
"Tolong... tolong... teriak Udin meminta tolong, dengan sekuat tenaga dia, berlari menjauh dari orang berjubah hitam.
Kenapa... kenapa... tidak adak orang sama sekali? Tolong.... tolong. "sambil berlari dikoridor, dengan pandangan melihat kesekitarnya.
"Udin terus berteriak meminta tolong, namun tidak ada satu orangpun yang berada disekitar sana, Udin semakin takut dan panik, melihat orang berjubah hitam, semakin mendekat.
TIDAK!.... kenapa elu mao membunuh gua? memang gua salah apa ama elu?... pergi... PERGI..." teriak Udin dengan posisi terpojok, berharap orang itu berbelas kasih.
"Namun dengan mempercepat pergerakannya, dia datang menghampiri Udin, hanya dengan satu tangan saja dia mampu mengangkat tubuh Udin, dalam keadaan mencekik lehernya.
Tolong, jangan bunuh gua bang, gua masih punya tanggungan dirumah, gua gak mao mati dulu bang. " namun ucapan Udin tak dihiraukannya.
Ampun bang... apapun bakal gua lakuin bang, yang penting abang gak bunuh gua. "ucap Udin, dengan memejamkan kedua mata, dalam keadaan tubuh masih terangkat.
"Entah kenapa orang itu melepaskan cekikannya, Udin merasa sedikit legah karna sudah terlepas, dari cekikan yang hampir membuatnya terbunuh.
Wahai manusia, asal kau tahu! kesalahanmu adalah, kau sudah bersekutu dengan iblis, dengan menerima penglihatan darinya, kini dirimu salah satu dari mereka. " ucap orang berjubah hitam, dengan jari telunjuk yang mengarah ke wajah Udin.
Maaf aku sungguh tidak tahu, apa yang anda maksud? "ucap Udin mengerutkan keningnya, dalam keadaan kebinggungan, dia berusaha menjaga setiap kata-katanya, untuk tidak membuatnya marah.
Kini aku harus mencabut nyawamu, namun dengan kata-katamu tadi, aku akan menukar nyawamu, dengan salah satu dari keluargamu.
__ADS_1
Apa..., Tolong jangan lakukan itu, saya mohon. "ucap Udin, dengan tubuh memeluk kedua kaki orang itu, memohon agar dia tidak melakukan apa-apa terhadap keluarganya.
"Namun orang berjubah hitam itu, mendorong tubuh Udin, sehingga membuat tubuh udin terlepas dari dekapannya, dalam sekejap orang berjubah menghilang seketika dihadapannya.
TIDAK!!!... " teriak Udin, dengan tangan kanan terjulur kedepan, mencoba meraih orang berjubah hitam itu, teriak tangis Udin menggema diseluruh koridor.
TIDAK!!!... Astaqfirulloh, tenyata cuma mimpi, Alhamdulillah. "ucap sukur Udin, dengan mengangkat kedua tangan setengah badan.
Untung cuma mimipi, tapi mimpi itu sangat nyata sekali, bertanda apa ini? "dengan keringat yang masih membasahi seluruh badan, Udin menemui Rohman.
Bang Rohman saye izin pulang yah, hati saye gak enak rerasaan bang, kepikiran orang rumah terus "ucap Udin yang masih teringat, dengan mimpinya tadi.
Bang Udin, mendingan besok pagi aja, lagian sekarang udah cukup malam, jem segini angkot juga tidak ada. " ucap Rohman sambil memegang bahu Udin, yang sedang panik.
Ayo kita keruangan atasan kita, dia ingin bertemu ama bang Udin. "ucap Rohman dengan senyum kecil, walau mereka belum lama kenal, tapi Rohman sangat peduli dengan Udin.
..."Tok... tok...tok"...
Iya, masuk!!, eh kalian silakan duduk "ucap seorang yang duduk disebuah kursi, dengan mengenakan kemeja putih, memakai blangko dikepala, segera berdiri menghampiri mereka.
Ini pak, bang Udin yang baru bekerja disini. "ucap Rohman dengan tangan menepuk pundak Udin.
__ADS_1
Saye Udin pak "menjulurkan tangan kearah atasannya, sambil tersenyum lebar, mencoba mengajak bersalaman.
Oh iya, perkenalkan, saya Parjo yang mengurus tempat ini, sekalian gus juga sebagai atasan kalian, mohon kerjasamanya."ucap Parjo dengan menangapi, juluran tangan Udin.
"Setelah berbincang-bincang merekapun, keluar dari ruangan pak Parjo, Udin berharap agar pagi segera tiba.
****
*Pukul 06:00 wib*
"Terlihat Udin yang sedang sibuk, membenahi barang- barangnya, Pagi ini Udin merasa bersemangat sekali, rasa ingin pulang rumah seperti 3 tahun lamanya, berlahan Udin meninggalkan tempat itu, sambil melambaikan tangannya.
Perasaan apa ini kok, enggak enak aya? "Dari semalam sampai saat ini, Udin selalu terganggu dengan bayangan orang berjubah hitam.
Gua masih penasaran orang berjubah itu siapa? apa maksudnya dengan pemberian iblis?. "kedua mata Udin, terbelalat melihat sosok berjubah hitam, berada didalam bus yang akan dia naikki.
"Sejenak Udin terdiam, dengan berdiri didepan pintu masuk, sesekali dia melirik ke orang berjubah hitam itu, rasa takut terhadapnya membuat langkah Udin sedikit lambat.
Bagaimana ini masuk tidak? kedua mata Udin dibuat terkejut kembali, dengan munculnya orang berjubah hitam, disebelah seorang kakek tua, yang hendak menyebrang jalan.
..."Tiba-tiba"...
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!....