MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
WADAH SEMENTARA


__ADS_3

"Jendral Ifrit melesat kearah Fitri, dengan cepat Dia mengayunkan pukulan kepadanya, dalam keadaan terkejut dengan kecepatan Jendral Ifrit, Fitri menahan pukulnya dengan kedua tangan menutupi bagian wajahnya, namun besar kekuatan Ifrit membuat Fitri terhempas menembus dinding pertahanan kerajaan siluman, tanpa menunggunya bengkit, Ifrit melancarkan serangan berikutnya, sebuah Ajian gravitasi yang bersekala besar membuat Fitri beserta para seluruh kerajaan siluman tidak dapat mengerakan seluruh tubuhnya.


Astaga kekuatan apa lagi ini, tekanan Gravitasi ini, sungguh luar biasa membuat tubuhku merasakan beban yang sangat berat. "ucap manusia siluman, dalam keadaan terkena Ajian Gravitasi Ifrit, yang mencoba menahan tekanan Gravitasi.


"melihat Fitri beserta para siluman terjebak oleh Ajiannya, dia mulai melancarkan serangan selanjutnya, sebuah jarum dengan panjang 30cm, muncul diatas langit kerajaan dalam jumblah yang sangat banyak, dengan ayunan dari tangan Iftit, jarum-jarum tersebut melesat kearah kerajaan.


...Clepz... clepz... clepz.......


"tubuh Fitri beserta para siluman, tertancap oleh jarum-jarum yang diciptakan Jendral Ifrit, nampak pasukan berjatuhan terkena serangan Ifrit, mereka sudah tidak ada harapan lagi untuk melawan Jendral Ifrit yang kekuatannya berbeda jauh. dalam keadaan putuasa, tiba-tiba...


...Brakkk.......


"sebuah pukulan menghantam kepala atas Ifrit, yang membuatnya terhempas kepermukaan tanah, terlihat wujud manusia yang melayang diudara dengan menatap Fitri, yang tertancap sebuah jarum besar, ternyata itu Takim yang datang untuk menyelamatkan Adik tersayangnya.


Haaa, Fitri. "seru Takim, yang melihat keadaan Adiknya dengan jarum yang menancap dibagian samping perutnya.


"Takim bergegas menghampiri Fitri, belum sempat bergerak. tiba-tiba tubuh Takim terhempas, belum sempat terjatuh, sebuah serangan kembli mengarah ketubuh Takim, dan membuat sebuah ledakan yang cukup besar.


ha,ha,ha... mau menghalangiku yah! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu, dasar manusia bodoh!. "ujar Ifrit, dengan senyum sinis, yang terus menatap kearah Takim.


"dalam keadaan terbaring ketanah, Takim mengangkat kepalanya, sambil melirih kearah Jendral Ifrit, dia tidak ingin menyerah dengan sekuat tenaga, Takim berusaha bangkit kembali, namun Ifrit tidak membiarkannya begitu saja, sebuah busur berwujud petir beserta anapanahnya, diarahkan kearah Takim.


...Set.......


"ledak petir mengenai tubuh Takim, nampak Takim kesakitan didalam ledakan tersebut, kedua matanya menjadi putih tanpa pupil, kesadarannya mulai menghilang, Takim sempat mendengar suara Fitri memanggil.

__ADS_1


Abang...."teriak Fitri, yang masih terkena Ajian Gravitasi, dalam keadaan tertancap jarum. teriakannya sampai ditelinga Takim, yang saat ini, mulai kehilangan kesadarannya.


...Fitri......


...HIAAAA.........


"kekuatan terpendam Takim tiba-tiba muncul, sebuah sinar merah mengelilingi tubuh Takim, energinya semakin meningkat pesat, dalam sekejap Takim langsung menyerang Ifrit, sebuah pukulan bersarang diwajah Ifrit, seketika tubuhnya terhempas jauh diatas hutan terlarang, Takim melancarkan serangannya kembali, Kali ini, Takim memukuli Ifrit secara bertubi-tubi, nampak Ifrit menahan pukulan Takim dengan kedua tangan menutupi wajahnya.


Sial, padahal hanya manusia, tapi kekuatannya sungguh besar, Aku tidak boleh kalah. " gumam Ifrit, dalam keadaan terdesak.


"disaat bersamaan tiba-tiba, sebuah cahaya hitam mencekal serangan Takim.


Hem, sepertinya Kau kewalahan ya, Ifrit. Baiklah Aku akan memberikan sebuah kekuatan besar padamu. pastikan jangan sampai ada yang menghalangi kebangkitan Raja Iblis. "ucap Felix, pengikut setia Raja Iblis, dengan memberikan sebuah Pil berwarna hitam, yang sesekali melirih kearah Fitri.


