MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
KEKUATAN MATA ANGEL


__ADS_3

...sehari setelah petarungan......


"nampak terlihat Takim terduduk disebuah tempat tidur dengan mata tertutup, sesekali dia menguap lebar, tanpa disadar dia merasakan sesuatu bergerak dari dalam selimutnya, sontak Takim loncat dari tempat tidur, sambil menarik selimut yang dia gunakan, alangkah terkejutnya Takim, melihat isi dalam selimutnya.


...Haaa... Kau?......


"iya, dia adalah Tari. sipencuri yang Takim selamatkan dari para siluman, Tari memutuskan bergabung dengan Takim dan Fitri, dalam keadaan setengah sadar, Tari melihat Takim dihadapannya.


HAAA, penyusup, dasar laki-laki tidak tau diri!!. "ujar Tari, dengan tatapan sinis.


woi, Kau tidak sadar dengan ucapanmu? yang harusnya bertanya itu, Gua! ngapain Elu ada dikamar Guaaaa!! " teriak Takim dihadapan Tari.


"Tari melihat disekelilingnya, ternyata memang dia berada dikamarnya Takim.


ops, maaf, Aku salah kamar. "ucap malu Tari, sambil tersenyum dengan mengeluarkan sedikit lidahnya.


"Takim baru sadar setelah lebih memperhatikan Tari, dengan kerah baju yang sedikit terbuka, terlihat lemak Tari yang besar, Takim meneteskan darah dari hidungnya, dikit demi sedikit.


heee... Kau mimisan yah? ya,ya,yah "gurau Tari, dengan mengoda Takim.


...Abang!!!.....


"Takim menoleh kaku kearah pintu kamar, terlihat sebuah tatapan yang mematikan dari Adiknya Fitri, yang melihat Tari bersandar di pelukan Kakaknya.


Abang!!! Kau mau Aku potong-potong rupanya. "ucap Fitri dengan nada berat, yang menatap sinis, sambil memukul-mukul pintu kamar.


...Plakkk...plokkk... plakkk... plokkk...


lain kali tidak akan Aku maafkan Kau Bang! "ucap Fitri, setelah memukuli Kakaknya.


"mereka memulai perjalanannya kembali, kali ini, mereka akan menuju Istana Kerajaan Siluman, seperti yang dikatakan Avan, manusia siluman yang bertarung dengannya kemarin.


Sepertinya perjalanan kita akan memakan waktu cukup lama. aduh... "ucap Takim, sambil memegang benjolan akibat pukulan Adiknya.


Uh, masih sakit yah, kepalamu? memang sungguh kejam orang yang melakukan ini, padamu. "ucap sindir Tari.


Kita istirahat disini aja. "ujar Fitri dengan keadaan kesal.


...Istana laut kidul.....

__ADS_1


hmmm, boleh juga saudaranya Fitri, batu kristal Jambrud itu, telah membantu mengeluarkan kekuatan terpendamnya, mungkin tugas ini, akan berjalan mudah, namun musuh sebebarnya bukan Raja siluman yang akan kalian hadapi. "ucap Sang Ratu Pantai Selatan, sambil memantau pergerakan mereka, melalui cermin besar yang ada dihadapannya.


lapor, Baginda Ratu. ada seorang manusia yang datang ingin meminta kekayaan. "lapor seorang pelayan, dalam keadaan tertunduk.


Bawa dia masuk kekamarku. " titah Sang Ratu kepada pelayan tersebut.


Dasar manusia, mau enaknya sendiri, kepingin kaya tapi tidak mau kerja, maunya instan saja. "gumam, Sang Ratu Pantai Selatan, yang segera bergegas kekamarnya.


...Hutan terlarang......


"setelah beristirahat, mereka melanjutkan kembali perjalananya, Takim memeriksa sebuah peta yang berada ditangannya.


Haaa, sepertinya tempat ini, tidak ada didalam peta, kita harus berhati-hati, karna kita tidak tau, apa yang ada didepan nanti. "ucap Takim, memperingatkan mereka.


"mereka kembali berjalan selangkah demi selangkah, tidak jauh dari tempat mereka, Tari melihat sebuah kolam yang disekililingnya terdapat bunga lavender biru, mereka segera mendatangi kolam itu.


wah, indahnya... Aku mau berenanglah. "ujar Tari, dengan senang, sambil membuka seluruh pakaiannya.


ekkpppp... "Takim merusaha menahan napas, agar tidak mimisan.


"Tari berlari terjun, masuk kedalam kolam dia tidak tahu, kalau Takim sedang berjuang melawan dirinya.


"Takim berteduh dibawah pohon, sedang asik bersantai buah pada pohon tersebut, jatuh menimpah wajah Takim yang terlelap.


aduh, siapa? "clingak-clinguk" gak ada orang, wah Apel, hmmm... enakkk. "mengunyah.


