MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
10000 PASUKAN IBLIS


__ADS_3

"Maaf Baginda Ratu, tolonga jawab pertanyaan hamba, dimana Raja Alexo sekarang? "tanya Sintia masih dalam tunduk dibawah kaki Sang Ratu.


Sebelum Aku menjawab pertanyaanmu. banggunlah sekarang Aku bukan Ratu lagi, Aku hanya siluman biasa sama seperti penduduk disini. "ucap Ratri dengan mengepal tangannya.


"berlahan Sintia beranjak berdiri sesuai perintah Ratri, disaat bersamaan Ratri menceritakan kembali kisahnya kepada Sintia. mendengar cerita Ratri amarahnya mengebu-gebu, rasa panas didalam tubuhnya seakan-akan mengolakan seluruh peredaran darahnya, raut wajah kebencian ditunjukan oleh Sintia, ingin rasanya segera menghabisi Raja Baron secepat mungkin.


Maafkan Hamba Baginda Ratu, sebagai rakyatmu Hamba tidak mengetahui kekejian Baron, kepada keluarga kerajaan siluman, Hamba akan membalaskan dendam Raja Alexo. "Ucap Sintia, dengan rasa kebencian yang besar, dan berniat ingin membunuh Raja Baron.


"kebencian Sintia membuatnya tidak berpikir jernih, Sintia berpamitan dengan Ratri, bergegas menyerang Raja Baron sendirian, berlahan dia membalikan badannya, berjalan maju menujuh Istana kerajaan. tidak lama kemudian Takim dengan wujud Siluman Ayam, menghadang langkah kaki Sintia.


Mau apa Kau siluman Ayam? minggir jangan menghalangi jalanku, atau Aku tidak akan segan-segan bertindak kasar padamu. "ujar Sintia dengan energi dikepelan tangannya.


Kau pikir, Kau bisa menjatuhkan Raja Baron semudah itu? Kau itu sangat lemah, jangan pikir dengan kekuatan seperti itu, Kau dapat mengalahkan Raja Baron!. "ujat Takim dengan jempol yang mengarah kebawah.


"nampaknya Sintia mengerti dengan ujatan Takim, Sintia melesat menyerang Takim, serangan Sintia mampuh dipatahkan Takim, kesal dengan pukulan yang tidak dapat mengenai tubuh Takim, Sintia mengeluarkan kekuatan penuhnya, Aura Putih menyelimuti tubuhnya, kekuatannya menjadi 10x lipat.


Kau benar-benar membuatku marah Siluman Ayam, akan Aku akhiri Kau disini. "gumam Sintia yang mendekat kearah Takim, dengan pedang petir ditangannya.


"dengan sikap tegap Takim mengeluarkan uap dari tubuhnya, yang berlahan berubah menjadi Aura merah, disaat bersamaan tanah yang menjadi pijakan Takim, amblas seluruh serpirhan melayang keudara, Sintia yang menyadari kekuatan yang mengerikan, menghentikan serangannya.


Sial Aku tidak mungkin mengalahlan siluman Ayam ini, perbedaan kekuatan Kami sungguh sangat jauh, siapa siluman Ayam ini, kekuatanya sama dengan siluman Babi. "gumam Sintia yang dengan tatapan kesal tidak berdaya.


Sekarang Kamu mengertikan, tenang saja Kami sedang menyusun rencana, tapi bukan untuk saat ini. "ujar Ratri, dengan menepuk pundak Sintia.

__ADS_1


"Takim segera menghilangkan Aura merahnya, berlahan datang menghampiri Sintia, yang dalam keadaan terdiam menatap kearah Takim.


kalau Kau ingin balas dendam kematian Raja Alexo bergabunglah dengan Kami, kita akan menghadapi Raja Baron bersama-sama. "bujuk Takim dengan senyum siluman Ayamnya.


"mendengar ucapan Takim yang berwujud siluman Ayam, perasaan Sintia mulai sedikit tenang dengan menatap wajah Ayam Takim.


Perkanalkan namaku Takim, ini Adikku Fitri, dan ini Tari rekan seperjuanganku, Kami sudah membuat kesepakatan dengan siluman Elang, yang Kau sebut Baginda Ratu. "ujar Takim memperkenalkan rekan teamnya, dan menyatakan koalisinya bersama Ratri.


Hai, siluman Ayam berani sekali Kau memanggil Baginda Ratu siluman Elang, mau Aku hajar Kau!!. " ucap Sintia yang sedikit jengkel dengan ucapan Takim.


