MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
PERTEMUAN DENGAN AYAH


__ADS_3

...Didunia manusia......


"nampak terlihat seorang wanita berumur 35 tahun sedang menjemur pakai, yang sebenarnya pakaian tersebut bukalah pakaiannya, setelah ditinggal oleh kedua anak-anaknya, Siti bekerja sebagai pencuci pakaian disebuah keluarga yang sehariannya selalu disibukkan dengan pekerjaannya. Siti nampak begitu letih dengan wajah cape dia mengusap keringat yang keluar dari keningnya. Siti menjalani kehidupan tanpa putra dan putrinya, setiap hari dia selalu memikirkan keadaan mereka, yang sampai sekarang masih belum mendapatkan kabar tentang mereka.


"Takim... Fitri... dimana Kalian Nak? Ibu sangat merindukan Kalian... Cepat pulang Nak. "jeritan sang Ibu yang telah lama ditinggalkan kedua Anaknya, dengan cucuran air mata. yang mengalir deras.


"Siti merasa sangat mengantuk sekali, sebentar dia bersandar disebuah pohon yang tidak jauh dari tempat dia berjemur pakaian, tiupan angin dan sejuknya udara membuat dia semakin mengantuk.


...Bermimpi.......


Dimana ini? kenapa Aku ada disini?. "gumam Siti yang didalam mimpi, yang terheran dengan suasana tanpa ada satu bendapun.


"Siti melihat sosok gadis dihadapannya, sedang membelakanginya, Rasa penasaran Siti memaksa dia harus mendekati gadis tersebut, berlahan Siti berjalan menuju gadis itu, dengan menjulurkan tangan kedepan yang ingin segera mengapainya. belum sempat menyentuhnya muncul sosok orang berjubah hitam yang membawa sebilah sabit, Siti terkejut dan menutup mulut dengan kedua tangannya.


Apa ini?... siapa gadis itu? dan siap sosok hitam itu?... "mata yang memandang kearah depan, dengan hati penuh dengan pertanyaan dan rasa penasaran, Siti mencoba berbicara kepada mereka, namun dia tidak mampu mengeluarkan suaranya.


kenapa, dengan suaraku? kenapa Aku tidak bisa bicara?. "seru Siti dalam hati, dengan mencoba mengeluarkan suaranya.


"Disaat Siti sibuk dengan suaranya, Gadis tersebut mulai berbalik arah, kedua mata Siti meralalat terkejut melihat gadis dihadapannya adalah Fitri anak perempuannya, yang hilang belum kembali, rasa senang nampak diwajah Siti, dengan menjulurkan kedua tangan kedepan, berharap segera memeluk putri tersayangnya. namun tanpa disadari kedua kaki Siti terikat sebuah rantai besi, membuat dia tidak dapat menghampirinya, dengan wajah sedih karena tidak dapat memeluk putrinya. Siti hanya bisa terduduk menangis sedih. tiba-tiba dalam kesedihan Siti mendengar ucapan Fitri yang begitu menyayat hati.


Ibu, maafkan Fitri, yang belum bisa melakukan apa-apa untuk Ibu, jaga Abang Takim Bu. "ucap Fitri dengan senyum diwajahnya.


"sejenak Siti mengingat kata-kata Alm.Suaminya, ucapan Fitri tidak jauh berbeda dengan ucapan terakhir Alm.Suaminya. disaat bersamaan sosok berjubah hitam mengayunkan sabitnya ketubuh Fitri, Siti yang melihat Anaknya akan terbunuh berteriak sekeras mungkin.


...TIDAKKKK.......

__ADS_1


"teriakan Siti membuat dia terbangun dari tidurnya, hatinya menjadi sangat gelisa mengingat mimpi yang barusan dia alami, Siti bergegas masuk kedalam rumah, tiba-tiba poto bersama kedua anaknya terjatuh begitu saja. hatinya semakin gelisa dengan cepat Siti mengambil air wudhu, dan bergegas melakuan sholat Istiqora, memohon petunjuk kepada yang maha kuasa, setelah melakukan Sholat sunah Istiqora, Siti mulai berdo,a dalam Zikir, dengan sebuah tasbih ditangannya, sebuah cahaya putih mengelilingi tubuhnya dikala sedang berzikir.


...Dunia Siluman.......


"Fitri mendapatkan serangan yang begitu kuat, kesadarannya mulai menghilang, telinganya sudah tidak bisa mendengar suara apapun juga, tubuhnya berlahan kembali kewujud manusianya, Takim yang melihat Adiknya terkena serangan Ifrit, mencoba menghampirinya, namun tubuhnya menolak perintahnya, Takim sudah tidak punya tenaga lagi jangankan untuk menyelamatkan Adiknya, untuk bergerak saja Takim tidak mampu.


