
"dipagi hari terlihat Fitri, dengan membentantangkan kedua tangan keatas, sambil membuka mulut selebar mungkin, Dia beranjak dari tempat tidurnya, dalam keadaan masih mengantuk Fitri, memasuki kamar mandi.
sepertinya Abang tidak pulang tadi malam, mungkin memang Abang sedang menjauhiku. "prasangka Fitri terhadap sikap Kakaknya.
"beberapa jam kemudian diruang kelas, terlihat Fitri yang sedang terduduk sendiri, seperti orang yang sedang patah hati, suara pintu terbuka, seorang wanita mengenakan kacamata, rambut terikat, dengan umur yang sudah tidak muda lagi, masuk kedalam kelas.
"semua murid yang melihat wanita tersebut, segera memberi salam selamat pagi, ternyata Beliau adalah seorang pengajar, yang tidak disukai para murid.
baik Anak-anak minggu depan kita akan mengadakan tour (tamasya). Jadi persiapkan diri kalian dalam acara ini. "ucap Bu, Rita yang selalu memegang kacamatanya saat bicara.
"semua murid tertawa kegirangan, dengan adanya acara bertamasya bersama, mereka merasa sudah tidak sabar datangnya hari itu.
namun tidak dengan Fitri, yang terdiam termenung disamping jendela kelas.
memang tidak mungkin, Aku dan Abang saling mencintai, semoga Maria bisa menjaga Abang dengan baik, mulai sekarang Aku juga akan menjaga jarak dengan Abang. "seruan Fitri, dalam hati, denga wajah murung..
"bel berakhir sekolah telah berbunyi, Fitri bergegas keluar dari kelas, terlihat olehnya Takim yang sedang bersama dengan Maria, tanpa sepatah katapun, Fitri terus melewati mereka berdua, tangan Takim berusaha meraih Fitri, namun Dia mengurungkan niatnya. sambil mengingat kejadian kemari.
sepertinya Fitri tahu tindakan Gua memaren, sudah tidak ada harapan lagi, "keluh Takim dalam hati, yang merasa dijauhi Fitri, sambil berjalan lemas.
__ADS_1
"Fitri segera bertemu penjaga toko serda, dan memulai pekerjaannya, Fitri membagikan kertas iklan kepada orang-oranģ lewat.
"sedari tadi Takim mengikuti perginya Fitri, kedua pasang mata sedang memandang Fitri dari balik semak-semak, akhirnya kertas yang ada ditangan Fitri habis, berlahan sambil melompat-lompat kegirangan.
Bu, Aku sudah selesai nih. "ucap Fitri, membuka kostum beruangnya.
terimakasih Fit, ini upah hari ini. Oia mulai besok Kamu mau tidak kerja didalam toko? " tawaran penjaga toko sambil tersenyum.
"mendengar ucapan pemilik toko, Fitri sangat senang sekali, dengan senyuman manis yang terlihat mempesona, Fitri menjawab, *baiklah*. setelah itu Fitri berpamitan kepada Ibu pemilik toko, Fitri beranjak dari tempat Dia bekerja, berjalan santai dengan senyum diwajahnya.
hai, lihat ada cewe cakep, kita godain yuk, siapa tahu Dia demen digodain. "ucap Pria berbaju kemeja biru, sambil menatapnya.
"nampak sekumpul pemuda sedang asik nongkrong ditepi jalan, yang tidak jauh dari tempat Fitri berjalan, sipria berkemeja biru sedikit maju.
hem, ganteng juga nih cowo, "ucap Fitri dalam hatinya.
boleh saja, "dengan nada anggun Fitri, menjawab.
perkenalkan Gua Teo. Gua Aldi. "Pria berkaos panjang putih, yang tiba-tiba hadir ditengah percakapan mereka, memperkenalkan diri sambil mengengem tangan halus Fitri.
__ADS_1
woi, woi, maen serobot aja lu, kan, perjanjiannya Gua dulu. "ucap kesal Teo, yang gilirannya diambil Aldi.
Siapa cepat dia dapat. tawa Aldi, tanpa rasa bersalah.
Sudah-sudah, jangan bertengkar kalian boleh kenalan denganku, jadi satu-satu yah. "ujar Fitri, ditengah perselisihan 2 lelaki tampan.
"melihat temannya asik mengobrol, kedua pria lain menghampiri mereka. pria bersweter hitam megulurkan tangannya, sambil memperkenalkan namanya.
Aku Andre, wah Kamu cantik sekali. Aku Leo, salam kenal. "pria berbaju kuning, menyiakan tangan Andre, karna ini gilirannya memperkenalkan diri.
namaku Fitri, salam kenal, buat kalian semua yah, sekarang Aku pamit dulu, klo kalian ingin ngobrol denganku, datang saja ketoko serda, Aku bekerja disana. "ucap Fitri, dengan senyum manis, sambil berjalan meninggalkan sekumpulan Pria, yang menggodanya.
"dari kejauhan nampak seseorang sedang kesal, melihat percakapan mereka yang melibatkan Fitri, Adik kecilnya.
Sial beraninya mereka menyentuh tangan halus Ade Gua. "keluh kesal Takim, dalam hatinya, dengan memasang wajah geram.
"merasa perasaanya sudah membaik, Fitri memutuskan pulang kerumah, dengan kembali berjalan santai.
sepertinya Aku harus mencari cowo lain sajalah, karna hubungan sedarah itu tidak mungkin diperbolehkan, lagian nanti bapak pasti sedih. "ucap dalam hati Fitri, dengan mencoba tetap tersenyum.
__ADS_1
"bagaimana kisah selanjutnya?...
"BERSAMBUNG!!!.....