"Ifrit segera memakan pil pemberian Felix, benar saja kekuatan Ifrit terus meningkat pesat, tubuh Ifrit terasa sangat panas, berlahan kulit terkelupas dari dagingnya, membuat suara teriakan Ifrit mengemma disekitar kerajaan, tubuhnya mulai mengalami perubahan kembali.


"Takim segera menghampiri Fitri, mencoba menyembuhkan luka tusuk dari jarum Ifrit, disaat bersamaan teriakan Ifrit membuat semua siluman menatap kembali kearah Ifrit, mereka dibuat terkejut dengan tubuhnya yang menjadi sebesar bukit, dengan kekuatan yang amat besar, bahkan wujudnya pun berubah dratis, dengan 2 tanduk dikepala, kedua taring yang panjang, rambut panjang putih, dengan cepat mengayunkan tangannya ketanah, Takim segera beranjak pergi membawa Fitri menjauh dari kerajaan, hal hasil retakan tanah menjalar kedalam kerajaan dalam seketika....


...Boom.......


"sebuah ledakan besar menghancurkan sebagian kerajaan, para pentinggi siluman tewas dalam ledakan tersebut.


Sintia, maafkan Aku, yang tidak bisa menepati janji kita, Aku akan menunggumu diatas sana. "ucap Advan, petinggi manusia siluman, yang terakhir kali.


"Dalam keadaan terluka parah Baron mencoba melarikan diri, namun sebuah tombak petir menancap ditubuh Baron, ternyata tombak tersebut milik Sintia, akhirnya Baron tewas ditangan rakyatnya sendiri, Sintia merasa puas telah membunuh Baron, namun sesaat dia dikejutkan dengan tubuh tergeletak tidak bernyawa, yang tanpa disadarinya, dia mengeluarkan air mata.

__ADS_1


...Advan.......


...TIDAAAKKK........


"Teriak tangis Sintia atas kematian Advan, yang dia sukai secara diam-diam, membuat teringat kenangan saat bersamanya.


hak,hak,hak... "suara tawa 2 manusia siluman, ditepi sungai.


Hai, Advan kalau besar nanti Kamu mau jadi apa?. "ucap Sintia, waktu masih kecil, pada saat itu umurnya sekitar 20 tahun, karena manusia siluman bisa hidup 1000 tahun dalam keadaan terlihat muda.


Aku ingin menjadi siluman terkuat melebihi ayahku, pemimpin siluman manusia Khar. dan Aku akan melindungi kerajaan ini, dari serangan musuh, yang pastinya Aku akan melindungimu. "saut senyum Advan dimasa kecilnya, dengan menepuk-nepuk bahu Sintia.


"Saat ini, rasa sakit kehilangan orang yang disukainya membuat Sintia, tidak bisa berpikir tenang, dengan nekat Sintia menyerang Ifrit yang telah menjadi Raja Iblis, dengan sekuat tenaga Sintia melontarkan pukulan pamungkasnya.


...TANGAN KEMATIAN........


"ucap teriak Sintia, yang menyerukan pukulan pamungkasnya. dengan telak Ifrit mendapatkan pukulan dari Sintia, namun serangannya tidak berpengaruh sedikitpun, Ifrit mengayunkan pukulan kepada Sintia, dengan cepat dia menghindari pukulan Ifrit, namun besar tangan Ifrit, menghempaskan Sintia hingga jatuh kepermukaan tanah.


Uh, Sial...." gumam Takim yang melihat, Ifrit akan menyerang Sintia kembali.


"Takim segera bergegas. dengan cepat dia menendang tubuh Ifrit, serangan Takim hanya membuat Ifrit mundur sedikit, dia memang sangat kuat, namun Takim mencoba sekali lagi menyerang dengan kekuatan penuh, sebuah uap merah keluar dari tubuhnya, Takim mengumpulkan energi sebanyak mungkin, sepertinya ini akan menjadi serangan pamungkas, gumpalan energi berkumpul diatas kepala Takim, merasa sudah saatnya, Takim melontarkan kekuatannya kepada Ifrit. disaat bersamaan Ifrit juga melontarkan kekuatanya kearah Takim. sebuah benturan kekuatan besar membuat kekacauan didunia siluman, sebuah dimensi hitam terbuka, akibat kekuatan mereka, nampak Takim dan Ifrit masing-masing dari mereka meningkatkan kekuatannya, Takim yang masih belum sembuh akibat serangan Alpret, berlahan wujudnya kembali menjadi manusia bersama dengan kekuatanya, energi ifrit melesat cepat kearah Takim, sudah dipastikan jika terkena pasti langsung tewas, namun secara tiba-tiba, Fitri menghadang arah laju kekuatan Ifrit.


...Dwuaaarrrkkkk.......


"Apa yang akan terjadi selanjutnya?...

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!.....


__ADS_2