Bagi penduduk kerajaan, siluman Elang, ups. maksudku Baginda Ratu, sudah dianggap telah tewas, jika para penduduk mengetahui Baginda Ratu, masih hidup maka, akan membuat gempar kerajaan siluman, dan itu akan membuat Baron mengingkari janjinya. "penjelasan Takim dengan masuk akal.


"sejenak Sintia memikirkan perkataan Takim yang berwujud siluman Ayam, Ratri mengajak mereka masuk kedalam rumahnya untuk membuat rencana penyerangan terhadapa Raja Baron.


"semua terdiam memikirkan rencana yang akan dijalankan, setelah beberapa saat kemudian Takim menemukan suatu rencana, yang terinspirasi dari sebuah cerita film didunianya.


Baiklah rencananya Kali ini. Sintia akan kembali kedalam kerajaan usahakan Kau menyebarkan kebangkitan Angel, Kau akan muncul dengan keadaan terluka parah, yang diakibatkan kekuatan Angel, itu akan membuat seluruh kerajaan menjadi panik, Aku akan mencari Iblis yang telah melarikan diri dari penjara, Fitri dan Tari akan berbaur dengan penduduk kerajaan, usahakan cari informasi tentang sosok misterius itu. "ucap siasat Takim dalam rapat tersebut.


apa kalian sanggup?....


iya, Kami sanggup. "saut mereka bersama-sama.


Rencana ini butuh persiapan, kita akan melakukan operasi ini, dalam beberapa hari kedepan, dan kalau bisa cari teman yang bisa diajak bergabung, atau sekutu untuk memperkuat kekuatan kita. "gumam Takim dalam rencana ini.

__ADS_1


"mereka mempersiapkan diri untuk menjalankan rencananya, sebenarnya hanya dengan Takim seorang saja mampu menghabisi Raja Baron, namun sosok dibalik Raja Baron yang membuat Takim harus bersiasat Karna kekuatan seperti apa yang akan dia keluarkan, Takim pergi memasuki hutan terlarang sendiri, mengingat cerita Ratri, para tahanan berlari ketengah hutan terlarang.


untuk menjalankan rencana ini, Aku harus menemukan Iblis-iblis itu. "gumam Takim sambil mengintai.


"setelah jauh masuk kedalam hutan yang belum pernah dijajaki siluman manapun, kedua mata Takim meralalat terkejut melihat sebuah kastil didalam hutan, dalam keadan mengintai dibalik batu besar, segerombolan Iblis keluar dari Kastil dengan membawa senjata, ditanggannya, Takim mendengar seruan dari arah belang Kastil, berlahan Takim mendekati Seruan tersebut. kedua mata Takim meralalat kembali, melihat sebuah pasukan besar Iblis, dengan posisi Kastil dibawah permukaan tanah, membuat Takim lebih jelas melihat pasukan besar itu. mungkin saja ribuan bahkan puluhan ribu, jumblah pasukan dengan masing-masing mempunyai kekuatan Iblis, telah mengancam kerajaan Siluman.


apa maksudnya ini?. bukannya para Iblis telah dimusnakan? bahkan kalau ada yang selamat tidak akan sebanyak ini. "gumam Takim dengan wajah panik.


"dari kejauhan Takim melihat sosok berjubah hitam dengan sebuah topeng, muncul dari dalam gua, berlahan sosok itu membuka topengnya, nampak sebuah pasang mata hitam dengan pupil bewarna biru, kedua telinga lancip bagaikan Elf. rambut bewarna merah, berdiri dihadapan puluhan ribu pasukan Iblis, Takim merasa sebuah kekuatan yang amat besar dari dirinya.


Aku tidak boleh gegabah mengambil tindakan, salah sedikit saja, maka akan fatal akibatnya. "gumam Takim dengan berlahan menjauh dari tempat itu.


"merasa sudah sangat jauh, Takim mulai berlari secepat mungkin tanpa menghiraukan apapun,, dengan napas tersengah-sengah Takim terus berlari hinggah tiba didepan pintu pemungkiman, seluruh penduduk melihat kearah Takim yang kelelahan dengan ekpresi wajah yang ketakutan.


Abang?. "melihat dengan penuh pertanyaan.


"berlahan Takim mengatur napasnya, suasana menjadi hening tanpa sepata katapun, dalam keheningan. tiba-tiba....


Baginda Ratu, Aku mohon panggilkan semua para penduduk, suruh mereka berkumpul disini, ada hal yang penting yang harus Aku sampaikan, "titah Takim dalam keadaan sangat panik.


"apa yang akan terjadi?.....


"BERSAMBUNG!!!....

__ADS_1


__ADS_2