
...SMA HARAPAN...
Pagi hari pukul 07:30 wib. semua murid terlihat melakukan kegiatan seperti biasanya, nampak seorang siswa memanggil Fitri. "hai Fit. "teriak Doli yang memanggilnya dari kejauhan.
Berlahan Fitri yang bersama Takim dan Maria, menoleh kearah Doli yang memanggil sambil melambaikan tangan. berlahan Doli berjalan menghampiri mereka. "ada apa Dol? tumben manggil. "ucap Fitri dengan wajah cantiknya.
"hahaha... huh... hmmn... it..tu... an..nu... Fit... "ucap ragu Doli, dengan mengeluarkan banyak keringat.
Takim yang melihat tingkah bodoh Doli, membuat dia sedikit kesal. "woi... kalau mau ngomong yang bener!. udah Fit, kita masuk kelas saja. "ucap kesal Takim melihat tingkah Doli.
Fitri mengikuti ucapan Kakaknya, berlahan pergi meninggalkan Doli dengan wajah penuh kekecewaan. "Abang, tunggu bentar. "ucap Fitri yang berlahan pergi menghampiri Doli.
Melihat Fitri datang menghampirinya. Doli nampak sangat senang. "hai Doli, cepat katakan, apa yang ingin kau katakan. "ucap senyum manis Fitri, kepada Doli.
Melihat senyuman manis Fitri, membuat Doli sedikit salah tingkah dihadapannya. "begini Fit, anu... Kamu mau tidak... hmmm... jalan denganku? "ucap ragu Doli, yang ingin mengajak Fitri jalan, dengan wajah terasa tebal.
Mendengar ucapan Doli, Fitri hanya tertawa kecil, dengan tangan yang menutupi suara tawanya. "aduh Doli-Doli, mau bilang gitu aja pake repot... hem, jadi kapan jalannya?. "jawab Fitri, atas ajakan Doli.
"sungguh... wah... bagaimana setelah sepulang sekolah? "saut Doli, dengan penuh semangat.
Tanpa pikir panjang, Fitri langsung menjawab pertanyaan Doli. "maaf Dol, pulang sekolah Aku harus pergi ketoko Serda, karena Aku kerja disana. "ucap Fitri dengan sedikit cemberut manja.
Mendengar ucapan Fitri, membuat semangat Doli kembali turun, Dia hanya bisa terdiam dengan rasa kecewa. Melihat Doli yang begitu kecewa mebuat Fitri merasa kasihan kepadanya. "bagaimana kalau kamu antar Aku pulang nanti, apa Kamu mau? "ucap Fitri yang berharap bisa menghiburnya.
Mendengar ucapan Fitri yang meminta kepadanya, Doli kembli bersemangat, dan mengiyakan permintaan Fitri. "baiklah, mari kita masuk kelas. "ujar senang Doli, yang berjalan beriringan dengan Fitri.
...Kreeenkkk.......
__ADS_1
Suara bunyi bel satu kali, tanda kelas akan segera dimulai...
Disisi Lain...
...SMA PELITA...
Semua para murid telah membuat kehebohan dimasing-masing kelas. "HAI... ayo cepat berkumpul dihalaman sekolah. Cepat-cepat. "serua Riki, yang menyuruh para murid meninggalkan kelas.
Hari ini, para murid Sma Pelita berencana untuk menyerang Sma Harapan. Riki sebagai wakil dari Rio, sangat bersemangat untuk melakukan penyerangan, berkat Riki dan bawahannya yang lain, semua kelas nampak kosong, mereka telah berkumpul dihalaman sekolah.
"baiklah teman-temanku semua, kalian dikumpulkan disini, untuk ikut serta melakukan penyerangan kepada Sma Harapan. Apa kalian sudah siap? "ucap michel, peringkat no 2.
Mendengar ucapan Michel, para murid berteriak kesenangan dengan mengangkat-ngangkat sebelah tangannya keatas. Dihadapan mereka terlihat 4 orang yang sangat kuat, merekalah yang akan memimpin penyerangan, yang salah satunya nampak Rio yang begitu geram. "awas kau! akan Aku balas perbuatanmu padaku. "gumam hati Rio, yang berdiri didepan ratusan murid Sma Pelita.
Dengan perintah dari Gita, semua murid segera mengikuti langkahnya, berlahan mereka beranjak pergi meninggalkan sekolah, nampak terlihat wajah serius Gita yang ingin membalas perbuatan orang yang menghajar Rio.
...LILY...
