MATA KEMATIAN

MATA KEMATIAN
KAKAKU YANG TERBAIK


__ADS_3

"maaf jika kedatangan Kami mengganggu, nama Saya Amir, dan ini, Adik Saya Doli, Saya datang kemari ingin bertemu Pak, Udin, namun Saya juga tidak tahu kalo Pak, Udin sudah tiada.


"Amir, menceritakan semua kejadian, yang terjadi saat Udin berada dikantor polisi, hingga Dia mengantar Udin pulang kerumah.


"mendengar cerita Amir, Siti masih belum mengerti apa maksud dari ceritanya itu.


begini Nak, Amir. apa tujuan Anda datang kerumah ini? "pertanyaan Rohman, membuat semua penasaran.


Saya ingin mengajak Pak, Udin bekerja dipemerintahan, karna Pak, Udin sudah tidak ada, Saya ingin putrinya mau bekerja dengan kepolisian. "ucap Amir, dengan sedikit ragu.


"ditengah kebimbangan Fitri, terdengar suara lantang seseorang yang tidak setujuh, dengan ajakan Amir. ya, Takim orang pertama yang langsung buka suara, yang begitu keras sekali melarang Adiknya bekerja, sudah cukup Dia mengizinkannya, bekerja sebagai maskot dipingir jalan.


maaf Pak, walau Anda dari pihak berwajib, jangan berharap Saya akan mengizinkan, Adik Saya bekerja lebih jauh lagi, yang Dia butuhkan sekarang hanyalah belajar, jadi Saya harap dengan sangat tolong cepat pergi dari rumah Kami. "ucap Takim, dengan berdiri tertunduk, dihadapan orang banyak.


"melihat sikap Kakaknya yang seperti itu, Fitri berdiri sambil membungkukkan badannya.


maaf Pak, sepertinya Saya tidak bisa menerima tawaran dari Bapak, Saya mohon maaf. "ucap Fiti, dengan rasa hormat.

__ADS_1


"Amir mengerti keputusan mereka, Dia paham dengan kedatangannya dikeluarga mereka, telah menggangu ketenangannya, Amir dan Doli segera beranjak dari tempat itu.


baiklah Aku minta maaf, telah menggangu ketenangan dikeluarga ini, tapi kalo Kamu berubah pikiran datang saja ketempat Saya. Kami permisi.


"Takim terdiam dan berlalu, meninggalkan ruang tamu, Takim tidak mau Adiknya terjerumus lebih jauh lagi, Dia takut jika kemampuan Adiknya akan membahayakan nyawanya, dalam keadaan merundung, Takim duduk tertunduk dibawah pohon, yang berada didekat rumahnya.


Abang, jangan terlalu memikirkannya, Aku akan selalu mengikuti apa yang menurut, Abang baik untukku dan apa yang buruk untukku, karna Aku tahu Abang sangat sayang padaku, tanpa diungkapkan saja Aku sudah tahu, jadi Aku minta Abang terus jagain Aku yah, Abang cengengku. "ucap dengan tersenyum, sambil mengusap kepala Takim.


"Takim mengangkat wajahnya, dengan penuh linangan air mata, mendengar perkataan Fitri, Dia menjadi sangat senang dan langsung memeluk tubuh Adiknya yang semakin seksi.


kelihatannya Kamu menikmati tubuh Adikmu, yang tumbuh semakin semok, ditambah lagi lemah yang sangat besar, yang ada didepannya itu. "ucap Maria, dengan wajah sinis kepada Takim.


"mendengar perkataan Maria, Takim segera melepas pelukannya, dan melanjutkan kembali pembicaraan mereka yang sempat tertunda.


Fit, Kamu belanja sana kepasar, beli bahan-bahan yang sudah Ibu tulis dikertas ini....


baiklah Bu, "sebagai Anak yang berbakti Fitri, pasti akan pergi.

__ADS_1


Fit, Aku temani yah. "tawaran Maria, yang berusaha mengambil hati Fitri, calon Adik ipar, menurut Maria saja.


"mereka segera berangkat menujuh kepasar, yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya, dari kejauhan Fitri melihat sesorang yang sedang berjalan menujuh kearahnya, sedang diikuti dengan sosok wanita berambut panjang, dalam keeadaan wajah tertutup rambut, orang itu adalah Miki teman sekelas Fitri, Dia seorang pria yang pendiam, dan tidak pernah bergaul dengan siapapun juga, saat mereka berpapasan Miki sempat melirik tajam kearahnya, Fitri tidak mengerti maksud dari tatapan Miki kepadanya, Dia hanya bisa berjalan tertunduk.


hai, Kau melihatnya, kan? "ucap Miki yang tiba-tiba, dengan berdiri tegak sambil tersenyum sinis, mengacungkan jari telunjuk kearahnya.


"namun Fitri tidak menghiraukannya, Dia terus berjalan lurus dan mempercepat langkahnya, Maria menjadi binggung, dan segera mengikuti langkah Fitri.


"langkah Fitri terhenti didekat sebuah pohon keramat, tubuhnya terasa berat sekali, mulutnya terbuka sedikit lebar, dengan kedua mata yang tidak berkedip, Dia melihat sosok mahluk tinggi besar, dengan kedua mata yang menyala-nyalah, ingin sekal Dia berkata namun suaranya tidak bisa Dia keluarka.


tolong, siapa saja tolong. Aku mohon. "seruan dalam hati Fitri, yang ketakutan sampai mengeluarkan banyak kringat.


"dari belakang terdengar suara orang yang sedang membaca surat AL.IKHLAS.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?....


"BERSAMBUNG!!!...

__ADS_1


__ADS_2