FITRI......" teriak Takim kepada Adiknya, yang dalam bahaya, ketidak mampuaannya membuat Takim berteriak histeris.


"Didalam ledakan tubuh Fitri terasa hambar, disaat bersamaan muncullah sosok berjubah hitam yang membawa Sabit, terlihat ditelapak tangan Fitri nampak sebuah Angka.


...00:03:35...


Sudah waktunya Kau ikut Aku Manusia, Aku akan mempercepat pencabutan nyawamu. "ujar sosok berjubah hitam, sambil mengayunkan Sabitnya.


"Disaat bersamaan sebuah cahaya putih muncul dari lubang dimensi yang terbuka, akibat benturan kekuatan Takim dan Ifrit, berlahan cahaya itu menghampiri sosok berjubah hitam, yang semakin lama menjadi sosok manusia laki-laki, dengan berpakaia serba putih.


memang benar Aku sudah memperpanjang umurnya, tapi dia telah mengambil jalan yang salah, sehingga memperpendek umurnya sendiri. "Saut sosok berjubah hitam kepada Udin.


Gadis ini sedang bertarung untuk menyelamatkan seluruh mahluk didunia ini, maupun dunia sana, apa menolong sebuah mahluk bisa dibilang kesalahan? Gadis ini, diciptakan mempunyai perasaan sudah sewajarnya dia menyelamatkan mahluk yang membutuhkan pertolongan. "saut Udin yang terus meminta pertimbangan kepada Sosok berjubah hitam itu.


Baiklah Aku ada sebuah pilihan, dan nyawanya tergantung dengan pilihannya nanti."ucap sosok bejubah hitam.


"Udin segera menyembuhkan Fitri, berlahan Fitri membuka kedua matanya, dengan pandangan masih samar-samar, nampak sosok lelaki dihadapannya yang perawakannya seperti Ayahnya.


Kamu sudah sadar Putriku...

__ADS_1


Suara ini?. "gumam Fitri yang mengenal dengan suara lelaki itu, air matanya keluar dengan sendirinya.


"dalam keadaan senang bercampur sedih, Fitri menangis sekeras mungkin dipelukan Ayahnya. pelukan Fitri semakin mengerat, seraya tidak ingin melepaskan dekapannya.


Bapak Fitri udah gak sanggup lagi, ngejalanin hidup ini, Fitri ingin ikut Bapak saja, Fitri kangen Bapak. "ucap isak tangis Fitri didekapan Ayahnya, yang telah lama meninggalkan dunia.


sekarang Kamu sudah besar ya, Anakku. bagaimana kabar Ibu dan Abangmu?. "saut Udin yang merubah topik pembicaraan.


Ibu baik Pak, Haaa, Abang... Fitri harus menolong Abang Takim Pak, dia dalam bahaya. "ujar Fitri yang baru mengingat keadaan Kakaknya saat ini.


Bagus selamatkanlah Abangmu, tapi telebih dahulu Kamu harus memilih salah satu dari benda ini. "titah Udin yang mengarahkan Fitri kesebuah benda, yang dipegang oleh sosok berjubah hitam.


"Fitri terkejut dengan adanya sosok yang selama ini dilihatnnya, dengan sedikit dorongan dari Ayahnya Fitri tidak memilih kedua benda tersebut.


hai, manusia kenapa Kau tidak memilih salah satu dari Emas ini? jawab!!....


maafkan Saya sosok berjubah hitam, saya tidak ingin menjadi sombong jika memilih emas yang ditangan kanan Anda, dan Saya juga tidak ingin merasa ketidak puasan jika harus memilih emas ditangan kiri Anda. "saut Fitri dengan sikap tegap.


Baiklah Kau lulus... "ucap sosok berjubah hitam, dengan meninggalkan tempat itu.


Fit, sebelum Bapak pergi, Bapak akan memberikan sesuatu kepadamu. "ucap Udin yang terakhir kali, sambil membelai rambut putrinya.


"Udin memberikan mata kirinya kepada Fitri, sebuah cahaya keluar dari mata kiri Udin, dan masuk kemata kiri Fitri, kini Fitri mempunyai 2 pasang mata Angel, Udin memeluk tubuh putrinya yang terakhir kali, tubuhnya mulai memudar.


...Terima kasih Bapak.......

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?....


"BERSAMBUNG!!!.....


__ADS_2