlari menabraknya sehingga kertas selembarannya jatuh berhamburan.


Pak, hati-hati kalo berlari. "ucap pria maskot sambil mengumpulkan kertas selembarannya.


"Dari jalur kiri sebuah mobil berjenis truck pengangkut sapi, terlihat melaju cepat dalam keadaan tidak terkendali, sontak sipria maskot berteriak melihat sebuah truck melaju cepat kearahnya, disaat bersamaan sebuah tangan menarik tubuh sipria maskot kebahu jalan.


Syukurlah aku masih sempat menarikmu. "ucap Fitri dengan keadaan terduduk dibahu jalan, dengan napas terengah-engah.


kamu sigadis peramal tadi yah, jangan-jangan kamu mengikuti aku terus yah? tapi aku berterimakasih sudah menyelamatkanku. "ucap sipria maskot sambil membuka kostum beruangnya.


...00:00:39...


"terdengar suara tembakan yang cukup dekat, dengan cepat sebuah peluruh bersarang dikepala sipria maskot, Fitri berteriak keras sambil kedua tanganya menutupi kepalanya.


"peluru tersebut berasal dari tembakan seorang polisi yang mengejar seorang pembunuh, saat polisi melepaskan tembakan kearah pembunuh yang sedang berlari, disaat itu juga sipria maskot berdiri menutupi arah peluru, yang seharusnya mengenai sipembunuh, dalam inseden tersebut, Fitri merasa tidak bisa menyelamatkan sipria maskot, dengan keadaan tubuh lemas, dia berjalan sambil melamun memikirkan tindakkanya, disaat itu Takim datang menghampirinya.

__ADS_1


Fit, kamu kenapa? "ucap Takim dengan memegang bahu Fitri, yang terlihat kacau.


"Fitri berlahan menatap Takim, tiba-tiba dia memeluk Takim, dan menangis sebisanya, Takim yang melihat adiknya menangis, mencoba menenangkannya, sambil mengusap rambutnya.


coba ceritakan dengan abang, apa yang terjadi. "ucap Takim dengan nada lembut, sambil mengajaknya duduk dibawah pohon.


"Fitri menceritakan semua kejadian yang dia alami, bersama pria maskot tersebut.


Oh, begitu! Fit, kamu ingat apa yang dikatakan almarhum bapak tentang kematian. "tanya Takim menatap kearah adiknya, sambil memegang kepalanya.


iya, bang! aku ingat. "ucap Fitri sambil mengusap air mata.


walaupun kamu bisa tau, kematian seseorang, kamu tidak akan bisa membantunya, jadi mulai sekarang biarkan saja, jangan melawan kehendak tuhan, cukup kamu yang tahu saja. " ucap Takim sambil memberikan sebuah baju baru untuk adiknya tersayang.


Wah ini buat aku bang? bagus banget, terimakasih abang. "ucap Fitri yang senang, sambil memeluk kakaknya.


"terlihat wajah Takim memerah malu, ketika Fitri memeluk erat tubuhnya terasa ada yang mengganjal, terlintas dipikiran Takim yang penuh dengan hayalan-hayalan tingkat tinggi, tanpa sadar ada yang memperhatikan mereka sejak tadi.


wah, adikku ternyata sudah tumbuh besar, yah! "ucap Takim dalam hati, dengan menikmati pelukan dari adik kecilnya yang lucu, kini berubah menjadi gadis yang cantik.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?...


"BERSAMBUNG!!!...


__ADS_2