Disisi lain, Lily telah tiba didunia manusia dengan wujud seorang wanita cantik, sepertinya Lily baru pertama kali datang kedunia manusia, terlihat dari wajahnya yang seperti orang kebinggungan. Pandangannya tidak lepas dari rasa kagum akan dunia yang dia datangi.
Kedua matanya berbinar-binar melihat keindahan alam. "wah... bagusnya dunia ini, beda sekali dengan dunia iblis. "gumam kecil Lily, dengan ekpresi seperti orang kampung yang datang kekota.
Berlahan dia berjalan tidak menentu arah, sambil melihat indahnya suasana disekitar, dari pepohonan, gedung-gedung yang tinggi sampai seekor anak kucing yang melintas dihadapannya, tidak luput dari pandangannya.
Sampai disebuah taman, dia melihat sekelompok anak-anak sedang asik bermain sepak bola, sejenak dia berhenti dan memperhatikan. "sedang apa anak-anak manusia itu? kenapa benda bulat seperti itu diperebutkan. "gumam penasaran Lily, yang berlahan menghampiri kearah anak-anak yang sedang bermain bola.
"oper kemari Bi. "teriak satu anak dengan mengangkat tangan keatas.
__ADS_1
"oke, terima ini Di. "guman hati Bimbi sambil mengoper bola kearah Aldi.
Lily duduk memperhatikan mereka bermain bola, sejenak dia dibuat terkejut dengan jatuhnya Aldi yang tercekal oleh lawan, dan mengakibatkan lututnya terluka. "Aaaa... aduh sakit. "teriak Aldi yang kesakitan sambil memegang lututnya yang terluka.
Tanpa pikir panjang Lily segera mendatangi Aldi yang tergeletak kesakitan, dengan cepat dia telah tiba didepan Aldi, dan menaruh tangannya kelutut Aldi, disaat bersamaan muncul sinar hijau yang membuat luka Aldi menjadi sembuh. "wah... Kakak hebat, sama seperti Kak Takim. "ucap Aldi dengan polos.
Mendengar ucapan Aldi, wajah Lily menjadi sedikit telihat serius. "hai, Kamu bilang apa barusan? seperti Kak Takim. berarti ada yang bisa menyembuhkan luka didunia ini. "ucap Lily dengan memasang wajah tajam.
Dengan sikapnya yang seperti itu, membuat Aldi menjadi takut dan sedikit menjauhinya. "kenapa dia seperti itu? jangan-jangan dia ingin melukai Kak Takim. "gumam hati Aldi dengan ekpresi takut diwajahnya.
Lily merasa Aldi sedikit menjauhinya, dan mendekatkan dirinya kepada Aldi, namun Aldi segera berlari kencang meninggalkan tempat itu. "apa sih mau Kakak itu? kenapa dia menatap seram kepadaku. "gumam hati Aldi samabil berlari menjauh.
Namun kecepatan Lily menyusul Aldi, dan muncul tepat didepannya. "mau kemana kamu? kenapa kau lari dariku? "ucap Lily yang berdiri tegak dihadapan Aldi.
Sontak Aldi sangat terkejut dengan munculnya Lily dihadapannya, tubuhnya tidak bisa berhenti begetar. melihat Aldi sangat ketakutan, Lily menjadi kebinggungan. "kenapa Anak ini ketakutan denganku? "gumam hati Lily, masih dengan ekpresi menyeramkan.
Disaat bersamaan, seorang pengendara motor dengan membawa sebuah kaca berukuran 30x60, melintas melewati mereka, sejenak Lily melihat wajah seramnya didalam kaca sipemotor tersebut. "oh... jadi begitu anak ini takut dengan wajah yang seram. "gumam hati Lily yang sudah mengerti keadaannya sekarang.
Disaat bersamaan Lily terlihat menjadi gadis cantik yang imut, dan mencoba bertanya kembali kepada Aldi. "hai, maafkan Kakak, sekarang jawab pertanyaan Kakak tadi. "ucap rayu Lily dengan mengoda Aldi.
"kalau Kakak mau tahu tentang Kak Takim, nanti saja, Aku akan pergi bersamanya, kalau Kakak mau ketemu dengannya ikut saja nanti. "saut Aldi yang memandangi lemak besar Lily.
Melihat tatapan Aldi yang tertujuh pada lemak besarnya, hanya tersenyum kecil. "oh... masih kecil tapi matamu sudah dewasa yah. "ucap goda Lily dengan mendekatkan wajahya kewajah Aldi.
"apa sih Kakak. "saut malu-malu Aldi dengan wajah yang memerah.
Bagaimana selanjutnya???
__ADS_1
"BERSAMBUNG!!!...