"Tari yang melihat Takim memakan sesuatu, segera keluar dari kolam berlari mendatangi Takim, dalam keadaan saat didalam kolam. tanpa disengaja Tari tersungkur menimpah Takim yang sedang asik memakan buah, tidak sadar klo Tari terbang kearahnya, tanpa sehelai pakaian.


Adduh, wah Apel. "mengunyah" wuah enak... "ucap Tari, yang tanpa sadar menduduki wajah Takim.


"lama kelamaan Tari merasa mengantuk berat, dia sudah tidak tahan lagi, dalam keadaan masih menduduki wajah Takim, diapun tertidur pulas bersama-sama Takim, yang saat itu sudah tertidur. berlahan Fitri menoleh kearah mereka, begitu terkejutnya Fitri melihat kelakuan mereka, diapun segera berlari mendatangi mereka.


ABANG.... belom kapok juga loe!!!..


"sesampainya dia terkejut melihat mereka tertidur dalam keadaan memalukan seperti itu, dia melihat buah Apel, yang sepertinya sempat mereka makan.


jangan-jangan, itu bukan buah sembarangan, tapi kenapa? kenapa. "guman, Fitri dengan keadaannya sekarang.


...Haaa..haaa...haaa......

__ADS_1


"ditengah kepanikan, Fitri mendengar suara tertawa seseorang yang tiba-tiba, muncul dari balik pohon itu, menatap tajam dengan mata seperti ular.


Sepertinya dia manusia siluman juga, rasanya ini akan sulit. Abang... bangun Bang. "ucap Fitri, sambil memuku-mukul wajah Takim.


Haaa... haaa... Dia tidak akan bangun. selama Aku masih hidup, pengaruh racun dari buah Apel itu, tidak akan menghilang sampai kapanpun. "ujar, wanita siluman, dengan suara tawa yang keras.


Berarti Aku harus membunuhmu yah, baiklah. "gumam Fitri, yang sudah mengerti dengan kondisinya saat ini.


"dengan cepat Fitri menyerangnya, pukulan Fitri tidak dapat mengenainya sama sekali, bagaikan memukul Angin itulah yang dirasakannya.


hahaha, lambat,lambat, nampaknya Kau bukan lawanku, Gadis manis, Kalian para manusia yang mengalahkan Avan, jangan bikin Aku tertawa, Avan tidak selemah itu. yang mudah dapat Kalian kalahkan, nampaknya dia berbohong. "ucap wanita siluman, yang meremehkan Fitri.


"Fitri meningkatkan kecepatannya, dengan cepat dia melesat kearah wanita siluman itu.


...Hiaaa......


"namun seranganya dapat dipatahkan dengan mudah, wanita siluman segara melancarkan sebuah pukulan kawajah Fitri, sehinggah membuat tubuhnya terhempas menimpah batu besar.


Kamu sangat lemah, Gadis manis. membosankan. "gumam, wanita siluman, sambil melirik sinis kearah Takim dan Tari.


"wanita siluman mengerahkan kekuatanya kearah Takim, dengan bembentangkan tangan kanannya kedepan, wanita siluman mengeluarkan cahaya semacam petir, tanpa ragu dia melemparkan petir itu, kepada Takim yang tertidur.


...DWUAAARRRGGG......


"sebuah ledakan terjadi ditempat Takim dan Tari terbaring, mereka mendapat luka yang cukup parah, darah keluar dari mulut mereka, yang masih dalam keadaan tertidur pulas.


Kau membuatku marah!! sudah saatnya Aku membinasakanmu. "ucap Fitri, dengan nada berat.


" kemarahan Fitri, menyebabkan wilayah disekitanya hancur berkeping-keping, serpihan-serpihan kerikil dan tanah, melayang disekelilingnya, kekuatanya semakin bertambah seiring dengan emosinya.


...Kau... binasalah......


"Fitri berlari kearah wanita itu, membuat lubang besar dipijakannya, dengan cepat dia berada dihadapan wanita siluman itu, tanpa menyentuh, siwanita siluman terhempas jauh, kesadaran Fitri semaki lama semakin menghilang, serang Fitri membabi buta, sehingga menghancurkan sebagian hutan.


sial, klo begini terus dia bisa menghancurkan Aku dan tempat ini. "ujar ngeri wanita siluman, dengan kekuatan Fitri.


"pupil mata Fitri yang bewarna merah, berlahan menjalar keseluruh tubuhnya, dengan cepat dia menghabisi wanita siluman itu, namun kesadarannya sudah menghilang, berlahan dia terbang tinggi, mengangkat kedua tangannya, sehingga tercipta sebuah cahaya hitam yang membentuk kotak besar. sepertinya Fitri ingin melenyapkan dunia siluman.


Apakah ini akhir semuanya?...

__ADS_1


"BERSAMBUNG!!!...


__ADS_2